
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...*****...
Acara resepsi berlangsung sederhana dan hangat. Para tamu yang datang bergantian mengucapkan selamat untuk kedua mempelai.
(foto kedua mempelai ~ source : google)
Avi dan Ical berdiri di pelaminan didampingi oleh Bu Rumi dan Kang Fahmi juga Rio dan Sissy.
"Selamat ya Mbak Avi." Linda menyalami dan mencium pipi Avi.
"Makasih ya Lin. Semoga acara kamu juga lancar sampai hari H ya." kata Avi pada Linda yang juga akan menikah sebulan lagi.
"Selamat ya Teh." Lia, Bayu dan Agus ikut mengucapkan selamat pada kakak angkat mereka.
"Makasih sayang - sayangku. Kalian juga harus secepatnya menikah ya." kaat Avi sambil memeluk Lia dengan erat.
"Siap Teh." Bayu menjawab dengan semangat.
"Sst.. Kasihan yang jomblo." ledek Ical sambil melirik Agus.
"Kata siapa aku jomblo. Udah enggak dong." kata Agus sambil memanggil seseorang untuk mendekat padanya.
"Hai semua. Mbak, selamat ya. Semoga Sakinah Mawardah Warohmah." Ayu memeluk Avi.
"Makasih Yu. Selamat ya kamu udah gak jomblo lagi." Avi malah balas meledek Ayu.
"Ooh.. Ini toh.. pasangan yang masih gres." Ical ikut meledek.
"Cie.. cie.. Agus udah gak jomblo lagi." teriak Bayu sambil meledek Agus.
"Kalian apaan sih ? Bikin malu aja." kata Ayu sambil melirik sang kekasih.
"Gak apa - apa Ay, Biar semua tau kali Agus udha gak jomblo lagi." Kata Agus malah membuat mereka semakin menjadi pusat perhatian.
"Udah.. udah.. Kalian makan dulu sana. Kasian tamu yang lain udah ngantri." kata Ical sambil menunjuk ke barisan panjang di belakang mereka. Akhirnya mereka berempat pun segera menyingkir dari hadapan kedua mempelai.
Setelah tamu menikmati makanan yang tersaji, Dafa sebagai MC memberitahukan bahwa akan ada acara pelemparan bunga.
Para jomblo atau yang belum menikah berkumpul di depan pelaminan untuk memperebutkan buket bunga yang dipegang Avi. Ical dan Avi pun berdiri membelakangi barisan para jomblo.
"Saya hitung dari 1 sampai 3 ya. Nanti bunga nya boleh dilempar." Dafa memandu kedua mempelai.
"Siap - siap... 1... 2...3.." teriak Dafa. Bunga pun dilempar dan berhasil ditangkap oleh Agus.
Agus langsung berlutut dan memberikan buket bunga itu untuk Ayu.
"Kita menikah yuk ?" ajak Agus. Ayu tersipu malu mendengar perkataan Agus.
__ADS_1
"Terima.. Terima..." teriak orang - orang yang ada disana.
Ayu pun mengangguk dan menerima buket bunga dari Agus.
Tepuk tangan gemuruh terdengar di halaman rumah yang menjadi tempat resepsi itu.
Ical dan Avi ikut tersenyum melihat kebahagiaan kedua insan yang baru jadian itu.
Ical bahkan sempat mengacungkan kedua ibu jarinya saat Agus menoleh padanya.
Akhirnya acara selesai sesaat setelah adzan dhuhur berkumandang. Ical mengajak Avi ke kamarnya.
"Kamu bersih - bersih dulu. Abis itu kita shalat dhuhur." kata Ical lalu menuju ke kamar mandi.
Avi segera membersihkan riasannya dan mengambil gamis serta hijab instan dari dalam lemari.
Setelah Ical keluar dari kamar mandi, gantian Avi yang masuk untuk wudhu dan berganti pakaian. Tak lama Avi keluar dan segera memakai mukenanya. Mereka pun melaksanakan shalat dhuhur berjamaah.
Selesai shalat, Ical kembali memegang ubun - ubun Avi dan mendoakannya. Kemudian dia mencium kening dan pipi istrinya.
