Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#34 Dipingit


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Menjelang pernikahan Ical dan Avi yang kurang seminggu lagi, rumah Sissy sedang sibuk menyiapkan semuanya. Aca dan si kembar sudah datang ke rumah sang Bunda.


Acara pernikahan akan berlangsung sederhana. Resepsi sederhana yang bertempat di rumah Ical hanya mengundang keluarga, kerabat dan rekan kerja Avi dan Ical.


Avi masih sibuk bekerja menyelesaikan pekerjaannya sebelum nantinya akan cuti selama 2 minggu.


"Calon pengantin belum libur juga ?" ledek Aris, rekan kerjanya sesama akunting.


"Iya nih. Masih selesaiin kerjaan dulu sebelum cuti." jawab Avi sambil tersenyum.


"Beneran ya kamu bakal cuti 2 minggu ?" tanya Aris.


"Iya. Kan aku selama ini gak pernah cuti. Jadi cutinya numpuk." jawab Avi.


"Enak ya. Abis nikah trus honeymoon ?" tanya Aris lagi.


"Kayaknya sih. Tapi belum tau mau kemana. Surprise kata calon suami aku." Avi terlihat bahagia saat bercerita.


"Wah.. Keren juga calon suami kamu." puji Aris.


"Biasa aja. Bukannya suami biasanya gitu ya ? Apalagi pas baru mendapatkan yang diinginkan. Entah kalo udah lama nikah." lanjut Avi.


"Tau aja. Emang biasanya sih gitu." kata Aris sambil menerawang.


"Kamu juga gitu ya ?" sindir Avi.


"Sedikit. Jujur, kadang kita merasa bosan sama pasangan kita yang cerewet, suka ngatur, jadi ya kayak udah males mau romantis - romantisan." kata Aris.


"Hhmm.. Gitu ya. Semoga aja Mas Ical nanti gak kayak gitu." kata Avi lirih.


Mereka pun melanjutkan pekerjaan tanpa mengobrol lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ical terlihat gelisah di kamarnya. Dia sangat rindu dengan calon istrinya. Bunda dan Aca memaksa keduanya untuk tidak bertemu. Selama 4 hari ini mereka hanya komunikasi lewat panggilan video atau telepon. Itu karena kejadian tadi siang.


flashback on


Tadi siang saat Ical hendak menghubungi sang calon istri, tiba - tiba Aca merebut ponselnya.


"Maaf ya Sayangku. Mulai hari ini gak boleh telponan sama Avi." kata Aca.


"Aku kan cuma telpon aja Ca. Masa gak boleh ?" kata Ical dengan memelas.


"Gak boleh. Biar greget atuh Cal, jadi pas nikahan kangennya maksimal." Aca menjelaskan maksudnya.

__ADS_1


"Tapi kan Ca, aku gak bisa kalo harus gak lihat sama sekali." Ical coba membujuk saudara kembarnya.


"Bisa lah. Cuma tinggal 3 hari ini. Kamu juga kan sudah cuti dari kerjaan." kata Aca.


"Kalo ada yang penting gimana ?" Ical masih berusaha membujuk Aca.


"Kalo memang darurat, aku bakal kabarin kamu. Ponselnya sementara aku yang pegang." kata Aca.


"Cukup dimatiin aja kan bisa Ca." rayu Ical.


"Kamu pikir aku bisa dibohongin. Kalo cuma dimatiin, kan bisa diam diam kamu nyalain." Aca tetap teguh dengan keputusannya.


"Tapi Ca..." Ucapan Ical langsung dipotong oleh Aca.


"Gak bisa. Titik. Bye Calon manten." Aca langsung keluar dari kamar Ical bersama dengan ponsel milik Ical.


flashback off


Akhirnya Ical memilih mengurung dirinya di kamar saja. Dia hanya keluar saat makan ataupun menemui saudara yang mulai berdatangan.


Bahkan tanpa disadarinya. Avi sidah dijemput oleh sang saudara kembar dan dibawa tinggal di rumah sebelah yang merupakan rumah dari sepupu Ical, anak Uwa Ochy.


"Vi, aku harap kamu jangan coba manggil Ical ya. Biarin dia gak tau kalo kamu ada disini." Aca memperingatkan calon iparnya.


"Iya Ca. Aku juga kan gak keluar rumah." kata Avi.


