Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#37 Malam Pertama


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...***...


Malam itu Avi menuju ke kamar lebih dulu, Sedangkan Ical masih di lantai bawah, mengobrol dengan Fahmi, Difan dan Ayahnya.


Avi sedang membersihkan wajahnya sebelum tidur saat pintu kamar dibuka. Avi sudah berganti pakaian dengan piyama berbahan satin yang sengaja dibelinya untuk malam bersama suaminya. Sebenarnya Avi juga membeli beberapa daster dan li**** , tapi Avi masih malu untuk memakainya.


"Kamu cantik sekali." Ical mendekati dan memeluk Avi dari belakang.


Avi hanya menatap malu - malu suaminya.


Ical menarik tangan Avi menuju ranjang dan memeluknya erat.


"Boleh aku cium kamu ?" tanya Ical.


"Semua udah halal milik kamu Mas." jawab Avi sambil tersipu malu.


Ical langsung menarik wajah Avi mendekat dan mulai mencium kening dan kedua pipinya. Lalu ciuman beralih ke b***r Avi yang tampak menggoda. Ical me***** dan meng***** bibir ranum Avi. Avi pun menyambutnya. Mereka melakukannya dengan perlahan karena ini adalah pengalaman pertama bagi mereka berdua. Cukup lama mereka saling me***** dan me*****. Tangan Ical pun mulai berkeliaran kemana - mana. Diremasnya dua bukit milik Avi sambil terus menciumi bibir sang istri.


Ical segera melepasnya ciumannya untuk mengambil nafas. Keduanya saling menatap dengan nafas terengah - engah.


"Sayang, kita lanjut besok aja ya." kata Ical sambil mengusap bibir Avi yang membengkak.


"Kenapa ? Kamu udah gak tertarik sama aku ?" tanya Avi.


"Gak gitu Sayang. Kita sinpan tenaga buat besok. Sekarang kita tidur, besok kan kita berangkat pagi." jawab Ical sambil mengusap dan mengecup puncak kepala Avi.


"Iya Mas." Avi pun masuk ke dalam pelukan Ical dan tertidur.


Malam pertama mereka pun dihabiskan dengan tidur berpelukan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ical bangun terlebih dahulu sebelum adzan subuh berkumandang. Ical langsung mandi dan bersiap pergi ke masjid.


"Yang, bangun. Udah mau subuh." Ical memanggil Avi tanpa menyentuhnya.


"Mas... Kamu ganteng aja." gumam Avi sambil mengucek kedua matanya.


"Mulai nakal ya istriku ini." Ical mencubit hidung Avi dengan gemas.


"Mas, batal tuh wudhunya." kata Avi sambil mengusap hidungnya.


"Gak apa. Biar aku wudhu lagi. Sekarang aku mau peluk kamu dulu." Ical langsung merengkuh Avi dalam pelukannya.


"Aku kan belum mandi, masih bau." protes Avi tanpa melepaskan pelukan Ical.


"Wangi kok. Kata siapa bau." Ical malah menciumi pipi dan leher putih Avi.


"Mas.. Udah iih.. Geli." protes Avi.

__ADS_1


Ical malah semakin menempelkan wajahnya ke leher Avi dan baru terhenti saat adzan sibuh berkumandang.


"Tuh Mas. Udah adzan, wudhu dulu." Avi mendorong tubuh suaminya menjauh.


"Iya.. Iya.." Ical melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu kembali.


"Mas, ke masjid dulu ya." pamit Ical pada Avi.


"Iya Mas." jawab Avi lalu bangkit menuju kamar mandi. Avi pun segera mandi sekaligus berwudhu. Lalu dia melaksanakan shalat subuh di kamarnya.


Selesai shalat Avi keluar kamar. Dilihatnya Sissy sedang menyiapkan sarapan dibantu oleh Nita.


"Bunda, Teteh." sapa Avi.


"Udah bangun Vi." tanya Sissy.


"Udah Bun. Avi bantu apa nih ?" Avi balik bertanya.


"Tolong siapin piring dan sendok di meja makan. Sekalian bikin teh tawar hangat buat minum ya." kata Sissy.


