Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#52 Syukuran 7 Bulanan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update tiap hari ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi ā˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca šŸ“–


...*****...


Hari berganti hari, Bulan berganti bulan. Tak terasa usia kandungan Avi sudah memasuki 7 bulan. Sissy berencana mengadakan pengajian 7 bulanan untuk Aca dan Avi. Meskipun untuk Aca sedikit terlambat, tapi justru Aca sendiri yang ingin syukuran 7 bulan kehamilannya berbarengan dengan iparnya. Sissy sangat bahagia akan mendapatkan 5 cucu lagi sekaligus. Avi mengandung janin kembar 3, sedangkan Aca mengandung janin kembar 2.


Syukuran kali ini disiapkan oleh Sissy dibantu Aca dan Reva keponakannya. Avi sendiri tidak ikut membantu karena kondisi kehamilannya yang sangat besar mengingat dia tengah mengandung 3 janin sekaligus.


"Yang, Kamu mau makan ?" tanya Ical melihat Avi yang sedang mengusap perutnya.


"Gak Mas. Ini Dedek bayinya pada nendang semua." jawab Avi sambil meringis.


"Sakit ya Yang ?" Ical membantu mengusap punggung Avi.


"Alhamdulilah Nikmat Yang." jawab Avi.


"Anak Ayah gak boleh berantem di dalam ya. Kasihan Bunda." Ical berbicara sambil mengusap perut buncit istrinya.


"Kayaknya mereka memang lagi berantem deh Yang." kata Avi sambil terkekeh.


"Coba bisa dipindahin. Biar aku aja yang ngerasain sakitnya." Ical mengusap kepala Avi.


"Janganlah. Ini kan hak istimewa seorang Ibu." Avi mencium pipi Ical.


"Vi, kamu udah coba baju buat siraman nanti ?" Reva tiba - tiba datang menghampiri mereka.


"Udah Mbak. Aku pakai yang Abu aja." jawab Avi.


"Ini beneran gak mau siraman ?" tanya Reva.


"Gak deh Mbak. Mending pengajian sama Bunda jual rujak aja." jawab Avi sambil tersenyum.


"Oh iya Vi. Cintya suruh ikutan sekalian ya." kata Sissy.


"Iya Bun. Udah aku bilangin kok." kata Sissy.


"Cintya hamilnya berapa bulan Vi ?" tanya Reva.


"Kayaknya 6 bulan deh." jawab Avi.


"Seru ya bisa hamil barengan sama ipar dan temen." kata Reva antusias.


"Mbak Re mau ikut hamil juga ?" goda Ical.


"Gak lag Cal. Dua juga udah cukup. Lagian umur Mbak udah hampir 40." Reva memukul lengan sepupunya itu.


"Ya gak apa Mbak. Masih kelihatan muda kok." kata Ical.


"Makasih. Kalian ajalah. Kasihan Mama kalo harus punya cucu lagi." kata Reva.


"Rico kan belum nikah juga Mbak." kata Ical.


"Iya juga ya. Aku sampai lupa kalo adikku belum nikah. Hehehe." kata Reva.


"Kenapa si Bule gak nikah - nikah sih ?" tiba - tiba Aca ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Entahlah. Katanya belum ada yang cocok." jawab Reva.


"Aku kenalin sama temen aku ah." kata Aca iseng.


"Gak usha ngide deh Ca. Rico mana mau dijodohin." kata Reva.


"Kan cuma ngenalin bukan jodohin." elak Aca.


"Ya terserah kamu aja. Kalo nggak bilang ke Mama aja." kata Reva.


"Ide yang bagus. Biar Mama aja yang jodohin Rico. Pasti gak bakal nolak kan ?" kata Aca.


"Seneng ya kalian punya anak kembar. Jadi iri deh. padahal ada turunan loh." kata Reva melihat Aca dan Avi.


"Kan Mbak Rara dapat anak kembar." kata Aca.


"Turunan dari siapa Mbak ?" tanya Avi.


"Nenek dari Papaku kan kembar." jawab Reva.


"Kayaknya harus hamil lagi deh biar dapat anak kembar. Mbak Rara kan hamil ketiga anaknya kembar." goda Aca.


"Gak deh Makasih. Emang abis ini kamu mau hamil lagi Ca ?" tanya Reva.


"Aku sih gak. Udah 4. Lagian ini juga kembar cowok, Udah cukup banget." jawab Aca.


"Iya ya. Dua kali hamil dapat double terus." kata Reva sambil tertawa kecil.


"Alhamdulilah. Rejekinya anak kembar. Papa Mamanya kan kembar jadi ya anak - anaknua kembar semua." Aca ikut tertawa bersama Reva.


