
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...*****...
Avi terbangun tepat jam 5 pagi. Dia langsung mengambil wudhu dan shalat. Kemudian dia keluar kamar menuju dapur menghampiri Sissy yang sedang memasak.
"Pagi Bun. Udah sibuk aja ?" sapa Avi.
"Pagi sayang. Kok sudah bangun ? Ini udah mau selesai kok." Sissy balas menyapa.
"Masak apa Bun ? Aku bantuin ya ?" kata Avi.
"Bunda bikin nasi goreng aja. Kamu bantuin bikin kopi aja buat Ayah dan Ical ya." kata Sissy.
"Siap Bun." Avi pun meracik kopi dan menyiramnya dengan Air mendidih.
Tak lama nasi goreng pun siap disajikan. Terlihat Rio dan Ical masuk dari halaman belakang. Ical langsung menuju ke kamar sedangkan Rio menghampiri dua perempuan itu di dapur.
"Wah.. sarapan spesial ini ?" Rio melirik pada Avi.
"Bukan aku Yah yang masak. Ini Bunda yang buat kok." kata Avi tersipu malu.
"Tapi kopinya spesial bikinan calon mantu." kata Sissy.
"Ayo kita sarapan." ajak Rio.
"Cuci muka dan tangan dulu dong." sergah Sissy.
"Udah dong Bun. Kan sebelum masuk udah cuci tangan." jawab Rio.
"Gini nih Ayah Ical. Pagi - pagi udah sibuk ngurusin ayam di kandang belakang." geruru Sissy.
"Ooh.. Ayah pelihara ayam juga ?" tanya Avi.
"Cuma hobi aja. Buat ngisi waktu juga." jawab Rio.
"Ayo kita makan dulu. Vi, tolong kamu panggilin Ical di kamarnya ya." kata Sissy.
Avi pun berjalan ke lantai dua. Dia mengetuk pintu kamar yang berwarna hitam.
"Mas... Dipanggil Bunda suruh sarapan dulu." kata Avi.
"Iya." Ical lalu membuka pintu kamarnya. Avi tertegun menatap sosok lelaki yang terlihat segar karena habis mandi itu.
__ADS_1
"Kenapa bengong ? Baru nyadar ya kalo aku keren ?" bisik Ical di telinga Avi.
"Apaan sih Mas." Avi hendak berbalik untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sabar. Nanti kalo udah halal bisa pandangin sepuasnya." goda Ical lebih lanjut.
Avi pun langsung bergegas turun menuju ke ruang makan.
Avi pun menikmati sarapannya dengan tenang tanpa berani menatap pada sang calon suami.
Selepas dhuhur, mereka bersiap untuk menjemput Bu Rumi dan keluarganya. Mereka berjanji akan makan siang bersama sebelum Bu Rumi sekeluarga kembali ke Bandung.
Kali ini Ical mengajak Bu Rumi untuk makan di restoran lesehan yang menjual makanan khas jawa timur. View nya di dekat pegunungan membuat suasana makan jadi menyenangkan.
"Bu, Nanti kalian datang lagi saat anak - anak akan menikah ya." kata Sissy.
"Insha Allah." jawab Bu Rumi.
"Insha Allah nanti saya ajak kakak saya juga. Kalo udah tau tanggal kan kami bisa kosongkan waktunya." Fahmi menambahkan.
"Sita juga diajak aja Kang. Udah kangen sama anak itu." kata Avi.
"Sita itu siapa ?" tanya Ical.
"Sita itu anaknya Teh Fina, kakak kang Fahmi." jawab Avi.
Tak terasa waktu sudah semakin dekat dengan jadwal penerbangan mereka.
"Bu, Pak, Kami pamit dulu ya. Biar gak telat." Bu Rumi memeluk Sissy.
"Iya Bu. Makasih sudah mau datang ketempat kami. Hati- hati di jalan." lanjut Sissy berganti memeluk Nita dan Fani.
"Jangan lupa kami tunggu 2 bulan lagi." kata Rio yang menyalami Fahmi.
"Insha Allah." kata Bu Rumi.
"Yah, Bun. Aku antar dulu mereka ke Surabaya ya." kata Ical.
"Iya. Kalian hati - hati." kata Rio.
Mereka berpisah di depan restoran. Ical dan Avi mengantar keluarga Bu Rumi ke Surabaya, sedangkan Rio dan Sissy pulang dengan menggunakan taksi online.
Sepanjang perjalanan, Fani terlihat mengoceh dengan riang. Hingga tak terasa waktu 2 jam sudah mereka lewati.
"Bu, janagn lupa nanti datang lagi pas Avi menikah ya." Avi memeluk Bu Rumi dengan erat.
"Insha Allah Nak." jawab Bu Rumi.
__ADS_1
"Teteh juga ya. Jangan lupa ajak Teh Fina dan Sita." Kali ini Avi sedang memeluk erat Nita, mantan majikan yang sudah menganggapnya keluarga.
"Iya. Insha Allah. Nanti Teteh ajak Dian juga. Semoga semuanya lancar ya." kata Nita.
"Aamiin." Avi dan semuanya mengaminkan.
Avi dan Ical menunggu sampai keempat orang itu masuk ke ruang tunggu.
"Kita langsung pulang ?" tanya Ical.
"Iya. Langsung aja. Emang mau kemana lagi ?" Avi balik bertanya.
"Ya siapa tau mau jalan - jalan dulu." jawab Ical.
"Nanti lagi deh Mas. Minggu depan aku mau belanja buat keperluan kita." kata Avi.
"Oke. Aku temani ya." kata Ical.
"Iya. Tapi aku ajak Ayu dan Linda juga ya." kata Avi.
"Kenapa ngajak mereka." protes Ical.
"Ya gak mungkin lah kita berduaan. Biar lebih tenang." kata Avi.
"Aku jadi ngawal 3 cewek dong." kata Ical.
"Biar kamu jadi yang paling ganteng." goda Avi.
"Oke deh. Terserah kamu aja." kata Ical.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Malang. Bersiap untuk kembali ke realita pekerjaan esok harinya.
...***...
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1