Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#31 Shopping


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...***...


Hari ini Ical dan Avi akan belanja barang - barang untuk seserahan. Avi mengajak Ayu dan Linda untuk menemaninya belanja. Dia tak mau hanya pergi hanya berduaan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Karena tak ingin menjadi lelaki sendirian, Ical pun mengajak Agus. Kebetulan mereka pergi ke pusat perbelanjaan yang terletak di kota Batu.


"Bayu gak kamu ajak Gus ?" tanya Ical.


"Dia lagi kencan sama Lia." jawab Agus.


"Sering banget ya mereka jalan berduaan ?" selidik Avi.


"Ya gak tau Teh. Kayaknya sih kalo weekend atau libur kayak gini mereka pergi." Agus menjelaskan.


"Trus kamu kapan cari pacar juga ?" ledek Ical.


"Gak ada yang mau sama aku yang cuma montir ini Mas." jawab Agus sedikit bercanda.


"Nih, masih ada temen Teteh yang jomblo." Avi melirik iseng pada Ayu.


Agus menatap sekilas pada Ayu yang tersenyum malu - malu.


Akhirnya mereka sampai di Mall.


Avi, Ayu dan Linda langsung turun di lobby. Sedangkan Agus dan Ical memarkirkan mobil dulu di tempat parkir yang letaknya di basement.


Mereka langsung menuju ke tempat baju.


Avi masih asyik melihat - lihat gamis yang tergantung disana saat Ical datang menghampirinya.


"Udah dapet ?" tanya Ical membuat Avi sedikit terkejut.


"Udah sih. Menurut Mas mending pilih yang warna apa ?" Avi mengangkat sebuah gamis dengan model sederhana tapi elegan.


"Terserah kamu. Maunya yang warna apa ?" kata Ical.


"Hhmm... Dimintain pendapat malah terserah." gerutu Avi pelan tapi masih terdengar oleh Ical.


"Gini deh. Kamu pilih 2 warna yang kamu suka. Nanti aku bantu pilihin salah satu." usul Ical agar Avi gak kadi ngambek.


"Ini. Maroon atau Biru ?" tanya Avi.


"Yang Maroon aja. Lebih hidup di kulit kamu yang putih." Ical menjawab sekaligus memuji sang calon istri. Avi langsung tersipu malu.


"Iya. Gamisnya satu aja Mas. Sepatu aku pilih warna hitam atau abu aja ya biar netral." kata Avi.


"Iya. Sandalnya juga kan ?" Ical mengingatkan.


"Gak usahlah. Cukup sepatu sandal ini." jawab Avi.


"Oke deh. Apalagi ?" Ical mengikuti Avi yang masih berkeliling.


"Tas. Aku pilih yang warna senada sama sepatunya." Avi mengambil sebuah tas peata kecil.


"Jilbabnya sekalian Yang." kata Ical.


"Oh iya." Avi memilih jilbab warna senada dengan gamisnya.


"Mas bawa ini dulu ya. Aku mau kesana. Jangan ikut." Larangan Avi membuat Ical menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Emang kenapa ?" Ical kebingungan.


"Aku mau beli daleman." Avi berkata malu - malu. Ical hanya tersenyum dan memilih menunggu di kursi dekat kasir.


"Mbak, ini dihitung dulu aja. Calon istri saya masih beli yang lain.


Kemudian Ical melihat sepasang sandal jepit dan mengambilnya.


Ical mengeluarkan kartu debitnya saat kasir menyebutkan total nominal yang harus dibayar.


"Lia sama Bayu mau kesini katanya Mas. Boleh kan ?" tanya Agus.


"Ya bolehlah. Nanti kita makan bareng aja." jawab Ical.


Tak lama kemudian Avi datang dengan sekantong tas berisi daleman. Ical hendak mengintipnya tapi dilarang oleh Avi.


"Nanti juga aku yang bakal bungkus." goda Ical.


"Ya udah nanti aja lihatnya. Kan malu kalo disini." kata Avi.


"Iya.. iya.. Ya sudah sana kamu bayar." Ical memberikan segepok uang 100ribu pada calon istrinya itu.


"Kok banyak banget Mas ?" tanya Avi.


"Pegang aja. Buat belanja yang lainnya." jawab Ical.


Setelah Avi membayar mereka pun menuju ke food court untuk makan.


Avi dan Linda berkeliling untuk memesan makanan jepang. Avi sekalian memesankan untuk Ical juga. Ayu memilih memesan bakmi ditemani oleh Agus yang terlihat jelas sedang pdkt pada Ayu.


Saat nereka sedang menunggu makanannya, Bayu dan Lia datang menghampiri mereka.


"Udahan nih belanja nya ?" tanya Bayu pada Avi.


"Kalian pesen dulu gih." kata Avi. Keduanya pun beranjak menuju counter makanan.


"Kita beli cincinnya yang gimana Mas ?" tanya Avi.


"Beli buat kamu aja. Aku gak pake cincin." kata Ical.


"Kenapa kamu gak pake ? kan kita bisa pesen platina atau silver." tanya Avi.


"Aku gak suka yang. Risih rasanya kalo jari ini pake cincin." jawab Ical.


"Iya deh. Terserah kamu aja." kata Avi.


"Abis ini kita nonton yuk." ajak Ical saat semuanya sudah duduk berkumpul.


"Asik.. Ditraktir kan Mas ganteng ?" tanya Ayu dengan antusias.


"Insha Allah." jawab Ical.


"Maaf ya Mas, Mbak. Aku gak bisa ikut nonton. Calon suami aku mau jemput, mau jenguk neneknya yang sedang sakit." kata Linda.


"Sakit apa Lin ?" tanya Avi khawatir.


"Udah tua aja Mbak. Emang kondisinya sedang stroke dan gak bisa jalan. Sekarang beliau pengen ketemu sama aku." jawab Linda.


"Kamu kesananya naik apa ?" tanya Ayu.


"Nanti Mas Baim mau jemput." jawab Linda.


"Ooh.. Oke deh. Salam ya buat keluarga kamu." kata Avi.

__ADS_1


Kemudian mereka pun berpisah. Linda menuju pintu keluar sedangkan Avi dan yang lainnya menuju ke lantai atas tempat bioskop berada.


"Mau nonton apa nih ?" tanya Ical.


"Ini aja yang horor Mas." usul Agus yang disambut anggukan oleh Bayu.


"Gak mau ah. Serem. Yang lain aja." tolak Avi.


"Yang ini gimana Yang ?" Ical menunjuk poster sebuah film indonesia dengan genre komedi romantis.


"Iya boleh." kata Avi.


"Kayaknya seru deh." Ayu menambahkan.


"Kita antri dulu deh. Kalian tunggu disini ya." Ical pun mengantri bersama Bayu.


"Avi pun mengajak Lia untuk membeli minuman dan popcorn. Sengaja meninggalkan Agus dan Ayu yang terlihat sedang pdkt.


Ical dan Bayu sudah berhasil mendapatkan tiket. Dia kebingungan karena tak mendapati calon istrinya.


Setelah memandang sekeliling lobby bioskop, Ical pun melihat sosok Avi dan Lia di tempat menjual makanan dan minuman.


"Kok belinya gak nungguin aku sih ?" tanya Ical yang sudah berada di belakang Avi.


"Biar gak lama nunggu." jawab Avi.


"Habis berapa ?" tanya Ical lagi.


"Kan tadi masih ada uang yang kamu kasih Mas." Avi menoleh sambil tersenyum pada Ical.


Mereka menunggu sampai terdengar panggilan. 3 pasangan itu pun masuk ke dalam ruang bioskop untuk menikmati film yang telah dipilih.


"Rame juga ya filmnya." komentar Lia saat mereka selesai nonton.


"Iya. Bikin baper." kata Ayu.


"Teh, Mas, Kami pulang duluan ya. Lia hari ini kerja shift malam." kata Bayu.


"Iya. Makasih ya udah nyusulin kesini." kata Avi sambil memeluk dan mencium Lia.


"Kita juga pamit deh. Aku mau anterin Ayu." kata Agus. Ayu menggangguk disebelahnya.


"Cie.. Ada yang lagi happy nih." ledek Lia.


"Berisik !!" kata Agus.


"Iya. Makasih ya udah nemenin." kata Ical.


Seelah keempat orang itu tak nampak lagi, Ical dan Avi menuju ke sebuah toko perhiasan untuk membeli cincin kawin.


...***...


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2