"Kalo kamu mau hamil lagi Vi ?" tanya Reva.


"Mumpung masih muda, banyakin anak." kata Reva.


"Aamiin. Ya semoga rejekinya lancar." Avi mengaminkan ucapan Reva.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Acara syukuran 7 bulanan berjalan dengan lancar. Sissy sebagai sang empunya hajat terlihat bahagia. Wanita itu masih terlihat cantik di usianya yang sudah 60 tahun lebih.


Acara Syukuran yang lebih dikenal dengan TingkebanĀ adalah salah satuĀ tradisiĀ daur kehidupanĀ manusiaĀ dalamĀ selamatanĀ kehamilan yang menginjak usia kandungan tujuh bulan. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan mendoakan bayi yang dikandung agar terlahir dengan normal, lancar, dan dijauhkan dari berbagai kekurangan dan berbagai bahaya.Ā DiĀ Jawa terkenal juga dengan sebutanĀ mitoniĀ yang berasal dari kataĀ pituĀ yang berartiĀ tujuh. KataĀ pituĀ atau tujuh mengandungĀ do'aĀ dan harapan. Semoga kehamilan ini mendapat pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa,Ā bayi yang dikandung selamat, calonĀ ibuĀ yang mengandung selalu diberikanĀ kesehatanĀ dan keselamatan dalam proses persalinan. Mitoni juga terkenal dengan sebutan tingkeban.Ā 


sissy sepakat mengadakan Acara tingkeban yang lebih sederhana yaitu hanya acara selamatan saja dengan pembacaan surat Yasin, surat pendek lain dan do’a dan diakhiri dengan memberikan makanan dan membagikan rujak buah kepada para tamu yang hadir.


"Sayang, kamu capek ?" tanya Ical ketika acara selesai. Sekarang tersisa hanya keluarga mereka saja.


"Sedikit Mas." jawab Avi sambil memijat kakinya yang kesemutan.


"Mau aku ambilin apa ?" tanya Ical lagi.


"Minum aja deh Mas. Yang seger ya." jawab Avi.


Tak lama kemudian Ical tak hanya membawa minum tapi juga sepiring nasi kuning dan ayam bakar serta Lauk lainnya.


"Kamu makan juga ya." kata Ical.


"Iya Mas. Simpan dulu aja." Avi menikmati es teh yang terasa segar di tenggorokannya.


"Aku suapin ya. Aaa...." Ical menyodorka ln sesendok makanan di depan mulut Avi.

__ADS_1


"Kamu aja yang makan Mas." tolak Avi.


"Ayo kamu makan juga. Biat Triplet sehat." Ical menggunakan anak mereka untuk membujuk Avi.


Akhirnya Avi membuka mulutnya dan menikmati makanan itu.


"Mas juga makan." kata Avi melihat Ical hanya menyuapinya saja dari tadi.


"Iya ini aku makan." Ical menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.


"So sweet banget sih kalian." kata Cintya yang ikut bergabung dengan mereka.


"Kamu udah makan Cin ?" tanya Avi.


"Udah Mbak. Udah kenyang banget." jawab Cintya.


"Revan kemana ?" tanya Ical.


"Abang lagi nganterin Mami pulang dulu." jawab Cintya.


"Ooh.. Kamu tunggu disini aja dulu. Nanti pulangnya bareng - bareng." kata Avi.


"Ya Ampun Mbak. Rumah cuma berapa langkah aja pake harus bareng - bareng." kata Cintya.


"Ya maksudnya biar gak sendirian di rumah." elak Avi.


"Anak - anak Bunda, Nanti pulang bawa makanannya ya. Masih banyak tuh." Sissy datang menghampiri mereka.


"Iya Bun. Aca kemana Bun ?" tanya Avi.


"Udah pulang duluan. Si kembar rewel." jawab Sissy.


"Ooh.. Pasti capek daritadi lari - larian." kata Avi.


"Iya kayaknya. Lagian perut Aca juga udah besar banget. Pasti berat." Cintya ikut berkomentar.


"Apa kabar perutku ini ? Beda sebulan tapi lebuh besar dari Aca." Avi menunjuk perut buncitnya.


"Ya udah kamu pulang aja istirahat." kata Sissy.


"Bentar Bun. Mas Ical masih ngobrol sama relasinya. Sekalian nunggu Bang Revan juga." kata Avi.


"Oke deh. Bunda tinggal ke dalam dulu ya Bumil." Sissy menepuk pelan bahu Avi dan Cintya.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiā˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like šŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih šŸ™šŸ™šŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2