
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
Akhirnya masa cuti Avi sudah habis. Pagi ini dia sedang bersiap di kamarnya setelah menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Yang, Ayo kita makan." ajak Ical yang memakai kemeja rapi.
"Bentar Mas. Aku pakai jilbab dulu." kata Avi.
Ical duduk di tepi ranjang memperhatikan sang istri yang tengah memakai hijabnya. Tak lupa dipoleskan bedak dan lipstik tipis agar tidak pucat.
"Kamu ngapain sih Mas, Liatin aku kayak gitu ?" tegur Avi malu - malu.
"Lagi liatin bidadari sedang dandan." gombal Ical.
"Ish.. Pagi - pagi udah gombal." ledek Avi.
"Cantiknya istriku ini." Ical menghampiri dan mengecup pipi Avi bertubi - tubi.
"Mas... Basah semua nih." protes Avi.
"Abisnya kamu gemesin." Ical mencubit hidung Avi.
"Udah yuk kita sarapan dulu. Nanti telat lagi ke kantornya." Avi menarik tangan Ical keluar dari kamar.
Ical dan Avi pun menikmati nasi goreng buatan Avi.
"Makasih sarapannya sayang. Enak banget." puji Ical sambil menyesap kopinya.
"Sama - sama sayang." kata Avi.
"Biar aku yang cuci piringnya." Ical mengambil alih piring kotor yang dibawa Avi.
Ical mencuci piring dan gelas kotor bekas sarapan mereka sedangkan Avi membersihkan dan merapikan meja makan.
Lalu mereka berangkat ke kantor.
"Nanti pulangnya aku jemput." kata Ical.
"Iya Mas. Nanti kabarin ya kalo udah sampai kantor." kata Avi sebelum turun dari mobil.
Tak lupa Avi mencium tangan suaminya yang dibalas dengan kecupan oleh Ical.
Avi masuk ke kantornya dan langsung disambut oleh Ayu yang sudah berjaga di meja resepsionis.
"Wah.. Pengantin baru udah datang." sapa Ayu.
"Asslaamualaikum Yu." sapa Avi sumringah.
"Walaaikumsalam. Cie.. Seger banget Mbak." ledek Ayu.
"Seger dong, kan udah gak sendirian lagi sekarang." jawab Avi tersenyum.
"Jadi pengen nikah juga." kata Ayu.
__ADS_1
"Aku ke atas dulu ya." kata Avi menuju ke lift.
Sampai di depan ruangan Avi menghentikan langkahnya saat melihat Pak Haris.
"Assalamualaikum Shavira. Selamat ya atas pernikahan kamu. Maaf kemarin tidak bisa datang, adik ipar saya juga menikah." kata Haris.
"Waalaikumsalam. Makasih Pak. Gak apa - apa Pak. Keluarga kan harus diutamakan. Yang penting kan hadiahnya sudah kami terima." kata Avi sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
"Iya betul. Baiklah, Selamat bekerja." Haris meninggalkan Avi.
"Assalamualaikum. Selamat Pagi." Avi membuka pintu ruangan Accounting.
"Surprise... Happy Wedding..." teriak mereka kompak. Ruangan didekorasi dengan bunga mawar dan balon - balon lucu.
"Wah.. Indah sekali. Terima Kasih ya semuanya." Avi menyalami dan memeluk bawahannya yang perempuan.
"Ini hadiah buat Ibu." Arif memberikan kotak yang dibungkus rapi oleh kertas kado.
"Dibukanya di rumah aja ya Bu." kata Suci, staf Accounting perempuan satu - satunya.
"Makasih ya. Padahal kan kalian sudah datang juga ke acara saya kemarin." kata Avi.
"Ini hadiah tambahan spesial dari kami. Semoga Ibu suka." kata Hendra, staf yang lain.
"Seklai lagi makasih ya. Kalian bisa kembali kerja." kata Avi.
"Siap Bu." jawab mereka serempak.
"Oh iya. Nanti makan siang saya yang traktir ya. Kaliab mau apa bilang aja." kata Avi.
"Wah.. Asik. Siap Bu." jawab Arif mewakili rekan yang lain.
Seelah mengantar Avi, Ical pun melajukan mobilnya ke kantor Advertising yang terletak di depan Bengkel Pelangi.
Kondisi kantor telihat sepi bahkan Indri sang resepsionis tak nampak di mejanya. Ical tak mencurigai apapun. Hingga saat dirinya membuka ruang kerjanya dan Revan.
"Selamat datang pengantin baru.." teriak Revan dan karyawannya kompak. Disana juga tampak Ayah Rio, Papa Alif, Papa Topan dan Panda Faisal.
"Waduh.. ada apaan nih. Jadi malu." kata Ical sambil menyimpan tas di mejanya.
"Selamat datang kembali ya Nak." Rio memeluk sang anak.
"Selamat menjadi suami. Harus semangat mencari nafkah untuk istri." Alif memeluk Ical.
Yang lain pun bergantian ikut memeluk Ical yang sudah dianggap anak sendiri oleh mereka.
Para karyawan juga menyalami Ical.
"Ini hadiah dari kami buat Mas Ical." Andi mewakili karyawan yang lain memberikan sebuah amplop pada Ical.
"Wah.. apa nih. Kok tipis ?" kaat Ical sambil membuka amplop itu perlahan. Ternyata di dalamnya ada voucher makan dari beberapa resto di Malang.
"Itu Vouchernya bisa digunakan sekali saja sebelum akhir tahun ini." kata Indri.
"Makasih ya. Kalian memang karyawan terbaik." puji Ical pada karyawan yang sudah seperti keluarga.
"Kalo terbaik boleh dong naik gaji." celetuk Yoga, staff desain graphis.
"Kalo itu mah minta sama Bos Revan aja." kata Ical sambil melirik pada Revan yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Nantilah kita bikin gathering aja ya." kata Revan.
"Kapan Bang ?" tanya Andi.
"Pastinya setelah gue married." jawab Revan.
Semua karyawan bersorak gembira.
"Papa diajak juga kan ?" tanya Topan iseng.
"Maaf Pa. Ini acara anak muda." jawab Revan sambil tertawa.
Topan dan yang lainnya ikut tertawa.
"Sudah.. Sudah.. Sekarang kita nikmati makanannya. Setelah itu kembali ke pekerjaan masing - masing." kata Revan.
Mereka pun mengambil kotak makanan yang sudah disiapkan oleh Rio.
"Ayah, Papa dan Panda gak ikut makan disini ?" tanya Ical yang melihat keempat lelaki separuh baya itu hendak keluar ruangan.
"Kami makan di bengkel aja. Silahkan kalian nikmati makanannya." kata Rio.
Ical, Revan dan yang lainnya pun menikmati makanan yang dibelikan oleh Rio.
Setelah itu mereka kembali mengerjakan permintaan klien yang sudah menunggu untuk dikerjakan.
"Cal, kayaknya kita harus tambah staf desain deh !" kata Revan.
"Betul juga ya. Klien kita semakin banyak." kata Ical.
"Lalu ruangan juga perlu diperbesar apalagi bagian produksi juga mulai masuk disini." kata Revan lagi.
"Gimana kalo kita sewa kantor dekat rumah aja buat tempat produksinya." usul Ical.
"Boleh juga. Kan gue juga bakal pindah sana ya. Jadi kita ngantornya bisa lebih dekat." kata Revan.
"Nanti aku survey lokasi deh." kata Ical.
"Oke. Gue temenin." kata Revan.
"Oke bos." kata Ical.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1