Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#40 Honeymoon (3)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Tengah malam Ical terbangun dengan Avi yang masih dalam pelukannya. Ical memandangi wajah cantik istrinya. Tangan Ical mulai masuk ke dalam baju Avi dan menggerayangi dua bukit milik sang istri.


"Hhmm..." Avi mulai menggeliat.


Ical tetap memainkan tangan dan jarinya di puncak bukit yang sensitif itu.


"Mas.. Ngapain sih ?" Avi terganggu dengan tangan nakal Ical yang tak mau diam.


Ical lalu menciumi wajah sang istri dengan rakusnya.


"Ayo.. katanya mau kasih servis lagi." bisik Ical di telinga Avi.


"Hhmm.. Aku masih ngantuk Mas." Avi membalikkan tubuhnya. Ical malah semakin memeluk dan menciumi leher belakang Avi.


"Dosa loh nolak suami." bisik Ical sambil teris menciumi leher belakang sang istri.


"Siapa yang nolak ? Aku kan cuma bilang kalo masih ngantuk." Avi langsung membalikkan tubuhnya menghadap sang suami. Avi sangat takut dilaknat Allah karena menolak suaminya.


Avi merangkul suaminya dan mulai membalas ciuman sang suami. Lidah mereka pun saling membelit dan menyesap.


Tak lama terjadilah penyatuan keduanya. Nafas mereka terengah - engah setelahnya. Setelah nafasnya mulai stabil, Ical lalu menarik Avi ke dalam pelukannya.


"Makasih ya Sayang. Maaf ganggu tidur kamu." kata Ical sambil membelai punggung Avi.


"Gak kok Mas. Aku kan emang udah janji mau menyenangkan kamu." Avi membelai wajah suaminya yang mulai ditumbuhi bulu - bulu halus.


"Ya udah sekarang kita tidur lagi. Besok masih mau jalan - jalan kan." Ical menyelimuti tubuh polos mereka.


Keduanya pun terlelap menjelang pagi hari itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*tok.. tok.. *


"Cal, Vi, Udah bangun belum ?" terdengar suara Aca di depan pintu.


Avi menggeliat dan bangun mencari pakaiannya. Mereka tertidur cukup lelap setelah mengulangi kembali kegiatan panasnya setelah shalat subuh.


"Ca.." kata Avi sambil membuka pintu.


"Ya ampun Vi. Kok belum siap - siap. Ayo kita jalan - jalan lagi. Aku mau ngajak kalian ke danau yang bagus disini." kata Aca sambil tersenyum jahil.


"Iya Ca. Aku bangunin Mas Ical dulu ya sekalian siap - siap." kata Avi.


"Dasar pengantin baru. Jangan 'nambah' lagi ya. Aku tungguin di kamar." kata Aca sambil mengerlingkan matanya.


Avi masuk ke kamar dan membangunkan suaminya.


"Mas, bangun. Aca ngajakin jalan - jalan." kata Avi sambil mengecup bibir Ical sekilas.

__ADS_1


Ical langsung terbangun dan menatap sang iatri yang sudha berjalan masuk ke kamar mandi.


Ical langsung bangkit dan ikut masuk ke kamar mandi.


"Mas.. Ngapain ikut masuk ? Aku mau mandi." Avi kaget melihat Ical sudah di belakangnya.


"Mandi bareng sama kamu." kata Ical sambil tersenyum jahil.


"Jangan macam - macam loh. Aca udah nungguin." Avi memperingatkan.


"Biarin mereka nunggu. Ini nanggung, udah keburu bangun." Ical menarik tangan Avi agar memegang juniornya.


"Mas..." Avi berusaha menarik tangannya kembali.


"Bentar aja." kata Ical.


Mandi yang katanya sebentar itu akhirnya menjadi 30 menit. Avi masih mengomel sambil mengeringkan rambutnya.


"Udah sih jangan ngomel mulu. Nanti pahala melayani suaminya hilang loh." kata Ical sambil memeluk sang istri.


"Kan gak enak sama Aca." kata Avi.


"Mereka juga paham kok. Kita kan pengantin baru. Bahkan gak pernah pegangan tangan, ciuman, pelukan sebelumnya." kata Ical memberi pengertian pada istrinya.


