
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...*****...
"Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menemui kedua orangtuaku." ucap Ical yang berhasil membuat Avi tersedak minumannya.
"Pelan - pelan dong Vi." Ical menyodorkan selembar tisu pada gadis pujaan hatinya itu.
"Apa yang harus aku lakukan kalo ketemu orang tua Mas Ical ? Apa mereka akan menerima aku yang hanya anak yatim piatu ?" berjuta pertanyaan melintas di pikiran Avi.
"Tenang aja. Ayah dan Bunda ku orangnya baik kok." Ical coba menenangkan Avi.
"Tapi aku cuma anak yatim piatu Mas." kata Avi.
"Orangtuaku tak mempermasalahkan hal itu. Bagi mereka yang terpenting adalah kamu orang baik." Ucapan Ical berhasil membuat Avi lebih tenang.
"Kamu tau gak ? Saudara kembarku udah menikah dan baru saja punya anak. Jadi aku juga seorang Ayah. Kamu akan jadi Bunda juga. " cerita Ical.
"Kamu kembar Mas ?" Avi kaget mendengarnya.
"Iya. Kembaranku cewek, namanya Aca. Dia menikah sama anak dari sahabat Bunda." Ical bercerita lagi.
"Kok bisa ? Dijodohin ?" tanya Avi.
"Gak. Sebenarnya Aca udah suka sama Kak Difan sejak dulu. Tapi Kak Difan lebih menyukai anak sahabat Bunda yang lainnya, yang akhirnya menikah dengan Kak Dafa, saudara kembarnya. Trus Kak Difan juga hampir menikah tapi calon istrinya meninggal dalam kecelakaan." Ical bercerita panjang lebar. (Yang belum tahu kisahnya bisa baca di Kisah Cinta Sang Perawan Tua.)
"Jadi suaminya kembaran kamu juga anak kembar ?" Avi bingung dengam semua kebetulan ini.
"Iya. Lucuna, anak mereka juga kembar, cewek - cewek." Ical tertawa menceritakan takdir saudara kembarnya.
"Keren ya ?" komentar Avi.
"Nanti kalo kita menikah juga, bisa jadi anak kita kembar." goda Ical yang langsung membuat Avi tersipu malu.
"Apaan sih Mas. Belum tentu juga kita menikah." ucap Avi.
"Ya niat baik kan sebaiknya diwujudkan." kata Ical sambil melirik pada Avi.
Malam itu sebelum pulang, Ical membelikan nasi padang untuk Avi dan kedua temannya di kosan.
"Vi, aku boleh numpang ke kamar mandi gak ?" tanya Ical saat mereka sampai di kosan.
"Boleh Mas." Avi pun mengantar Ical ke kamar mandi umum di kosan itu.
"Eh.. Ada Mas ganteng." Sapa Ayu saat Ical baru keluar dari kamar mandi.
"Eh ada Ayu dan Linda. Saya langsung pamit pulang ya Vi. Biar gak kemalaman sampe rumahnya." kata Ical.
"Gak sholat magrib dulu Mas ?" tanya Avi.
"Biar nanti sholat di masjid depan gang aja. saya pamit dulu. Titip calon istri saya ya. Jangan boleh terlalu capek." pesan Ical sebelum meninggalkan kosan Avi.
Avi kaget dengan ucapan Ical. Hendak dicubit tapi bukan mahrom. Jadi Avi hanya bisa melotot.
"Cie.. Calon istri nih ye ?" ledek Ayu.
__ADS_1
"Wah.. Kayaknya Mbak Avi dulu nih yang bakal nikah." goda Linda.
"Apaan sih kalian. Dia tuh gak usah didengerin. Nih, kita makan aja." Avi mengeluarkan bungkusan nasi padang.
"Wah.. baik banget calon kakak ipar aku. Belum apa - apa udah traktir aja." goda Ayu.
"Sering - sering aja ya Mbak." sambung Linda.
Avi hanya tersenyum menanggapi ledekan mereka berdua.
Mereka bertiga makan dengan lahap. Sambil sesekali Ayu dan Linda memaksa Avi bercerita mengenai hubungannya dengan Ical.
"Jadi kapan Mbak mau nikahnya ?" tanya Ayu.
"Belum tau. Kan masih pengenalan selama 3 bulan. Kalo cocok kita lanjut membicarakan pernikahan, kalo gak cocok ya selesai." jawab Avi.
"Kayak magang aja. Ada masa percobaannya." ledek Linda.
"Mbak, terus gimana dengan Mas Rudi ?" tanya Ayu.
"Emang ada apa sama Mas Rudi ?" Avi balik bertanya.
"Dia kan suka sama Mbak. Orang di kantor semua sudah tau kok." Linda yang menjawab.