Avi pun segera melakukan perintah mertuanya.


"Kok banyak banget sih Bun masaknya ?" tanya Avi. Nita sedang membungkus lontong isi.


"Ini Bunda bikinin lontong isi buat bekel kalian di jalan." jawab Sissy.


"Enak deh kayaknya." kata Nita.


"Lumayan kan buat ganjel perut selama di perjalanan." kata Sissy.


"Vi, kamu terusin ya bikin lontong isinya. Bunda mau masak nasi goreng dulu." kata Sissy.


"Iya Bun." jawab Avi.


"Wah.. Ini wangi banget nasi goreng buatan Bunda." Aca sudah berdiri di pintu dapur dengan tampilan rapi.


"Baru bangun sayang ?" tanya Sissy.


"Hehehe. Iya." Aca hanya tertawa kecil.


"Kok udah rapi aja ? Kan masih nanti berangkatnya." tanya Avi.


"Iya. Aku langsung mandi biar gak ribet sama anak - anak. Lagian sejam lagi kan kita berangkat." jawab Aca.


"Loh.. Gak kerasa ya." kata Avi.


Saat para pria pulang dari masjid, mereka pun sarapan bersama dengan menu sederhana nasi goreng plus telor ceplok buatan Sissy.


Selesai sarapan, Ical dan Avi berganti pakaian dan mengeluarkan koper mereka.


"Siap berangkat ?" tanya Ical pada semuanya.


"Siap dong. Tinggal nunggu travelnya." jawab Fahmi.


Mereka semua menunggu di teras rumah Rio. Tak lama mobil pun datang. Ical, Fahmi dan Difan membantu memasukkan koper dan barang mereka ke bagasi.

__ADS_1


"Yah, Bun, kami berangkat dulu ya." pamit Ical sambil mencium tangan Rio dan Ical diikuti oleh Avi.


"Kita juga pamit ya Bun. Titip si kembar. Kami cuma 2 hari aja kok." Difan dan Aca pun mencium punggung tangan Rio dan Sissy.


"Kalian hati - hati ya. Bikinin Bunda cucu yang banyak." pesan Bunda sambil tersenyum.


"Bunda, bisa aja." kata Aca pura - pura malu.


"Bukan kamu. Itu buat pengantin baru." kata Rio sambil mengacak kepala Aca yang tertutup hijab.


"Dari kalian lagi juga boleh kok. Bunda mau punya cucu yang banyak." kata Sissy. Difan pun mengacungkan jempolnya sedangkan Aca hanya menggelengkan kepalanya mengingat si kembar baru berusia setahun.


"Kami pamit ya Bu. Terima kasih atas sambutan keluarga disini." kata Bu Rumi yang memeluk Sissy.


"Sama - sama Besan. Makasih mau berkunjung kesini lagi. Jangan kapok ya." kata Sissy.


"Insha Allah gak Bu." kata Bu Rumi.


Mereka pun bergantian menyalami dan pamit pada Rio dan Sissy.


Mobil pun mulai bergerak saat semuanay sudah masuk. Rio dan Sissy menunggu sampai mobil berbelok di ujung gang.


"Sepi lagi rumahnya ya Mas." kata Sissy sambil merangkul suaminya.


"Kata siapa sepi. Kan ada si kembar di dalam." kata Rio.


"Oh iya Mas. Kita ninggalin si kembar di kamar Aca. Mereka udah bangun belum ya ? Sissy bergegas berjalan ke dalam rumah.


"Pelan - pelan dek." teriak Rio pada istrinya.


Dibukanya pintu kamar Aca, dilihatnya si kembar sudah duduk dan asyik bermain boneka.


"Cucu cantik Uti udah bangun ?" tanya Sissy sambil menghampiri keduanya.


Nana langsung tersenyum melihat neneknya. Dia langsung menjulurkan kedua tangannya pada Sissy. Nia pun tak mau kalah ikut menjulurkan tangannya.


"Kung, bantuin Uti gendong si kembar." teriak Sissy dari dalam kamar.


Rio bergegas menghampiri istrinya di kamar dan membawa Nia ke dalam gendongannya.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2