"Iya deh." jawab Avi singkat.


10 menit kemudian mereka sudah siap dan keluar kamar. Bertepatan dengan Aca yang juga keluar kamar.


"Alhamdulilah akhirnya kalian keluar kamar juga." sindir Aca.


"Kamu kayak gak pernah pengantin baru aja Ca. " balas Ical.


"Gimana kehidupan sesudah menikah Cal ?" tanya Aca pada saudara kembarnya.


"Bahagia Ca. Aku bahagia bisa menikah dengan perempuan yang sempurna seperti Avi." jawab Ical.


"Ponakan aku udah otw nih." goda Aca.


"Masih diusahakan. Makanya jangan suka ganggu dong." kata Ical sambil menyentil hidung Aca.


"Hehehe. Iya deh." kata Aca sambil mencubit tangan Ical.


Akhirnya mereka sampai juga di danau. Avi memandang takjub melihat keindahan danau yang berwarna biru. Aca langsung mendekat ke arah danau dan duduk di tepiannya.



(Foto Aca yang sedang menatap danau , source : google)


"Yang, aku ke toilet dulu bentar ya." kata Ical pada Avi.


"Aku ikut Cal." kata Difan yang juga pamit pada istrinya.


Avi menghampiri Aca yang sedang duduk sendirian di tepi danau.


"Bagus banget ya Ca danaunya." kata Avi.


"Iya Vi. Aku suka banget lihat alam kayak gini. Bikin adem." kata Aca sambil menatap sekilas pada saudara iparnya itu.

__ADS_1


"Iya Ca. Seneng banget deh bisa liburan sama kamu." kata Avi.


"Kamu bahagia menikah sama Ical ?" tanya Aca.


"Alhamdulilah. Bahagia banget Ca." jawab Avi.


"Ical tuh dari dulu selalu menjaga aku. Bahkan dia gak pernah pacaran sebelum aku menikah." Aca bercerita tentang Ical.


"Oh ya ?" tanya Avi tak percaya.


"Iya. Bahkan dulu aku sempat patah hati dengan Kak Difan. Ya cuma Ical yang bisa nguatin aku. Karena aku gak berani cerita sama Bunda dan Ayah." kata Aca.


"Kamu pernah patah hati sama suami kamu ?" tanya Avi lagi.


"Ya itu cerita perjalanan cinta kami. Namanya jodoh gak akan kemana. Aku sudah suka sama Kak Difan saat aku masih remaja. Umur kami kan terpaut 11 tahun. Dan Kak Difan dan kembarannya pernah sama - sama suka dengan Kak Hana. Tapi Kak Hana lebih memilih Kak Dafa. Lalu Kak Difan juga pernah hampir menikah dengan Bu Fitri, tapi Qadarullah, beliau meninggal dalam kecelakaan. Akhirnya aku memberanikan diri mendekati Kak Difan. Awalnya Kak Difan hanya menganggap aku sebagai adik kecilnya, akhirnya bisa menerima dan mencintai aku. Jodoh kadang suka aneh ya. Harus ada lika likunya dulu baru bahagia." cerita Aca panjang lebar.


"Wah.. Kisah cinta kalian bisa dibikin novel juga tuh." canda Avi.


"Iya juga ya." Aca ikut tertawa bersama Avi.


"Ayo kita hamil bareng Vi." kata Aca.


"Kamu lagi program hamil lagi ?" tanya Avi.


"Iya. Pengennya hamil lagi biar ngasuhnya sekalian." jawab Aca.


"Hei.. Para istri.. Nih aku bawain makanan." Difan dan Ical datang membawa 2 piring makanan.


"Itu apa Kak ?" tanya Aca.



...(sumber : google) ...


"Ini namanya gonggong, makanan khas sini juga." Difan menyodorkan piring pada Aca.


"Nih buat kamu Yang." Ical pun memberikan sepiring gonggong pada istrinya.


Mereka menikmati makanan ringan yang berasal dari siput itu. Kalo di sunda sih mirip tutut.


Ada yang pernah coba makanan ini ?


Ada yang tau gak ini honeymoon nya di daerah mana ? Ayo komen...


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2