"Aku tuh gak ada apa - apa sama dia. Dari awal malah risih banget kalo ada dia. Apalagi dia sudah punya tunangan juga kan ?" kata Avi.
"Iya sih Mbak. Tapi dia bilang ke orang - orang kalo kalian tuh deket banget." kata Linda.
"Orang - orang di Expedisi juga taunya dia tuh pacaran sama Mbak." Ayu ikut menambahkan.
"Mana ada ! Lagian dia bukan tipe aku. Terlalu genit dan bawel." Avi menanggapi dengan sedikit kesal.
"Ya pastilah Yu. Kan udah kadi calon istri Mas Ical." Linda ikut meledek. Avi hanya tersenyum dengan muka merah merona.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kalian ada apa ngajakin Teteh ketemuan ?" Avi menatap curiga pada ketiga adiknya.
Kebetulan hari minggu ini, Bayu mengajak Avi untuk jalan - jalan ke Musium Angkut di Batu. Bukan suatu hal yang biasa mereka ngajak liburan. Avi merasa ada sesuatu yang tengah direncanakan oleh ketiga adiknya.
"Hehehe. Langsung ketauan ya ?" Agus cengar - cengir sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Kelihatan banget dari gelagat kalian. Mau introgasi Teteh ya ?" tebak Avi.
"Sedikit Teh. Kan kita harus tau juga." jawab Lia.
"Teteh sudah yakin dengan Mas Ical ?" tanya Agus to the point.
"Sedikit. Makanya ini masih dijalani." jawab Avi.
"Kalo boleh tau berapa persen nih ?" tanya Agus lagi.
"Ya sekitar 60% lah. Kan Teteh belum kenalan sama keluarganya.
"Kalo udah kenalan sama keluarganya bisa naik nih prosentasenya ?" goda Lia.
"Insha Allah. Tapi Teteh takut orangtuanya gak suka sama Teteh. Teteh kan anak yatim piatu." Avi mengungkapkan kegusarannya.
"Jangan gitu lah Teh. Kita juga ikut takut nih." kata Lia.
__ADS_1
"Tenang aja Li. Aku selalu ada buat kamu." Bayu menenangkan Lia.
Avi terdiam menatap kedua adik angkatnya itu. Dia baru menyadari ada sesuatu yang beda dengan sikap Bayu dan Lia. Kedekatan mereka seperti bukan kedekatan antar saudara.
"Bentar dulu. Sepertinya Teteh melewatkan sesuatu deh." pancing Avi sambil menatap Bayu dan Lia bergantian.
"Syukurin, ketahuan kan kalian." umpat Agus.
"Kalian pacaran ?" tanya Avi hati - hati.
"Iya Teh. Kita pacaran." Bayu menjawab mewakili Lia yang menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona.
"Kok bisa ? Sejak kapan ?" tanya Avi lagi.
"Setelah nganter Teteh pindahan, kita makin dekat. Trus jadian deh." kata Bayu.
"Teteh marah ?" tanya Lia.
"Selamat ya. Teteh ikut senang kok. Tapi kalian harus hati - hati pacarannya. Jangan kebablasan." kata Avi.
"Insha Allah. Kita juga mau nikah setelah Lia lulus kuliah." kata Bayu sambil tersenyum pada Lia.
"Alhamdulilah. Teteh dukung niat baik kalian." kata Avi.
"Menyisakan diriku yang jomblo." celetuk Agus kesal yang membuat semuanya tertawa.
"Sabar ya Mblo." ledek Bayu sambil menepuk punggung Agus.
Saat asik bercanda itulah, terlihat sosok yang sangat dikenalnya. Terlihat Ical menggandeng seorang perempuan dan berjalan ke arahnya.
"Gus, bukannya itu Mas Ical ? Sama siapa ?" tanya Avi.
"Mana Mbak ? Gak tau aku juga." Agus ikut mencari sosok calon kakak iparnya.
"Iya Teh. Itu Mas Ical sama cewek. Apa jangan - jangan dia bohong sama Mbak." ujar Lia membuat Avi menoleh kepadanya.
"Maksud kamu ?" Avi ingin memperjelas ucapan Lia.
"Jangan - jangan dia bohongan deketin Teteh." jawab Lia.
"Mesra banget sih mereka." Agus menambahkan.
"Cari masalah dia sama kita Gus. Harus dikasih pelajaran." Bayu mulai emosi. Dia bahkan mengajak Agus untuk menghampiri Ical.
"Kalian jangan macam - macam. Biarin aja. Kalo semua benar, berarti dia bukan jodoh Teteh." Avi mencoba menenangkan adiknya. Padahal di dalam hatinya ada perasaan hancur. Sedih tasanya di saat mulai membuka hati ternyata lelaki itu hanya mempermainkannya.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1