Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
# 81 Ending


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ?


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...****************...


Dua tahun kemudian


Kediaman Sissy dan Rio sudah dihias dengan indah. Di halaman dan depan rumah juga sudah terpasang tenda dengan dekorasi yang cantik. Hari ini akan dilangsungkan pernikahan Aldi dan Nana.


"Wah.. Cantiknya anak Mama." Aca memeluk sang putri erat.


"Makasih Ma. Nana gugup nih." Nana menggenggam tangan Aca.


"Wajarlah kalo grogi. Kan ini peristiwa sakral sekali seumur hidup. Ambil nafas panjang agar tetap tenang." nasehat Aca.


"Iya Ma. Aku sayang sama Mama." Nana memeluk Aca dengan erat.


"Mama juga sayang sama kamu dan yang lainnya. Mama keluar dulu ya. Mau lihat calon suami kamu udah datang atau belum." pamit Aca yang dibalas anggukan oleh Nana.


"Hei bestie.." gantian Nia yang menghampiri Nana.


"Hai Na. Temenin aku ya. Aku nervous nih." kata Nana.


"Cantik banget sih kamu." puji Nia.


"Kalo aku cantik, pasti kamu juga, kan wajah kita sama." balas Nana.


"Hehehe. Iya juga ya. Berasa ngaca." Nia tertawa kecil.


"Kamu kapan mau nyusul Ni ?" tanya Nana.


"Nanti lah. Kan aku mau lanjut S2 dulu." jawab Nia santai.


"Udah dapet Oppa jepang nih kayaknya." goda Nana.


"Gaklah. Insha Allah masih cinta produk lokal. Hehehe." Nia kembali tertawa.

__ADS_1


"Gak terasa beberapa saat lagi, belahan jiwa aku bakal jadi istri orang. I'm happy for you." Nia mengeratkan pelukannya.


"Thank you." Nana balas memeluk.


Rombongan calon pengantin pria sudah tiba. Aldi berdiri dengan gagahnya diapit oleh Ridwan dan Zizi. Aca menyambut dengan mengalungkan bunga dan meminumkan segelas air sebagai tanda penyambutan. Aldi langsung dituntun menuju tempat akad nikah.


Disana sudah menunggu penghulu dan para saksi. Difan juga menempati kursi di samping penghulu yang berhadapan langsung dengan Aldi.


"Saudara Renaldi Pratama, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Fansha Dania Yudanto binti Difan Yudanto dengan mas kawin emas 20 gram dan uang tunai 20 juta rupiah dibayar tunai." Difan mengucapkan ijab sambil menghentakkan genggaman tangannya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Fansha Dania Yudanto binti Difan Yudanto dnegan mas kawin tersebut.. tunai." ucap Aldi dengan lantang.


"Bagaimana saksi ? Sah.. ?" tanya penghulu.


"Sah.."


"Sah.."


"Sah....." jawab saksi dan hadirin serentak.


"Alhamdulilah.. Barakallah.." ucap Nana dalam hati.


Nana memasuki ruang akad didampingi oleh Nia dan Hawa.


"Alhamdulikah selesai juga acaranya." bisik Aca pada Avi.


"Iya Ca. Lega ya akhirnya sampai pada tahap ini." balas Avi.


"Tahap apa maksudnya ?" tanya Aca.


"Ya tahap menikahkan anak kita. Berarti itu tandanya kamu sudah tua. Hehehe." canda Avi.


"Sialan kamu Vi. Lihat aja bentar lagi kamu juga akan punya mantu." kata Aca sambil menunjuk ke arah depannya.


Avi segera mengalihkan pandangan pada dua orang yang sedang ngobrol dengan akrab. Dilihatnya Caca sedang ngobrol dengan Danang, anak bungsu Hana dan Dafa. Keduanya terlihat begitu asik mengibrol hingga tak menghiraukan beberapa oramg yang melihat ke arah mereka.


"Hhmm.. Aku baru tau kalo Caca dekat sama Danang." kata Aca.


"Sama. Aku juga gak tau Ca." balas Avi.


"Caca gak pernah curhat sama kamu ?" tanya Aca.

__ADS_1


"Gak tuh. Padahal dia biasanya selalu curhat soal cowok yang dekat dengannya." jawab Avi.


"Mungkin mereka masih pendekatan. Feeling ku sih bakal nyusul Nana deh." Aca menggoda saudara iparnya.


"Gak tau ah. Biar urusan Ayahnya aja." balas Avi.


"Emang kamu bolehin mereka nikah muda ?" tanya Aca lagi.


"Ya boleh aja. Asal tetap kuliah." jawab Avi.


Avi masih tetap mengamati interaksi antara Caca dan Danang. Ada rasa khawatir dalam diri Avi jika harus melepas sang putri untuk menikah secepat ini.


"Semoga tidak secepat ini mereka akan menikah." doa Avi dalam hati.


...****************...


Terima kasih sudah membaca cerita ini hingga akhir. Mohon maaf kalo othor terlalu lama menyelsaikan cerita ini. Maaf juga kalo ceritanya kurang menarik di akhir.


Jujur.. Othor kehilangan semangat menulis.


Kenapa ? Karena memang othor tidak mendapat apa - apa dari menulis disini, pure hanya hobby aja.


Setelah ini othor akan fokus menyelesaikan cerita Tiga Dara. Lebih baik kita selesaikan satu persatu judul ya.


Belum kepikiran untuk bikin judul baru. Semoga nanti akan muncul ide cerita baru. Atau mungkin kalian ada ide Othor bikin cerita tentang apa ? Apa kisah cinta triplet ? komen ya di bawah πŸ‘‡


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita lain judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


.... T . A . M . A . T ....


__ADS_2