Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#15 Jatuh Cinta


__ADS_3

Hari itu Ical sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan pesanan barang pada kliennya. Ketika melewati alun - alun Batu, entah kenapa Ical langsung memarkirkan mobilnya disana.


Ical langsung turun dan berjalan menuju ke sebuah gerai yang menjual thai tea. Setelah itu Ical menuju ke salah satu bangku yang ada di sudut alun - alun itu.



Dari kejauhan Ical melihat perempuan yang dicarinya sedang bersantai dan bercengkrama dengan 3 orang lainnya yang lebih muda. Tak ingin kehilangan jejak lagi Ical pun menghampirinya.


"Avi.. Shavira.." panggil Ical.


"Iya. Maaf kamu siapa ?" Avi menatap lelaki tampan itu.


"Avi, aku Ical. Dulu kita pernah kerjasama." lelaki itu memperkenalkan diri.


"Ical dari Recall advertising ?" tanya Avi.


"Iya betul. Kamu masih ingat ? Ical balik bertanya.


"Akhirnya aku menemukan kamu juga." gumam Ical dalam hati.


"Kita baru bertemu sekarang kan ?" Avi menatap sekilas pada Ical.


"Iya. Kamu apa kabar ?" Ical mengulurkan tangannya hendak menyalami Avi.


"Alhamdulilah baik." Avi menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Syukurlah. Lagi santai disini ?" tanya Ical.


"Sedang ada keperluan dengan adik - adik aku. Kenalin, Bayu, Agus dan Lia." Avi menyebutkan nama adiknya satu persatu. Mereka pun berkenalan satu persatu sambil menyebutkan nama masing - masing.


"Nomor kamu ganti ya ? trus kamu sekarang kerja dimana ?" Ical terus bertanya pada Avi.


"Iya ponsel saya sempat hilang. Saya juga pindah kantor." Avi merasa kurang nyaman dengan Ical yang memberondongnya dengan pertanyaan. Avi melirik pada Bayu yang tengah melihat obrolannya dengan Ical.


"Teh, kita masih harus mampir di tempat lain." Bayu sadar kalo Kakaknya itu butuh bantuan untuk lepas dari lelaki di hadapan mereka.


"Iya Teh. Lia juga masuk shift malam." kata Lia.


"Maaf ya kami harus pulang." kata Avi.


"Boleh saya minta nomor ponsel kamu yang baru ?" tanya Ical.


"Boleh." jawab Avi sambil menyebutkan nomor ponselnya. Ical langsung mencatatnya.


"Nanti aku hubungi ya." kata Ical yang ikut berjalan mengikuti mereka.


"Kalian parkir dimana ?" tanya Ical saat mereka sudah di parkiran.


"Mobil kami di bengkel depan situ Mas." kata Agus


" Kalian sedang ke bengkel. Bukannya kalo hari minggu tutup ?" tanya Ical.


"Insha Allah mulai besok kami kerja di bengkel itu. Kami ambil alih dari pemilik sebelumnya." Bayu menjelaskan.


"Wah pengusaha muda nih. Hebat ya kalian." puji Ical.

__ADS_1


"Join sama temen Mas." Agus berusaha merendah.


"Silahkan Mas kalo mau servis di tempat kami. Tapi khusus sepeda motor sih." kata Bayu.


"Kebetulan orangtua saya juga punya bengkel di Malang. Kalian tau Bengkel Pelangi ?" Ical balik bertanya.


"Wah bengkel besar tuh Mas. Bolehlah kita berguru disana." canda Bayu.


"Bolehlah. Nanti aku kenalin sama montir senior disana, soalnya aku cuma ngerti sedikit tentang mesin." Kata Ical.


"Iya Mas. Nanti aku minta kontak Mas ke Teteh ya." kata Bayu. Ical ganya mengangguk.


"Trus sekarang kalian pulang dulu ke Malang ?" Ical menatap mereka bergantian.


"Iya saya harus nganter Teh Avi dan Lia." jawab Agus.


"Apa mau saya yang antar mereka biar kalian gak bolak - balik." Ical menawarkan bantuan.


"Gak usah Mas. Kami juga harus ambil sepeda motor." Agus menolak dengan halus.


"Oh oke. Baiklah. Kalo gitu saya duluan. Assalamualaikum." pamit Ical.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka serempak.


Setelah mobil Ical berlalu, mereka pun menuju ke bengkel untuk mengambil mobil dan pulang ke rumah mereka di Malang.


"Teh, Mas Ical ganteng banget ya ?" kata Lia saat mereka sudah di dalam mobil.


