Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#16 PeDeKaTe


__ADS_3

Avi bangun lebih pagi karena butuh waktu satu jam untuk sampai ke tempat kerjanya yang lumayan jauh.


Avi memilih naik angkot menuju ke kantornya.


"Assalamualaikum. Selamat pagi." Avi menyapa Ayu, sang resepsionis di kantor Alamanda Express.


"Pagi Mbak." kata Ayu dengan ramah.


"Pak Haris apa sudah datang ?" tanya Avi.


"Lin, ini Bu Shavira sudah datang." kata Ayu pada Linda, sekretaris Pak Haris.


"Assalamualaikum Lin. Cantik bener hari ini." sapa Avi.


"Mabk Avi bisa aja." Linda tersipu malu.


"Pak Haris nya belum datang ?" tanya Avi.


"Pak Haris tidak datang ke kantor hari ini. Beliau ada urusan keluarga mendadak." Linda menjelaskan.


"Ya udah Lin. Aku ke ruangan dulu ya." kata Avi.


"Vi, ini ada berkas yang harus kamu pelajari." Rudi mencegat Avi sebelum masuk ke ruangannya.


"Lah, masa ini semua saya kerjain sendirian Mas. Kan banyak." kata Avi lesu.


"Sabar aja. Kita setelah beres di audit, akan merekrut lagi karyawan untuk akunting dan HRD." Rudi menjelaskan.


"Syukurlah. Aku kira bakal kerja sendirian terus." kata Avi lega.


"Kamu gak sendirian kok, kan ada saya." goda Rudi. Avi hanya menanggapi dengan tersenyum. Sejak awal dia sudah tak suka dengan Rudi yang sedikit genit. Padahal kabarnya Rudi sudah punya tunangan.


"Ya sudah. Kamu bisa pelajari dulu berkas - berkas ini. Saya kembali ke ruangan saya ya." kata Rudi yang melihat Avi hanya diam saja.


Setelah Rudi keluar, Avi pun membuka berkas dan mempelajarinya. Avi begitu larut dalam pekerjaannya hingga tak terasa sudah jam makan siang.


"Mbak Avi, mau makan siang bareng ?" Linda mengetuk pintu ruangan Avi dan masuk ke dalamnya.


"Eh.. Udah jam berapa ?" tanya Avi sambil melihat jam di ponselnya.


"Udah dhuhur Mbak." jawab Linda.


"Ayo deh. Aku juga sudah lapar." Avi mengambil tasnya dan mengikuti Linda keluar dari ruangan.


"Mau makan apa Mbak ?" tanya Linda.


"Terserah deh. " jawab Avi.


"Bakso atau soto ya Mbak ?" Linda bingung dengan pilihannya.


"Terserah kamu aja. Kita berdua aja ?" tanya Avi.


"Bareng sama Ayu juga. Sekalian kita hampiri dia." jawab Linda.


Mereka bertiga pun sepakat menuju warung bakso yang letaknya di ruko samping kantor mereka.


Sambil menunggu pesanan datang. Mereka pun mengobrol.


"Mbak, jadi pindah kost ?" tanya Ayu.


"Jadi. Mungkin minggu depan mulai resmi pindah." jawab Avi.


"Kosan yang di gang 2 itu kan Mbak ?" tanya Ayu lagi.


"Iya. Lumayan besar. Kamarnya juga bagus. Trus disana khusus putri." jawab Avi.


"Ada yang kosong lagi gak ?" tanya Linda.


"Kemarin sih ada 3 kamar yang kosong. Kamu mau pindah ?" Avi balik bertanya.


"Pengennya Mbak. Abis di kosan aku kan campur. Mulai gak nyaman." kata Linda.

__ADS_1


"Nanti kamu main dulu aja ke kosan aku. Baru mutusin mau pindah atau gak." usul Avi.


"Betul juga tuh. Ntar aku main ya Mbak." kata Linda dengan manja.


"Iya." Avi hanya tersenyum.


Sebenarnya usia mereka bertiga hanya selisih beberapa tahun tapi sikap Avi yang dewasa membuat Ayu dan Linda senang bersikap manja padanya. Linda dan Ayu hanya terpaut 2 tahun dari Avi. Suasana hening seketika, hanya terdengar denting sendok dan mangkuk yang beradu ketika mereka menikmati bakso pesanan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*trrt.. trtt.. *


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Vi, lagi ngapain ?"


"Baru pulang kerja Mas. Lagi nyantei aja."


"Kamu udah makan ?"


"Udah Mas. Tadi pulang kantor seklaian beli makan malam."


"Vi, kantor kamu dimana sih ? kok baru pulang jam segini ?"


"Kantor aku di Singosari Mas. Tiap hari aku pp."


"Jauh amat. Gak capek apa ?"


"Capek banget. Makanya aku mau pindah kost deket kantor."


"Kapan pindahannya ?"


"Insha Allah hari minggu."


"Boleh saya antar ?"


"Gak repot kok. Saya seneng malahan bisa bantuin kamu."


