Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#51 Kejutan Untuk Bunda (2)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...***...


"Kenapa kalian gak tinggal sama kami aja ?" tanya Rio.


"Kami ingin mandiri Yah. Lagian gak enak juga sama Mama dan Papa. Lebih baik kami punya rumah sendiri aja." jawab Difan.


"Kan bisa beli deket rumah kami, biar deket." kata Sissy.


"Budget kami cuma bisa beli rumah deket Ical sana. Disini kan udah mahal Bun." kata Aca.


"Iya deh gak apa. Udah terlanjur beli juga." kata Sissy lesu.


"Maafin Aca ya Bun. Kalo semuanya mendadak. " kata Aca.


"Iya gak apa Nak. Semua ini yang terbaik buat kalian." kata Sissy berusaha tersenyum.


Kemudian mereka sampai di rumah Aca. Difan segera membawa masuk koper yang mereka bawa.


"Bagus rumahnya. Lebih besar dari punya Ical." komentar Rio saat memasuki rumah.


"Iya. Ini udah di renovasi Yah sama pemilik sebelumnya. Kamarnya ada 3." Difan menjelaskan.


"Ooh.. Yang ini 2 lantai Bun. Punya Ical kan cuma 1 lantai." kata Rio.


"Ooh.. Kecil tapi nyaman ya." kata Sissy.


"Kamu beli lengkap sama furniture nya atau beli furniture baru ?" tanya Rio.


"Beli sendiri furniture nya." jawab Difan.


"Ini kamar buat si kembar Bun." Aca menunjukkan sebuah kamar dengan 2 tempat tidur.


"Wah.. Nia dan Nana sekarang punya kamar sendiri." kata Sissy sambil mencubit gemas pipi Nia.


"Itu yang ujung buat kamar tamu." kata Aca.


"Eh.. Ical sama Avi kemana? Kok gak nyampe - nyampe ?" Sissy baru menyadari anak lelaki dan menantunya tak ada disana.


"Pulang dulu sepertinya. Kita susul ke rumahnya yuk." ajak Aca.


"Kalian telpon ajalah. Bunda pengen disini dulu." tolak Sissy.


Aca lalu menelepon Avi, berpura - pura menanyakan keberadaan mereka.

__ADS_1


"Bun, Yah, lihat ke luar yuk. Avi dan Ical ada di luar katanya." ajak Aca.


Mereka pun keluar rumah dan melihat mobil Iclal terparkir di garasi rumah sebelah.


"Loh itu kan mobil Ical. Ngapain disana ?" tanya Sissy.


"Gak tau Bun. Kita samperin ke dalam yuk." Aca menarik tangan Ayah dan Bundanya.


Terlihat pintu depan terbuka separuh. Rio coba mengintip ke dalam. Dilihatnya rumah penuh dengan dekorasi ala pesta. Disana juga ada makanan yang tertata rapi.


"Ini lagi mau ada acara sepertinya. Banyak makanan." kata Sissy yang ikut mengintip di pintu.


"Masuk aja Bun. Siapa tahu Ical ada di dalam." kata Aca.


"Gak enak lah sayang, ini kan rumah orang." tolak Sissy.


"Gak apa Bun. Yuk kita masuk." Aca menarik tangan Bundanya. Sang Ayah pun akhirnya mengikuti istri dan anaknya masuk ke dalam rumah itu.


Tak ada siapapun di ruang tamu itu. Hanya ada makanan dan dekorasi dengan sebuha tulisan.


"Selamat datang Ayah Rio dan Bunda Sissy." Rio membaca tulisan tersebut.


"Yah, Ini maksudnya apa ?" tanya Sissy.


"Aku juga gak tau Bun." jawab Rio.


"Surprise...." Ical dan Avi muncul dari dalam kamar.


"Hadiah ? Bunda gak salah denger Yah ?" Sissy bertanya pada Rio.


"Ayah juga gak tau Bun. Kalian gak bercanda kan ?" tanya Rio.


"Gak dong Yah. Rumah ini sengaja kami beli buat Ayah dan Bunda." kata Aca.


"Iya. Biar Ayah dan Bunda bisa dekat dengan anak dan cucu." Ical menambahkan.


"Alhamdulilah.. Surprise dari kalian sungguh luar biasa." Sissy memeluk anak dan menantunya bergantian.


"Tapi Maaf rumahnya gak sebesar rumah Aca. Ini sama persis dengan rumah Ical." Difan menambahkan.


"Besar atau kecil, ini semua sungguh membahagiakan buat Ayah dan Bunda." Rio terharu dengan perhatian dari anak dan menantunya.


"Terus rumah kita gimana ?" tanya Sissy.


"Itu terserah Ayah sama Bunda. Mau dijual atau dikontrakkan. Bebas." jawab Ical.


"Bun, Masih ada satu lagi surprise dari kami." kata Avi.


"Eh.. Suprise apa ? Kan udah semua." Aca bingung dengan ucapan Avi.

__ADS_1


"Maksudnya surprise dari Avi dan Mas Ical." Avi meralat ucapannya.


"Hadiah apa lagi ini ?" Sissy menerima sebuah kotak kecil dengan pita merah.


"Dibuka ding Bun, Yah." kata Ical sambil tersenyum.


"Ayah aja." Sissy menyodorkan kotak pada Rio.


Rio langsung membuka kotak hadiah itu. Didalamnya ada beberapa benda kecil dan sebuah surat.


"Selamat Yah, Bun.. Sebentar lagi akan menambah cucu. Baby Triplet. Semoga Ayah dan Bunda sehat selalu." Rio membacakan surat itu dengan mata berkaca - kaca.


"Nak, kamu hamil ?" Sissy memeluk Avi.


"Alhamdulillah Bun. Ada 3 di dalam sini." Avi menunjukkan perutnya yang sedikit buncit.


"Masya Allah. Kita kan dapat cucu banyak tahun ini." Sissy memeluk Rio, suaminya.


"Selamat ya Vi. Kamu hamil juga. Kita bisa barengan nanti periksanya." Aca memeluk iparnya.


"Pastinya. Semoga kita selalu sehat ya." Avu balas memeluk Aca.


"Berapa usia kandunganmu Vi ?" tanya Sissy.


"10 minggu." jawab Avi.


"Wah.. Beda sebulan sama kandunganku." kata Aca.


"Alhamdulilah rejeki kita sangat berlimpah tahun ini sayang." Rio memeluk dan mengecup kening sang istri.


"Alhamdulilah Mas." Sissy larut dalam pelukan sang suami.


Kedua anak mereka juga ikut bahagia dengan memeluk pasangan masing - masing. Untung si kembar sedang tidur jadi tidak mengganggu suasana bahagia dan romantis mereka semua.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2