Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#20 Calon istri (2)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Saat asik bercanda itulah, terlihat sosok yang sangat dikenalnya. Terlihat Ical menggandeng seorang perempuan dan berjalan ke arahnya.


"Gus, bukannya itu Mas Ical ? Sama siapa ?" tanya Avi.


"Mana Mbak ? Gak tau aku juga." Agus ikut mencari sosok calon kakak iparnya.


"Iya Teh. Itu Mas Ical sama cewek. Apa jangan - jangan dia bohong sama Mbak." ujar Lia membuat Avi menoleh kepadanya.


"Maksud kamu ?" Avi ingin memperjelas ucapan Lia.


"Jangan - jangan dia gak serius deketin Teteh. Buktinya sekarang jalan berdua sama cewek lain." jawab Lia.


"Mesra banget sih mereka." Agus menambahkan.


"Cari masalah dia sama kita Gus. Harus dikasih pelajaran." Bayu mulai emosi. Dia bahkan mengajak Agus untuk menghampiri Ical.


"Kalian jangan macam - macam. Biarin aja. Kalo semua benar, berarti dia bukan jodoh Teteh." Avi mencoba menenangkan adiknya. Padahal di dalam hatinya ada perasaan hancur. Sedih tasanya di saat mulai membuka hati ternyata lelaki itu hanya mempermainkannya.


Avi mengamati Ical dan juga perempuan yang sedang menggadengnya mesra itu.


"Assalamualaikum Vi." sapa Ical yang sudah berdiri di depan mereka.


"Waalaikumsalam Mas." jawab Avi sambil coba tersenyum.


"Kalian lagi jalan - jalan ya ?" tanya Ical pada Avi dan ketiga adiknya yang sedang duduk di bangku depan kafe.


"Iya. Mas juga lagi jalan - jalan ?" Avi mengamati perempuan berhijab coklat yang masih menggandeng mesra lengan Ical.


"Iya nih Aku lagi jalan - jalan sama.." Ical melotot menatap perempuan itu yang tak juga melepaskan tangannya dari lengan Ical.


"Sama cewek kamu Mas." potong Avi dengan kesal.


"Bukan... dia itu.." Ical hendak menjelaskan.


"Cewek kamu juga gak apa - apa kok Mas. Lagian kita kan belum terikat apapun." Lagi - lagi Avi memotong ucapan Ical.


"Hai kakak ipar." sapa perempuan itu yang ternyata Aca, saudara kembar Ical.


"Vi, kenalin ini Aca, dia sama suami dan anaknya juga kok." Ical melihat Avi yang hanya bengong melihat mereka.

__ADS_1


"Maksud kamu ? Dia..." Avi terbata - bata masih tak percaya.


"Iya.. Aku itu Aca, saudara kembar Ical. Kamu pikir aku ceweknya ya ?" goda Aca yang langsung membuat wajah cantik Avi merona merah.


"Maaf ya. Aku pikir tadi kamu tuh ceweknya Mas Ical." Avi tersenyum malu.


"Hehehe. Rencana aku berhasil dong Cal. Ternyata dia suka juga sama kamu." bisik Aca tapi masih terdengar oleh Avi dan yang lainnya.


"Kamu tuh. Iseng banget sih. Kasian tuh calon istri aku. Kalo tiba - tiba dia menghilang lagi gimana?" Ical mengomeli saudara kembarnya.


"Tenang aja dia pasti gak bakal nolak. kamu kok." kata Aca sambil tersenyum jahil.


"Awas ya kalo ngerjain calon istri aku lagi." ucap Ical yang langsung membuat Avi yang sedang minum tersedak.


"Gak kok Bos. Suami aku mana sih ? Kok lama banget." Aca mencari suami dan anaknya yang ditinggalkannya tadi.


"Maafin Aca ya Vi. Aku juga gak tau kalo dia mau jahil kayak tadi." kata Ical yang langsung duduk di depan Avi.


"Kok kebetulan banget ya Mas Ical kesini juga." tanya Avi.


"Berarti itu tandanya kita jodoh." jawab Ical asal.


"Bohong Teh. Emang Mas Ical yang suruh kita ngajak Teteh kesini." kata Agus.


"Kalian sekongkol ya." Avi memukul lengan Agus.


"Aku pengen ngenalin kamu sama Aca. Kebetulan lusa di pulang ke Bandung." kata Ical.


"Ooh.. Mereka tinggal di Bandung ?" tanya Avi.


"Iya. Tuh mereka datang." Ical menunjuk ke arah Aca yang berjalan bersama lelaki yang mendorong trolley kembar bayi.


"Hai Vi. Kenalin ini suami aku, Kak Difan." Aca mengenalkan suaminya.


Avi merapatkan kedua tangannya di depan dada. Difan pun mengurungkan niatnya untuk bersalaman.


"Dan mereka ini anak aku yang lucu dan imut. Kania dan Diana." Aca menunjuk dua bayi yang sedang tertidur di dalam trolley.


"Lucunya." gumam Avi sambil memandang dua bayi itu.


"Teh, bikinin dong yang kayak gitu." bisik Lia pada Avi.


"Kamu juga bisa bikin nanti sama Bayu." balas Avi sambil mencubit lengan adiknya.


"Kenalin ini adik - adik aku. Lia, Bayu dan Agus." Avi menunjuk dan menyebutkan nama ketiga adiknya.


"Kalian kayak seumuran. Tapi kok gak mirip ya ?" tanya Aca ceplas ceplos.

__ADS_1


"Iya Mbak. Kami saudara angkat di panti asuhan yang sama dengan Teh Avi." Bayu menjawab mewakili yang lainnya.


"Ooh.. Maaf ya." Aca jadi gak enak dengan ucapannya.


"Makanya kalo ngomong tuh dipikir dulu." tegur Difan pada istrinya.


"Iya Maaf Kak." Aca menyesal.


"Bagus Kak. Marahin aja istri kamu yang ceplas - ceplos itu." Ical menertawakan Aca.


"Ical..." Aca hendak mencubit Ical.


"Sayang.. Anak - anak nanti bangun loh." Difan menghentikan gerakan Aca. Aca pun mengurungkan niatnya untuk mencubit Ical.


"Syukurin." ledek Ical yang melihat Aca tak berkutik saat ada suaminya.


"Gak apa - apa kok." kata Avi sambil tersenyum.


"Akhirnya aku bakal punya saudara cewek juga." Aca langsung balas memeluk Avi.


"Enak ya bisa meluk dia. Aku aja gak pernah tuh dipeluk." gerutu Ical.


"Yee... Belum mahrom. Sabar dulu ya Bang." goda Difan sambil menepuk lembut bahu Ical.


"Sekarang aku wakilin dulu meluk dia nya." goda Aca. Avi lagi - lagi hanya tersipu malu melihat interaksi antara dua saudara kembar itu.


Mereka pun berkeliling di tempat wisata itu. Setelah satu jam berkeliling, si kembar pun terbangun. Aca menggendong salah satu bayi berumur 6 bulan itu. Avi ikut membantu menggedong yang satunya lagi.


"Cup.. sayang. Jangan nangis." Avi menimang - nimang Nia yang baru bangun.


"Pinter sayangnya Mama. Enak ya digendong sama Bunda." kata Aca menghoda putrinya.


"Nana.. Itu Bunda kamu." kata Aca sambil mencubit pipi Nana yang berada dalam gendongannya lembut.


"Bunda.." gumam Avi dalam hati. Entah kenapa hatinya sangat gembira mendengar panggilam yang diberikan Aca padanya.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2