Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#50 Kejutan untuk Bunda (1)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Ical berhasil mencarikan rumah untuk Difan dan Aca. Begitu pun sebuah rumah untuk Bunda yang letaknya bersebelahan dengan rumah Aca dan kebetulan masih di jalan yang sama dengan rumahnya, hanya terpaut 5 rumah.


Rumah Aca dan Difan sudah dilunasi oleh mereka. Sedangkan untuk rumah Bunda masih di bayar uang mukanya saja.


"Trus rumah Ayah dan Bunda nanti gimana Mas ? Masa dibiarkan kosong ?" tanya Avi.


"Ya itu sih dipikirin nanti aja. Bisa di kontrakin atau dijual. Terserah Ayah dan Bunda aja." jawab Ical.


"Iya. Kalo gak coba tawarin ke Rara. Siapa tau mau beli rumah Bunda." usul Avi.


"Iya. Gampanglah itu sih. Sekarang tinggal dipikirkan soal uang buat bayar rumah Bunda." kata Ical.


"Kak Difan belum kasih uangnya ?" tanya Avi.


"Belum. Mereka kan baru aja bayar rumah juga. Tapi mau cairkan deposito dulu katanya." jawab Ical.


"Ya udah sabar dulu lah." kata Avi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seminggu kemudian, Aca dan Difan resmi pindah ke Malang. Untuk sementara mereka tinggal di rumah Sissy dan Rio.


"Kak, gak apa nih kita tinggalnya di rumah Bunda ? Mama gimana ?" tanya Aca pada suaminya saat mereka sedang berdua di kamar.


"Ya gak apa Yang. Lagian disana kan ada Vanya juga." jawab Difan.


"Iya juga ya. Gak sabar deh mau pindah ke rumah baru." kata Aca.


"Sabar.. Tinggal 2 minggu lagi kita bisa pindah." Difan mengelus kepala istri kecilnya.


"Yang, besok kamu ajak Bunda lihat furniture ya. Tapi gak usah bilang kalo mau beli." kata Difan.


"Maksudnya ?" Aca balik bertanya.


"Kamu pura - pura tanya Bunda suka yang mana, Nanti diam - diam kita belikan." jawab Difan.


"Ooh.. Buat ngisi rumah Bunda ya ?" tanya Aca.


"Iya Yang. Nanti kita tinggal diskusi lagi sama Ical masalah pelunasan rumah Bunda." jawab Difan.


"Oke Kak." kata Aca.


Di tempat lain Avi dan Ical juga sedang ngobrol santai sebelum tidur.


"Mas, Gimana kalo rumah Bunda kita lunasi dulu. Tabungan kita masih cukup sepertinya." kata Avi.


"Emang cukup ? Itu kan buat biaya kamu lahiran nanti." tanya Ical.

__ADS_1


"Dipake dulu aja. Nanti juga kan diganti sama Aca. Lagian aku masih lama lahirannya, kita bisa ngumpulin lagi." jawab Avi.


"Gitu ya. Oke deh. Besok kita diskusi lagi sama Aca sebelum ke developernya ya." Ical mencium kening sang istri.


"Furniturenya gimana Mas ?" tanya Avi.


"Biarin kosong aja dulu. Biar Bunda yang pilih sendiri." jawab Ical.


"Oke deh." kata Avi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


2 minggu berlalu, semua kejutan sudah disiapkan dengan matang. Rumah untuk Bunda sudah siap lengkap dengan furniturenya. Begitupun rumah Aca dan Difan sudah siap dihuni.


Hari ini, Avi dan Ical akan menginap di rumah Sissy untuk merayakan ulang tahun Bunda esok hari.


"Bunda senang kita bisa kumpul lengkap kayak gini." kata Sissy saat mereka duduk santai di ruang keluarga.


"Akhirnya kamu pindah kesini juga ya Ca." kata Avi bahagia.


"Iya. Kita bisa sering shopping bareng deh." kata Aca yang langsung dipelototin oleh Ical.