"Akhirnya kita resmi menikah ya." kata Ical lirih.
"Iya Mas. Aku bahagia sekali." balas Avi.
"Kamu siapin baju kamu di koper ya. Besok kita pergi bulan madu." kata Ical.
"Serius ? Kemana Mas ?" tanya Avi.
"Ada deh. Kita besok pergi bersama dengan Aca dan suaminya." jawab Ical.
"Gak cuma berdua ?" tanya Avi lagi.
"Iya. Gak apa - apa bareng mereka juga." kata Avi.
"Kamu lapar gak ? Kita makan dulu yuk." ajak Ical.
"Ayo Mas. Aku juga tadi cuma sempet makan kue aja." Avi membuka mukenanya dan mengikuti Ical keluar kamar.
"Wah.. pengantin barunya kelaparan ya ?" ledek Aca yang tengah mengobrol dengan Reva dan Ocha.
"Iya nih. Mau ngisi tenaga dulu sebelum tempur." canda Ical yang langsung dicubit oleh Avi.
"Ical kenapa ngomongnya Vulgar banget sih ?" gumam Avi dalam hati.
Ical dan Avi pun mengambil makanan dari katering yang masih bersisa.
Aca, Reva dan Ocha pun memilih untuk meninggalkan kedua pengantin baru itu.
Ical dan Avi pun makan sambil bersenda gurau dan sesekali Ical meluncurkan rayuannya.
Selesai makan Avi membantu para wanita di dapur. Sedangkan Ical mengobrol bersama sang Ayah dan pamannya di teras depan.
Sebagian saudara dari Jombang memilih lamgsung pulang siang itu. Rumah kembali terlihat sepi, hanya menyisakan Rio, Sissy dengan anak,menantu dan cucu mereka dan tentu saja keluarga Bu Rumi.
Saat terdengar adzan Ashar, Avi pun masuk ke kamar dan langsung menuju ke kamar mandi. Jika sedang di rumah, Avi terbiasa mandi dulu sebelum shalat Ashar. Selesai mandi dilihatnya Ical sedang tiduran di atas ranjang.
__ADS_1
"Mas, mau mandi dulu ?" tanya Avi sambil menghampiri suaminya.
"Nanti aja. Kita shalat dulu." jawab Ical yang mengurungkan niatnya untuk memeluk sang istri karena sepertinya Avi sudah berwudhu.
Setelah Ical masuk ke kamar mandi, Avi pun menyiapkan sajadah untuk mereka shalat.
"Mas, nanti shalat magrib nya di masjid ya. Mentang - mentang udah nikah shalatnya di rumah terus." kata Avi.
"Siap sayangku." Ical mencium kening Avi cukup lama.
Mereka lalu turun ke bawah bergabung dengan yang lainnya sampai tiba waktu magrib.
Ical dan para lelaki pamit berjamaah di masjid. Sedangkan para perempuan shalat berjamaah di mushola yang diimami oleh Sissy.
Para lelaki pulang ke rumah setelah shalat Isya.
Mereka langsung makan malam bersama.
"Kalian jadi berangkat bulan madu besok ?" tanya Sissy.
"Jadi dong Bun. Kasihan nih pengantin baru pengen berduaan." ledek Aca.
"Si kembar di titip disini ?" tanya Sissy.
"Iyalah Bun. Masa aku mau honeymoon bawa anak, dua lagi." kata Aca sambil tertawa.
"Kami juga langsung pulang besok Bu." kata Fahmi.
"Kok buru - buru ? Gak liburan dulu disini ?" tanya Sissy.
"Lain kali saja. Ini Sita harus kembali kuliah. Saya juga harus buka toko lagi." jawab Fina.
"Penerbangan jam berapa ?" tanya Sissy.
"Jam nya hampir sama dengan kami kok Bun. Jadi besok bisa berangkat bareng." jawab Ical.
"Ayah antar ya." kata Rio.
"Gak usah Yah. Ical udah pesen travel. Ayah sama Bunda istirahat aja." kata Ical.
Mereka pun menyelesaikan makan malamnya sambil mengobrol santai.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung