Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#70 Feeling


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ?


Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


......................


Avi tengah bersantai di rumahnya sambil mengawasi triplet baby yang sedang bermain. Tak terasa ketiga anaknya sudah berusia 3 tahun.


"Mbak, Ini ayamnya mau dimasak apa ?" tanya Mbok Nah, asisten rumah tangga mereka.


"Bikin ayam kecap aja Mbok. Jangan lupa dibagi 2 ya, yang satunya kasih irisan cabe." jawab Avi.


"Baik Mbak. Sayurnya dimasak sekarang juga ?" tanya Mbok Nah lagi.


"Iya Mbok. Bentar lagi jam makan siang. Tolong ya Mbok, Saya masih gak enak badan." kata Avi yang masih rebahan di sofa.


"Iya Mbak." Mbok Nah bergegas kembali ke dapur.


Beberapa hari ini kondisi Avi sedang menurun, kepalanya terasa berputar dan tubuhnya terasa lemas. Berulang kali Ical mengajak sang istri untuk periksa ke dokter tapi Avi selalu menolaknya. Avi merasa dirinya hanya terlalu kelelahan mengurus cake shop yang sedang ramai.


"Assalamualaikum." Ical menghampiri sang istri dan mengecup keningnya.


"Waalaikumsalam. Kamu udah pulang Mas ?" Avi reflek mencium punggung tangan sang suami.


"Iya dong. Nih, Aku bawain vitamin buat kamu." Ical memberikan kantong kecil pada Avi.


"Makasih ya Mas. Tapi aku udah mendingan kok." kata Avi tak ingin membuat suaminya khawatir.


"Syukurlah kalo gitu. Anak Ayah lagi ngapain ?" Ical menghampiri ketiga buah hatinya.


"Lagi main rumah - rumahan Ayah. Caca sedang masak." jawab putri semata wayangnya.


"Mas sama Aa juga ikutan ?" tanya Ical pada kedua jagoannya.


"Iya. Abis dipaksa sama Teteh." jawab Abas sedikit merengut.


"Kan kita bersaudara. Jadi kita harus main bersama - sama." Caca memberikan alasan kenapa kedua saudara kembarnya harus ikut bermain.

__ADS_1


Abi hanya diam saja melihat obrolan antara saudara dan Ayahnya.


"Mainnya udahan ya. Kita makan dulu." Avi menghampiri mereka.


"Tuh.. Bunda udah ngajakin makan. Yuk, kita makan dulu." Ical menatap sang tuan putri. Caca memberekan mainannya dengan sedikit terpaksa, karena dia tau setelah ini mereka akan disuruh tidur siang.


Ical membantu Caca membereskan mainannya ke dalam lemari. Sedangkan Abi dan Abas sudah berlari menuju kamar mandi untuk mencuci tangan sebelum menghampiri sang Bunda yang sedang merapikan makanan di meja makan.


Makan siang dipenuhi dengan suara triplet yang berebutan bercerita kegiatan mereka hari ini pada sang Ayah. Ical mendengarkan cerita mereka sambil sesekali menimpali.


Selesai makan, Ical mengajak Avi untuk ke kamar.


"Vitamin diminum Sayang." kata Ical.


"Iya Mas." Avi membuka kantong yang tadi diberikan Ical. Dia terkejut ketika melihat isinya. Selain vitamin ada juga beberapa buah tespek dengan berbagai merek.


"Mas, kenapa beli ini ?" tanya Avi.


"Ya kamu cek aja. Kok feeling aku, kamu lagi isi Sayang." jawab Ical.


"Ah masa sih Mas ?" Avi masih tak percaya dengan feeling Ical.


"Ya apa salahnya dicoba. Ciri - ciri kamu tuh kayak lagi hamil." kata Ical.


"Dari mood kamu, terus kondisi kamu juga gampang capek, sama satu lagi...." Ical sengaja menggantung ucapannya.


"Apa... ?" Avi menatap tak sabar pada Ical yang tersenyum jahil.


"Badan kamu lebih seksi sekarang." kata Ical sambil membelai pinggang sang istri.


"Itu mah emang aku gendutan kali Mas." Avi memukul tangan Ical yang mulai bergerilya di badannya.


"Klao gak percaya ya dicoba aja. Gak ada salahnya kan. Positif alhamdulilah, kalo negatif ya coba lagi." Ical mulai menciumi bahu Avi.


"Iya. Nanti aku coba." kata Avi.


"Kok nanti ? Sekarang aja." Ical tak sabar tahu hasilnya.


"Gak ah. Biar surprise." kata Avi sambil berdiri hendak keluar dari kamar.


Ical hanya menghela nafas panjang dan mencekal lengan sang istri, mencegahnya untuk keluar kamar. Segera dipeluknya kekasih halal yang sudah menemaninya hampir 5 tahun ini.


"Please Yang. Kamu tes sekarang ya. Biar aku gak penasaran." Ical berkata manja, lebih tepatnya sedikit merajuk. Avi menatap heran pada sang suami yang menjadi manja itu.

__ADS_1


"Iya.. iya.. Aku tes sekarang. Mas tunggu disini." Avi mengambil beberapa buah tespek dan masuk ke kamar mandi. Ical mengikuti sang istri masuk ke dalam kamar mandi.


"Mae, ngapain ikut masuk ?" protes Avi.


"Aku gak sabar sayang. Aku gak kau ada surprise - surprise lagi." jawab Ical santai.


Akhirnya Avi menampung ur*** nya di sebuah wadah dan memberikannya pada Ical.


"Nih.. Kamu aja yang tes." kata Avi sedikit kesal.


"Kok aku sih ? Aku gak tau caranya." kata Ical.


"Mas kan bisa baca petunjuk di kemasannya. Aku pusing, mau rebahan dulu." Avi keluar dari kamar mandi meninggalkan Ical.


Ical lalu membuka bungkus tespek dan mencelupkan ke dalam wadah ur*** itu.


Ditunggunya selama beberapa saat lalu diam terdiam melihat garis yang tercetak di tespek itu. Karena masih belum yakin, Ical kembali mencoba tespek yang lain. Dilihatnya hasilnya sama dengan tespek yang pertama.


"Sayang... Sayang..." Ical reflek berteriak memanggil istrinya.


"Apaan sih Mas ?" Avi balas berteriak dari atas tempat tidur.


"Yang... Lihat hasilnya..." Ical keluar dan menunjukkan tespek pada Avi.


"Mas... Ini... " Avi tercekat melihat hasil tespeknya.


Kira - kira apa hasilnya ya ??


......................


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2