"Jangan ajal istriku belanja - belanja gak jelas gitu ya." Ical memperingatkan.


"Belanjanya kan jelas Cal. Belanja Baju, sepatu, tas." Aca terlihat senang melihat saudara kembarnya marah.


"Buat apa sih ? Avi gak biasa boros kayak gitu ya." lanjut Ical.


Aca sudah tak kuat menahan tawanya.


"Iya juga ya. Kenapa aku jadi emosi." kata Ical sambil menghembuskan nafas kasar.


"Hahaha. Kamu tuh masih aja gampang dikerjain." Aca tertawa puas.


"Awas kamu ya Ca." Ical menoyor kepala Aca.


"Ayah, dak boyeh pukul paya Mama." kata Nia dengan suara cadelnya.


"Tuh.. Diingatkan sama anak kecil tuh." kata Sissy.


"Iya maaf ya sayang. Ayah gak sengaja." Ical menarik dan mencium keponakannya itu.


Keesokan harinya, Rio, Aca, Difan, Avi dan Ical memberikan surprise pada sang Bunda.


"Selamat Ulang tahun Bunda..." Aca, Avi, Ical dan Difan masuk ke dalam kamar orangtua mereka tepat pukul 00.00.


"Makasih sayang - sayangku." Sissy bangun dan terduduk di ranjang.


"Semoga sehat selalu dan diberikan sisa umur yang barokah." doa Rio sambil mencium kening dan pipi istrinya.


"Makasih Mas." Sissy mencium tangan Rio takzim.


"Selamat bertambah tua Bunda. Semoga selalu sehat, selalu bahagia dan panjang umur." Ical mencium tangan, pipi dan kening wanita yang melahirkannya.


"Semoga Bunda bahagia sama Ayah ya." Aca ikut berhambur memeluk Bunda dan saudara kembarnya.

__ADS_1


"Makasih sayang. Kalian berdua adalah permata berharga Bunda." Sissy mencium Ical dan Aca bergantian.


Setelah itu gantian Difan dan Avi mengucapkan selamat pada ibu mertuanya.


"Udah.. Dilanjut tidurnya Bun. Besok kami akan ajak Bunda ke suatu tempat, ada surprise." jata Aca sambil memeluk Sissy erat sekali lagi sebelum semuanya bubar kembali ke kamar masing - masing.


Pagi harinya, Sissy sudah bersiap karena tidak sabar untuk mengetahui kejutan untuknya.


"Kapan kita berangkatnya ?" tanya Sissy.


"Sabar dek. Anak - anak belum keluar tuh." jawab Rio.


"Bun, Yah.." Aca berjalan menghampiri Ayah dan Bundanya.


"Kita berangkat sekarang ?" tanya Sissy.


"Ayo Bun. Tunggu Ical dna Avi sebentar ya."


Tak lama Ical dan Avi juga Difan keluar dengna menggendong si kembar. Tepatnya si kembar di gendong oleh Papa dan Ayahnya.


"Sudah siap lihat kejutannya ?" tanya Ical.


"Sejak semalam Bunda udah gak sabar." jawab Sissy.


"Iya. Sampe gak tidur - tidur. Hahaha." Rio menambahkan.


Sissy dan Rio naik mobil bersama Difan, Aca dan si kembar. Sedangkan Ical naik mobil terpisah.


"Bun, Yah, ada yang mau Aca bilang ke kalian. Tapi Bunda dan Ayah jangan marah atau kecewa pada kami ya." kata Aca memulai skenario kejutan untuk Bunda dan Ayah.


"Ya tergantung. Kalo tidak baik ya Bunda kecewa." kata Sissy.


"Ya sudah. Gak usah di kasih tahu deh." Aca pura - pura merajuk.


"Iya - iya. Bunda gak marah atau kecewa." bujuk Sissy.


"Bun, Yah, Kami sudah beli rumah di dekat Ical. Kami akan pindah kesana ?" kata Aca membuat Sissy terdiam.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2