"Kayaknya dia juga orang baik Teh." Bayu ikut bersuara.


"Kalian nih apaan sih ?" Avi tersipu malu.


"Bukan. Baru kenalan aja. Dulu dia pernah bikinin banner dan flyer buat toko tempat Teteh kerja dulu." jawab Avi.


"Kalo bukan pacar Teteh, biar buat Lia aja." goda Lia sambil merebahkan kepalanya di pundak Avi.


"Jangan lah. Kamu harus ngalah dong sama Teteh." kata Agus.


"Iya Li, Kasihan Teteh udah waktunya nikah. Hehehe." ledek Bayu.


"Hei, udah. Gak usah godain Teteh terus." kata Avi bete.


"Tapi kita boleh dong berharap kalo Mas Ical akan jadi kakak ipar kita." kata Lia yang lamgsung diaminkan oleh Bayu dan Agus.


"Aamiin. Doa baik kalian akan Teteh aminkan." gumam Avi dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ical masuk ke rumahnya sambil bernyanyi kecil.


"Wah.. Kamu kayaknya lagi seneng Cal ?" tanya Sissy yang sedang duduk di teras.


"Eh ada Bunda. Ngapain Bun di teras sendirian ?" Ical balik bertanya.


"Ditanya kok malah balik nanya. Gak usah mengalihkan pembicaraan. Kamu kenapa Sayang ?" kata Sissy sambil menarik Ical untuk duduk disampingnya.

__ADS_1


"Iih Bunda kepo deh. Gak kenapa - kenapa kok Bun. Cuma pengen nyanyi aja." jawab Ical sambil tersenyum.


"Masa sama Bunda nya pake rahasia segala.Ayo dong ceritain ke Bunda." bujuk Sissy.


"Ada deh Bun. Nanti kalo sudah waktunya aku pasti cerita. Bye Bunda." Ical langsung bangkit dan masuk ke dalam rumah.


"Yah, Kayaknya Ical lagi jatuh cinta deh." kata Sissy sambil menghampiri suaminya yang sedang menonton tv.


"Emang iya ? Ya biarin ajalah." Rio menjawab dengan cuek.


"Tapi aku penasaran dia beneran jatuh cinta atau kenapa ?" Sissy mulai duduk di sebelah Rio.


"Dek, kamu gak usah kepo deh. Biarin itu jadi urusan Ical, kita kasih ruang buat dia." Rio menatap tajam pada istrinya.


"Tapi Mas.." Sissy masih mencoba berbicara.


"Udahlah Dek. Ical udah dewasa, biarkan dia mencari dan menemukan cintanya. Gak usah dipaksa, gak usah diburu - buru." Rio memotong ucapan Sissy.


"Iya deh Mas." Sissy memilih untuk diam daripada melanjutkan mendengarkan suaminya berceramah.


"Dek, Aca masih lama di rumah mertuanya ?" tanya Rio berusaha mencairkan suasana.


"Gak tau Mas. Kan baru 2 hari disana." jawab Sissy tampa menoleh pada Rio.


"Mas kangen sama si kembar." kata Rio.


"Ya kalo kangen kamu samperin kesana aja. Gitu aja kok repot." Sissy bangkit dan meninggalkan suaminya.


"Dek, kamu masih marah ?" Rio coba mengejar Sissy yang berjalan ke dapur.


"Kenapa aku harus marah ?" Sissy bertanya balik.


"Maafin Mas ya. Mas cuma gak ingin kamu terus mendesak Ical soal jodohnya. Takutnya nanti dia tertekan." jawab Rio.


"Iya. Aku tuh cuma pengen tau aja dia sedang bahagia karena apa. Wajarlah sebagai seorang Ibu." kata Sissy.


"Nanti pasti dia akan cerita sama kamu. Ical kan cukup dekat dengan kamu Dek." Rio coba merayu Sissy agar tidak marah.


"Iya Mas." Sissy hanya menjawab singkat sambil tersenyum.


"Iya.. Maafin Mas ya." Rio menarik Sissy dalam pelukannya.


Ical yang mendengar perdebatan orangtuanya dari lantai atas hanya bisa tersenyum. Terkadang dia merasa iri dengan kemesraan kedua orangtuanya. Mereka tak pernah bertengkar hebat di depan anak - anaknya. Dan selalu memyelesaikan pertengkaran dengan cepat.


"Semoga aku segera menemukan cinta sejatiku dan bisa selalu mesra seperti mereka." gumam Ical dalam hati.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2