"Iya deh. Boleh Mas."


"Oke deh. Nanti kabar - kabarin lagi ya. Sekarang kamu istirahat aja, pasti capek kan."


"Iya Mas. Makasih."


Telepon pun terputus. Ical menyimpan ponselnya sambil terus tersenyum. Semoga pendekatanku berjalan dengan lancar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Siang itu Ical dalam perjalanan pulang dari bertemu klien di Surabaya. Alih - alih lewat jalan tol yang lebih cepat, Ical memilih melalui jalur biasa. Ya, Ical berniat mampir ke kantor Avi untuk menjemputnya. Kebetulan sudah jam pulang kantor. Ical mencari - cari dimana letak kantor Alamanda Express. Akhirnya Ical sampai di parkiran Alamanda Express. Ical pun turun dan masuk ke dalam Alamanda Express.


"Ada yang bisa kami bantu Pak." tanya Satpam yang berjaga di depan.


"Saya mau ketemu Bu Shavira." jawab Ical.


"Oh.. Kalo untuk karyawan, coba tanya di resepsionis di kantor sebelah Pak. Disini khusus untuk pengiriman atau pengambilan paket." kata Satpam itu.


"Makasih Pak." Ical pun keluar dan langsung menuju gedung sebelah.


Ical langsung menghampiri resepsionis di gedung sebelah seperti yang dikatakan satpam tadi.


"Permisi Mbak. Shavira nya sudah pulang ?" tanya Ical. Ayu hanya tertegun menatap wajah Ical yang terlihat teduh dan berkharisma.


"Ganteng banget sih. Tipe gue banget ini." gumam Ayu dalam hati.


"Mbak.. Permisi." Ical menggoyangkan tangan di depan Ayu.


"Eh.. Maaf Mas. Apa yang bisa saya bantu ?" tanya Ayu yang baru kembali dari lamunannya.


"Shavira nya ada ?" kata Ical dengan sabar.

__ADS_1


"Mbak Shavira masih di ruangannya Mas. Sebentar lagi juga keluar." kata Ayu yang tetap memandang Ical.


"Saya tunggu disana aja ya Mbak." kata Ical yang tak ditanggapi oleh Ayu yang masih tak berkedip memandangnya. Ical pun duduk di kursi tunggu sambil menunggu Avi keluar.


Tak lama Avi keluar bersama seorang perempuan dan 2 orang pria. Salah satu dari pria itu pergi terlebih dahulu, Avi dan kedua rekannya membungkuk sedikit.


"Avi.." Ical pun memanggil Avi.


"Mas Ical ?" Avi terkejut dengan kehadiran Ical.


"Kebetulan tadi aku lewat sini, Sekalian mampir deh." kata Ical.


"Iya Mas. Kebetulan banget ya." kata Avi sedikit lirih.


"Ayo aku antar pulang." kata Ical.


"Iya. Mas, Linda, Ayu, aku pulang duluan ya." pamit Avi kepada rekan - rekannya.


Avi pun mengikuti Ical menuju ke mobilnya.


"Mas dari mana kok bisa kebetulan lewat sini ?" tanya Avi.


"Tadi abis ketemu klien di Surabaya. Sekalian mampir deh, pengen jemput kamu." jawab Ical jujur.


"Kenapa gak lewat jalan tol aja Mas. Kan lebih cepet ?" tanya Avi lagi.


"Ya sengaja, biar bisa ketemu kamu." jawab Ical.


"Vi, kita mampir makan dulu yuk ?" ajak Ical.


"Boleh Mas. Tapi sebelumnya kita cari masjid dulu ya. Udah mau magrib Mas." kata Avi.


"Iya." Ical menoleh sekilas pada perempuan cantik dan sholehah di sampingnya.


"Vi, Aku boleh kan mengenal kamu lebih jauh ?" tanya Ical saat mereka sedang menikmati makanannya.


"Boleh Mas. Ini juga kan kita sedang mengenal." jawab Avi.


"Iya ya. Aku juga boleh kan sering main ke rumah kamu ?" tanya Ical lagi.


"Kalo itu aku kurang setuju Mas." jawab Avi sambil menunduk.


"Loh kenapa ?" Ical sedikit kecewa dengan penolakan Avi.


"Aku gak ingin pacaran Mas. Kalo kita sering bertemu, nantinya akan menimbulkan fitnah Mas." jawab Avi.


"Kita kan masih bisa berhubungan lewat telepon atau chat." lanjut Avi.


"Kalo Mas kangen ingin ketemu kamu gimana ?" tanya Ical lagi.


"Kita bisa bertemu dengan ditemani oleh orang lain juga Mas. Jadi kita tidak berdua saja." jawab Avi.


"Makasih ya Vi." kata Ical sambil tersenyum.


Avi pun membalas senyuman itu.


Ya, Avi memang sudah memutuskan untuk membuka hatinya untuk pria ini. Avi juga ingin mengenal sosok Ical lebih jauh. Semoga saja mereka berjodoh ya.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2