Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#28 Kedatangan Keluarga Fahmi


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Hari ini libur panjang. Karena ada tanggal merah di hari jumat. Avi masih malas - malasan di kosannya. Ayu sedang pulang kampung ke rumahnya di Semarang. Sedangkan Linda sejak kemarin berlibur ke Bali bersama keluarga calon suaminya.


"Sepi banget di kosan. Enaknya ngapain ya ?" Avi bergumam sendiri.


"Mas Ical juga tumben gak hubungi aku ? Biasanya kan dia ngajakin jalan atau main ke rumahnya." gerutu Avi lagi.


Sampai jam sepuluh Avi masih bermain ponsel sambil tiduran di ranjangnya. Bahkan saking mager nya Avi memilih membeli makanan lewat aplikasi ojek online.


*kring... kring... * Hp Avi berbunyi.


"Assalamualaikum Mas."


"Waalaikumsalam. Lagi ngapain ?"


"Lagi mager aja Mas. Ada apa ya Mas ?"


"Aku mau jemput kamu. Kita main ke rumah ya. Bunda nanyain kamu terus."


"Udah siang Mas. Panas."


"Kan naik mobil sayang, bukan jalan kaki."


"Iya deh. Aku siap - siap dulu."


"Oh iya Vi. Nanti aku tunggu di M**** Ch**** dekat kantor kamu ya. Sekalian pengen beli burger dulu."


"Yah.. Harus jalan dong."


"Jalan dikit Yang. Biar gak kelamaan. Jadi aku sekalian pesen sambil nunggu kamu."


"Iya deh."


"Kamu berangkat 20 menit lagi ya. Ini aku mau udah jalan."


"Iya."


Avi lalu menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap - siap. Avi memilih memakai gamis biru muda dengan hijab segiempat warna abu - abu. Tak lupa memakai sneaker biar lebih nyaman dipake jalan kaki.


...



(source : google)...


Sekitar 10 menit, Avi sampai di M**** Ch****. Avi langsung mengeluarkan ponselnya menghubungi Ical.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Mas, Udah sampai ?"


"Udah. Aku lagi antri di kasir nih."

__ADS_1


"Oh.. Aku kesitu ya Mas."


"Iya."


Avi langsung masuk dan melihat Ical sedang memesan makanannya.


"Kok pesennya banyak sih Mas." tanya Avi keheranan.


"Iya. Aku pengen makan disini. Laper." jawab Ical sambil tersenyum penuh misteri.


"Hhmm.. Iya udah. Aku temenin." kata Avi.


"Kita makan di lantai atas aja ya. Biar bisa ngobrol santai." ajak Ical. Avi menatap ruangan di lantai satu yang ******* penuh.


Tanpa curiga Avi mengikuti Ical ke lantai atas.


Ical berjalan menuju ke tempat duduk yang terletak di sebelah arena bermain anak.


Ical hendak menyimpan nampan makanannya di sebuah meja yang terlihat tampak belakang seorang perempuan sedang duduk sendirian.


"Mas, ini udah ada orangnya." bisik Avi menarik tangan Ical agar tak meletakkan nampan di meja itu.


"Biarin ajalah. Kan kita bisa kenalan." kata Ical ikut berbisik.


"Tempat lain banyak yang masih kosong kok Mas. Di sebelah sana aja yuk." Avi menarik ujung lengan baju Ical.


"Aku pengen disini sayang. Aku pengen kenalan sama mereka." kata Ical.


"Iseng banget sih Mas. Kenalan sama orang asing." gerutu Avi.


"Kata siapa mereka orang asing. Kamu pasti kenal sama mereka." Avi hanya terdiam menatap perempuan itu yang membalikkan badan dan tersenyum padanya.


"Assalamualaikum Anak cantik. Gimana kabar kamu ?" Bi Rumi mendekat dan memeluk Avi.


