Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#76 Anggota Baru


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ?


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...****************...


Beberapa bulan kemudian


Usia kandungan Avi sudah memasuki waktu melahirkan, tinggal menunggu hari saja.


"Bun, Caca gak sabar ketemu adek cantik." Caca duduk di samping Avi sembari mengusap perut buncit Avi.


"Iya Teteh. Nanti kalo Adek sudah besar bisa main boneka barengan deh." jawab Avi sambil mengusap kepala sang putri. Ya, saat melakukan Usg, terlihat jenis kelamin calon anak keempat mereka perempuan.


"Bisa langsung ajak main ya Bunda ?" tanya Caca.


"No Teteh. Adek masih bayi, masih kecil. Cuma bisa tidur sama nangis." Abas yang menjawab.


"Mas sok Tau !!" protes Caca.


"Kan Mas lihat waktu tante Vanya punya bayi lagi. Dia cuma tidur sama nangis aja. Berisik !!" kata Abas.


"Mas nakal. Masa adek gak boleh main sama Teteh." protes Caca dengan mata berkaca - kaca.


"Bukan gak boleh sayang. Tapi adek masih kecil jadi belum bisa nemenin Teteh main. Nanti tahun depan baru bisa main sama Teteh." Avi menjelaskan pelan.


"Gitu ya Bunda. Jadi Teteh harus sabar nunggu adek besar ya." Caca tak jadi menangis.


"Betul sayang. Teteh dan Mas harus sabar nunggu adek sedikit besar." Avi tersenyum menatap kedua buah hatinya. Keduanya menggangguk menatap sang bunda. Saat ini mereka hanya bertiga di ruang tengah. Abi sedang ikut dengan Ical ke rumah Omanya.


Pagi harinya terlihat kehebohan di rumah Ical dan Avi.


"Tenang ya sayang. Tarik nafas perlahan." Sissy memegangi lengan menantunya.


"Iya Bun. Udah hilang lagi kok sakitnya." Avi mengusap perutnya.


"Cal, udah siap belum tas nya ?" teriak Sissy.


"Udah Bu. Sebentar Ical ganti baju dulu." Ical membalas ucapan Sissy dari balik pintu.


Tak lama Ical keluar dari kamar sambil membawa 2 tas.


"Ayo kita berangkat." Ajak Ical pada istri dan Ibunya.

__ADS_1


"Anak - anak gimana Mas ?" tanya Avi.


"Tenang.. Baby sitter nya udah datang." Aca yang menjawab sambil masuk ke rumah.


"Nitip anak - anak ya Ca." kata Avi.


"Siap iparku sayang. Semoga lahirannya lancar ya." Aca memeluk dan mencium pipi Avi.


"Makasih Ca. Berangkat dulu. Assalamualaikum." pamit Avi.


"Waalaikumsalam." jawab Aca.


"Mama.. Kapan Bunda sama adek bayi pulang ?" tanya Caca.


"Mama belum tau teteh. Sabar dulu ya." Aca mengusap kepala Caca lembut.


"Teteh udah gak sabar ya pengen lihat adek bayi ?" tanya Yoan yang ikut menjaga triplet.


"Iya Uti. Teteh pengen bisa main sama Adek." jawab Caca.


"Kan adek masih kecil, belum bisa main bareng Teteh." Yoan menjelaskan.


"Gitu ya ? Teteh maunya main sama adek." Caca merengek.


"Teteh, kan Bunda udah pernah jelasin ke kita kalo adek bayi baru bisa diajak main tahun depan." Abi mengingatkan.


Keesokan harinya Avi, Ical dan Sissy pulang dari rumah sakit membawa adek bayi.


"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.


"Waalaikumsalam. Teh, itu Bunda sama adek bayi udah pulang." Yoan berkata pada cucunya.


"Asik.. Bunda... Teteh mau lihat Adek." Caca berlari memeluk Avi.


"Sayang, pelan - pelan ya peluk Bundanya. Bunda kan baru aja melahirkan adek." Ical mengingatkan.


"Maaf Yah. Abisnya Teteh udah nungguin dari kemarin." Caca berkata pelan.


"Iya sayang. Adek sama Bunda baru boleh pulang hari ini. Tapi Teteh, Aa dan Mas gak nakal kan ?" tanya Avi yang duduk di sofa ruang tengah.


"Gak dong Bun." jawab Caca singkat.


"Boong Bun. Kemarin Teteh gak mau tidur, mau nungguin Bunda sama Adek bayi." adu Abas.


"Mas kok cepu sih." protes Caca pada saudara kembarnya.


"Biarin we.. Emang kayak gitu kan ?" kata Abas cuek.

__ADS_1


"Udah.. Udah.. Jangan berantem. Katanya maublihat adek bayi." Sissy menengahi pertengkaran cucunya.


"Adeknya lucu banget. Namanya siapa Bun ?" Caca mengusap pipi adek bayi dengan lembut.


"Tanya Ayah deh." kata Avi.


"Siapa namanya adek cantik Yah ?" kali ini Abi yang bertanya.


"Namanya Deandra Shaka Ayudia." jawab Ical sambil tersenyum pada triplet.


"Adek Dea. Kamu lucu deh." Abi memutuskan panggilan untuk adiknya.


"Iya. Kalian bisa panggil adek Dea." Avi membenarkan.


"Cantikan adek Dea ya daripada Caca." ledek Abas.


"Enak aja. Mas jahat. Kan Teteh juga cantik." protes Caca.


"Cantikan Adek dong." balas Abas.


"Iya bener. Adek lebih Cantik." Abi ikut menjahili Caca.


"Iih.. Kalian jahat. Teteh gak mau main sama Aa dan Mas lagi. Teteh mau mainnya sama Adek aja." Caca mulai kesal.


"Gak boleh gitu dong Mas, Aa. Teteh sama Adek sama - sama cantik." Avi coba melerai.


"Tuh.. Dengerin kata Bunda." Caca menghapus airmatanya dan menjulurkan lidahnya pada Abi dan Abas, dua saudaranya yang jahil.


Avi hanya tersenyum melihat interaksi ketiga anak kembarnya itu.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita lain juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2