"Ya siapa tau. Kamu tiba - tiba berdiri di depan rumah." sindir Aca. Sebenarnya apa yang dikatakan Aca sempat terpikirkan oleh Avi. Dia akan berdiri di balkon sambil menunggu Ical keluar. Tapi sayangnya Avi selalu doawasi oleh salah satu sepupu Ical.


"Avi, kamu gak usah canggung dengan kita ya." kata Rara yang paling dewasa diantara mereka.


"Iya Kak." jawab Avi.


"Kita semua ini sepupunya Ical. Ical dan Aca itu meski usianya jaub dari kami tapi cukup dekat kok." Ocha ikut menambahkan.


"Eh.. Kamu belum ketemu sama Kakak dan Adik kami yang bule ya ?" tanya Reva.


"Emang ada yang bule Kak ?" Avi balik bertanya.


"Ada. Kak Nico, doa saudara tiri kami, anak daddy Matt. Sedangkan Rico, adik, kami anak Mama dan Daddy." Reva menjelaskan.


"Usia Rico beda 3 tahun dengan Ical. Seharusnya dulu Ical. juga punya adik yang seumur dengan Rico, tapi dia meninggal saat masih dalam kandungan." kata Rara.


"Ooh.. Aku baru tau Kak. Mas Ical gak pernah cerita." kata Avi.


"Waktu Mama dan Daddy masih hidup, mereka juga sangat sayang sama Aca dan Ical seperti anak sendiri." mata Reva mulai berkaca - kaca mengingat Mamanya.


"Jadi sedih ya kalo ingat Mama." kata Rara sambil memeluk adiknya.


"Maaf ya aku jadi bikin kalian sedih." kata Avi.


Ditempat lain, tepatnya di rumah sebelah, Sissy pun sedang menangis dalam pelukan suaminya. Dia teringat akan sosok kakaknya yang sudah berpulang beberapa tahun silam.


"Kalo aja Teteh masih ada. Dia pasti ikut sibuk mempersiapkan semuanya." kata Sissy.

__ADS_1


"Udah. Jangan ditangisi, kirim doa aja buat Teteh, Aa, Mama, Papa, Bunda, Bapak dan semua yang sudah mendahului kita." Rio mengelus lembut punggung Sissy.


"Aku kangen sama mereka semua. Sekarang aku tinggal sendirian Mas." Sissy masih menangis dalam pelukan sang suami.


"Kan ada aku, ada anak - anak. Keponakan kamu juga ada semua." kata Rio sambil mengusap rambut Sissy.


"Kita mungkin sudah gak ada orangtua. Tapi kita masih harus sehat untuk melihat anak cucu kita bahagia." lanjut Rio lagi.


"Iya Mas. Jangan pernah tinggalin aku ya." kata Sissy.


"Insha Allah. Kita akan selalu bersama." kata Rio sambil mencium kening istrinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sehari menjelang akad nikah, Ical sedang duduk sendiri di balkon kamarnya.


Saking rindunya Ical merasa sempat berhalusinasi melihat sang calon istri berdiri di balkon rumah Kak Reva yang letaknya persis di sebelah rumahnya.


"Hei.. Calon pengantin kok melamun sendiri disini ?" sapa Difan membuat Ical terkejut.


"Eh.. Kak. Cuma menghilangkan gugup dan rindu aja." kata Ical.


"Kamu pasti lagi mikirin calon istri kamu ya ?" tebak Difan.


"Iya nih. Aku kangen sama dia. Udah 4 hari gak bisa lihat dia dan dengar suara dia. Bahkan aku merasa melihat dia di rumah sebelah." jawab Ical dengan jujurnya.


"Kamu gak sedang berhalusinasi. Sebenarnya dia gak jauh dari kamu, bahkan dekat sekali. Tapi kalian baru boleh bertemu besok." Ucap Difan lalu meninggalkan Ical sendirian di balkon.


Cukup lama Ical terdiam sambil memikirkan ucapan Difan tadi.


"Jadi Avi ada di rumah Kak Reva ?" tanya Ical sambil memandang ke rumah sebelah.


"Ah.. Pantesan aku gak pernah boleh masuk ke rumah Teh Reva beberapa hari ini." geruru Ical.


"Ini pasti ulah Aca." lanjut Ical. Ical sudah berusaha memandang ke arah balkon di seberang tapi tak terlihat sosok calon istrinya itu.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2