"Waalaikumsalam. Alhamdulilah baik Bu. Ibu sehat ?" Avi masih tak berkedip memandang perempuan di depannya.


"Alhamdulilah. Ibu juga sehat." Bu Rumi mengusap airmata yang mengalir di pipi Avi dan pipinya sendiri.


"Vi, apa kabar ?" seru perempuan lain dari arah arena bermain sambil menuntun seorang anak kecil umur 3 tahun. Disampingnya ada seorang laki - laki juga.


"Teh Nita ? Kang Fahmi ? Fani ?" seru Avi masih tak percaya.


"Iya. Ini kami Vi." Nita memeluk dan mencium pipi Avi.


"Ya Allah. Si kecil Fani udah besar sekarang ?" Avi memeluk dan menggendong anak Nita dan Fahmi.


"Kamu duduk dulu Vi." Ical menarik sebuah kursi agar Avi bisa duduk.


"Kok kalian bisa disini ?" tanya Avi.


"Calon suami kamu yang mengundang kami Vi." jawab Fahmi.


"Mas.. Kamu nih." Avi tak meneruskan ucapannya.


"Minggu lalu ada perempuan yang katanya saudara Ical datang ke rumah kami. Trus akhirnya calon suami kamu ngundang kami buat ketemu sama kamu." Nita menceritakan semuanya.


"Aku gak enak jadi ngerepotin kamu Mas." kata Avi terharu.


"Biasa aja. Aku juga ingin mengenal orang - orang yang sudah kamu anggap keluarga." jawab Ical dengan santai.

__ADS_1


"Alhamdulilah kamu terlihat sehat dan bahagia." Bu Rumi mengusap lembut kepala Avi yang tertutup hijab.


"Ayo kita ngobrol sambil makan. Abis ini aku antar kalian ke hotel." kata Ical.


Mereka pun menikmati makanan sambil mengobrol santai.


Setelah selesai makan, Ical langsung mengajak mereka semua menuju hotel yang sudah dipesannya untuk 2 hari ini. Hotelnta kali ini terletak di dekat alun - alun kota Malang.


"Kalian emang pasangan serasi ya. Lihat ? Baju kalian aja bisa sama gitu warnanya ?" celetuk Nita sambil tertawa kecil.


Avi dan Ical reflek memandang pada pakaian mereka bergantian. Bu Rumi dan Fahmi juga melakukan hal yang sama.



(Source : google)


"Iya juga ya. Padahal gak janjian loh." kata Ical.


"Masa sih ?" goda Fahmi.


"Bener Kang. Kita gak janjian mau pake baju warna apa. Kebetulan aja ini mah." Avi ikut menyanggah.


"Kebetulan yang indah kan. Chemistry kalian sungguh kuat." komentar Fahmi.


"Semoga memang berjodoh." doa Bu Rumi yang langsung di amin kan semuanya.


Ical dan Avi mengantar Bu Rumi dan keluarganya ke kamar.


"Maaf ya Bu. Saya cuma pesan 1 kamar. Soalnya libur panjang gini pasti penuh." kata Ical.


"Gak apa - apa Nak. Makasih loh udah disiapin hotel nya juga." kata Bu Rumi.


"Sama - sama Bu." jawab Ical mengangguk hormat.


"Kamu nginep sini juga ya Vi." tanya Nita.


"Maaf Teh. Avi kayaknya nginep di rumah saya. Nanti malam kita jemput lagi kesini buat makan malam." kata Ical.


"Lah aku kan gak bawa baju Mas." bisik Avi.


"Nanti kita belanja baju di Ra****na deh. Biar gak bolak - balik." Ical ikut berbisik.


"Oke deh. Kebetulan aku juga perlu baju baru." kata Avi.


Avi dan Ical pun pamit dan menuju ke rumah Orangtua Ical. Sebelumnya mereka mampir dulu ke Ra****na untuk membeli baju untuk Avi.


...***...


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2