
#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #
Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!
Selamat Membaca πππ
...****************...
Saat itu Ical dan Avi sedang di kamar. Avi menatap kaget pada isi bungkusan yang diberikan suaminya. Banyak tespek berbagai merek di dalamnya.
"Kalo gak percaya ya dicoba aja. Gak ada salahnya kan. Positif alhamdulilah, kalo negatif ya coba lagi." Ical mulai menciumi bahu Avi.
"Iya. Nanti aku coba." kata Avi.
"Kok nanti ? Sekarang aja." Ical tak sabar tahu hasilnya.
"Gak ah. Biar surprise." kata Avi sambil berdiri hendak keluar dari kamar.
Ical hanya menghela nafas panjang dan mencekal lengan sang istri, mencegahnya untuk keluar kamar. Segera dipeluknya kekasih halal yang sudah menemaninya hampir 5 tahun ini.
"Please Yang. Kamu tes sekarang ya. Biar aku gak penasaran." Ical berkata manja, lebih tepatnya sedikit merajuk. Avi menatap heran pada sang suami yang menjadi manja itu.
"Iya.. iya.. Aku tes sekarang. Mas tunggu disini." Avi mengambil beberapa buah tespek dan masuk ke kamar mandi. Ical mengikuti sang istri masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas, ngapain ikut masuk ?" protes Avi.
"Aku gak sabar sayang. Aku gak kau ada surprise - surprise lagi." jawab Ical santai.
Akhirnya Avi menampung ur*** nya di sebuah wadah dan memberikannya pada Ical.
"Nih.. Kamu aja yang tes." kata Avi sedikit kesal.
"Kok aku sih ? Aku gak tau caranya." kata Ical.
"Mas kan bisa baca petunjuk di kemasannya. Aku pusing, mau rebahan dulu." Avi keluar dari kamar mandi meninggalkan Ical.
Ical lalu membuka bungkus tespek dan mencelupkan ke dalam wadah ur*** itu.
Ditunggunya selama beberapa saat lalu diam terdiam melihat garis yang tercetak di tespek itu. Karena masih belum yakin, Ical kembali mencoba tespek yang lain. Dilihatnya hasilnya sama dengan tespek yang pertama.
"Sayang... Sayang..." Ical reflek berteriak memanggil istrinya.
"Apaan sih Mas ?" Avi balas berteriak dari atas tempat tidur.
"Yang... Lihat hasilnya..." Ical keluar dan menunjukkan tespek pada Avi.
"Mas... Ini... " Avi tercekat melihat hasil tespeknya.
__ADS_1
"Alhamdulilah sayang.. Kita akan punya anak lagi." Ical memeluk dan menciumi wajah Avi.
"Alhamdulilah Mas." Avi menangis haru dalam pelukan sang suami.
"Besok kita periksa ke dokter ya sayang. Semoga kembar lagi." Ical mengelus perut Avi yang masih rata.
"Iya Mas. Berapapun mereka harus kita syukuri." Avi menatap pada kekasih halalnya.
"Untuk sementara kita rahasiain dulu dari anak - anak dan juga mama." kata Ical.
"Iya Mas." jawab Avi.
Keesokan harinya Ical mengantar Avi periksa ke dokter kandungan.
Mereka memeriksakan kondisi kandungan Avi.
"Alhamdulilah kondisi janin sangat sehat. Sudah usia 8 minggu." dokter menjelaskan.
"Alhamdulilah. Makasih dok." kata Avi.
"Anaknya kembar lagi dok ?" tanya Ical.
"Sepertinya hanya ada satu kanting saja Pak." dokter menunjuk pada layar monitor.
"Gak apa dok. Alhamdulilah. Yang penting bayi dna ibunya sehat." sambung Ical.
"Iya dok. Insha Allah saya akan mengawasi dan menjaga istri dan ketiga anak kami." kata Ical. Dokter mengangguk dan tersenyum pada pasangan itu.
Setelah selesai mereka pun langsung meninggalkan tempat praktek dokter.
"Mau langsung pulang atau mampir kemana dulu ?" tanya Ical.
"Anterin beli kupat tahu dulu ya Mas. Yang di Taman Malabar." jawab Avi.
"Siap nyonya." Ical langsung tancap gas menuju tempat yang di mau sang istri.
"Bunda seneng banget kamu hamil lagi Vi." kata Sissy sambil memeluk menantunya.
"Alhamdulilah Bun. Doain semuanya lancar ya." kata Avi.
"Pasti selalu Bunda doain." kata Sissy.
"Kok Bunda sama Oma nangis sambil pelukan gitu ? Siapa yang jahatin kalian ?" tanya Abas sambil menghampiri kedua wanita itu.
"Gak ada yang jahat sayang. Bunda sama Oma nangis karena bahagia." Sissy memeluk Abas yang sudah mendekat.
"Emang bisa ya bahagia tapi menangis ?" Abas duduk di pangkuan sang Oma.
"Bisa. Tadi Bunda dan Oma bahagia karena sekarang di perut Bunda ada calon adik kamu." Sissy menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi Abas mau punya adik ?" Tanya Abas antusias.
"Iya sayang. Bunda sedang hamil." kali ini Avi yang menjawab.
Mendengar ucapan Oma dan Bunda nya, Abas langsung turun dan berlari menuju kedua saudara kembarnya yang sedang di kamar bermain.
Tak lama Abas kembali bersama Caca sambil berlari riang. Sedangkan Abi berjalan santai di belakang mereka.
"Bun, bener Caca mau punya adik ?" Caca menghampiri Avi dan menatap manja pada sang bunda.
"Iya sayang. Kalian akan punya adik." Avi mengusap lembut kepala sang putri.
"Asik... Kita akan punya adik !!!!" Caca bersorak riang.
"Adiknya ada berapa Bunda ? Ada 3 kayak kami ?" gantian Abi mendekat pada Avi.
"Tidak sayang. Adiknya cuma ada satu." Avi mengusap dan mencium kepala si sulung yang lebih kalem dari 2 adik kembarnya.
"Alhamdulilah. Abi senang Bunda." Abi memeluk Avi erat.
"Memang kalo adiknya ada 3 Aa gak suka ?" Avi bertanya dengan lembut.
"Gak. Nanti makin berisik di rumah. Mas dan Teteh aja sudah bikin sakit kuping." jawab Abi jujur.
"Gak boleh gitu sayang. Kalo gak ada Mas Abas dan Teteh Caca rumah akan sepi." Avi mengusap lembut kepala sang putra.
"Iya juga ya. Maafin Aa ya Bun." Abi mencium punggung tangan Avi.
"Iya. Bunda maafin. Ya sudah kita main lagi yuk." ajak Avi. Avi menemani triplet bermain. sesekali suara tawa terdengar dari mereka.
Sissy hanya tersenyum diam melihat interaksi menantu dan cucu nya. Sissy merasa sangat beruntung memiliki menantu yang sholehah seperti Avi yang bisa mendampingi anaknya dan juga mendidik cucu - cucu nya dengan baik.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita lain juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1