Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#75 Ikhlas


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...****************...


Sebulan berlalu..


Alif baru saja keluar dari rumah sakit pasca kecelakaan yang juga merenggut nyawa kedua sahabatnya.


"Alhamdulilah Pa, Kamu udah boleh pulang." Amira mengusap bahu Alif lembut.


"Iya Ma. Capek juga di rumah sakit terus." balas Alif.


"Iyalah. Udah sebulan di rumah sakit. Sampe Mama juga ikutan bosan." canda Amira.


"Ma, Antar Papa ke makam Rio dan Topan." pinta Alif.


"Gak mau pulang dulu Pa ? Istirahat dulu gitu." Hana membujuk Papa nya agar mau istirahat dulu.


"Papa udah banyak istirahat di rumah sakir Han. Tolong ya antar Papa ke rumah Bunda Sissy dan Mama Yoan." pinta Alif tak ingin dibantah oleh anak dan istrinya.


Akhirnya Hana menuruti permintaan Papa nya. Hari itu Hana yang membawa mobil karena Dafa sedang ada pekerjaan di luar kota.


"Assalamualaikum." Alif memberi salam ketika sampai di depan rumah Sissy.


"Waalaikumsalam. Eh.. Papa. Udah sehat Pa ?" Aca yang membuka pintu dan menyambut lelaki paruh baya yang sudah dianggapnya Ayah.


"Alhamdulilah Papa baru keluar dari rumah sakit." kata Alif.


"Iya nih Papa udah gak sabar pengen ketemu sama Bunda. Mama aja gak bisa ngelarang." Amira menambahkan.


"Masuk dulu Pa, Ma, kak Hana. Aca panggil Bunda dulu." Aca mempersilahkan mereka duduk.


"Bunda kamu lagi istirhat gak ?" tanya Amira.


"Gak kok Ma. Bunda lagi main sama anak - anak." jawab Aca.


Tak lama Sissy keluar menemui mereka diikuti Aca yang membawakan minuman dan sepiring kue.


"Kamu udah sehat Mas ? Kapan keluar dari rumah sakit ?" Sissy menyapa Alif dan tak lupa mencium pipi Amira.


"Alhamdulilah. Baru aja keluar." kata Alif.

__ADS_1


"Bandel nih Si. Bukannya pulang ke rumah dulu malah pengen mampir kesini." kata Amira.


"Iya Mas. Padahal istirahat aja dulu. Kan masih ada banyak waktu." balas Sissy.


"Gak Si. Aku gak bisa kalo gak nemuin kamu sama Yoan dulu. Aku mau minta maaf soal kecelakaan itu sekaligus belasungkawa." kata Alif.


"Kenapa harus minta maaf. Kan bukan salah Mas Alif. Ini semua sudah takdir dari Allah. Kami ikhlas kok dengan musibah ini. Lagian Mas Alif juga kan jadi korban." Sissy tersenyum pada suami sahabatnya.


"Tapi aku tetap merasa bersalah karena aku sendiri yang selamat. Yang lain harus meninggal dunia." imbuh Alif.


"Gak udah merasa bersalah gitu Mas. Ini udah ketentuan dari Allah. Aku malah bersyukur Mas Alif bisa selamat dari musibah itu jadi temenku tercinta ini gak kesepian." Sissy berusaha mencairkan suasana.


"Kamu nih bisa - bisanya ngeledek gitu." Amira mencubit lengan Sissy.


"Makasih ya Si. Aku lega sekarang." kata Alif.


"Iya Mas. Sekarang Mas Alif harus lebih kuat karena tanggung jawab Mas Alif bertambah." kata Sissy.


"Tugas apa ?" Alif gak mengerti dengan perkataan Sissy.


"Mas Alif bertanggung jawab untuk menjaga 2 janda sahabat kamu ini Mas." canda Sissy.


"Maksud kamu kamu mau dinikahin sama suami aku ?" tanya Amira ketus.


"Ya gaklah. Gila kali. Aku juga masih ada anak - anak dan cucu ya." jawab Sissy sambil tertawa.


"Ada - ada aja kamu Si. Kirain mau jadi yang kedua." protes Amira.


"Iya - iya aku juga paham." kata Amira.


"Ya udah Si. Kami pamit dulu. Mau mampir ke rumah Yoan dulu." kata Alif.


"Iya. Cepat sehat ya." balas Sissy.


"Bun.. Hana pamit ya." Hana mencium punggung tangan Sissy.


"Iya Han. Jagain Papa dan Mama kamu." kata Sissy.


"Insha Allah Bun." Hana menuju ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sissy.


Setelah dari rumah Sissy mereka langsung pulang ke rumah karena menurut kabar, Yoan sedang disana menjaga cucunya, anak Hana dan Dafa.


"Assalamualaikum." Alif memberi salam ketika masuk ke rumah.


"Waalaikumsalam. Alhamdulilah Mas Alif udah boleh pulang." sambut Yoan.


"Alhamdulilah Yo. Tadi kita mau mampir ke rumah kamu, tapi kata Hana kamu ada disini." ujar Alif.

__ADS_1


"Iya Mas. Vanya lagi ke luar kota sama Kian. Daripada sendirian di rumah ya aku kesini aja. Sekalian nengok Nanda dan Fahmi." balas Yoan.


"Yo, aku minta maaf ya atas musibah kecelakaan kemarin. Aku lalai jaga Topan." kata Alif dengan muka bersalah.


"Musibah kemarin itu bukan kesalahan kamu Mas. Itu murni kecelakaan." Yoan tersenyum pada suami sahabatnya itu.


"Tapi aku merasa bersalah harus selamat di saat suami kamu dan suami Sissy meninggal." lanjut Alif.


"Tetus Mas Alif maunya meninggal juga ? Mau bikin sahabat aku bersedih juga ? Udahlah Mas. Aku udah ikhlas kok. Aku yakin Sissy juga begitu. Semua sudah takdir Allah. Umur kita juga udah gak muda lagi, saatnya menikmati kebahagiaan bersama anak cucu." Yoan berkata panjang lebar.


"Iya Yo. Aku lega mendengarnya. Bukan hanya anak cucu tapi kamu punya Aku dan Amira juga." kata Alif.


"Iya. Kalian juga keluargaku." kata Yoan.


"Udah ah.. Gak usah sedih - sedihan gitu. Mending kita nikmatin kue ini." Amira datang membawa teh hangat dan sepiring kue.


"Wah.. Tau aja aku laper." kata Yoan.


"Kalian makan dan ngobrol aja. Aku mau istirahat ke kamar dulu." pamit Alif.


"Teh nya mau dibawain ke kamar Pa ?" tanya Amira.


"Gak usah. Kamu minum aja. Aku capek, pengen istirahat. Nanti aja bikinin lagi yang baru." jawab Alif.


Sepeninggal Alif, Amira dan Yoan melanjutkan obrolan sambil menemani cucu mereka bermain.


"Kamu nginep sini Yo ?" tanya Amira.


"Emang boleh ?" Yoan balik bertanya.


"Ya bolehlah. Ini kan rumah anak kamu juga." jawab Amira. Sejak beberapa tahun lalu, Amira dan Alif memilih untuk tinggal bersama anak mereka dan menjual rumah mereka untuk biaya naik haji 2 tahun yang lalu. Sisa uangnya dipakai renovasi rumah Hana dan sebagian lain disimpan untuk tabungan.


"Oke deh. Aku nginep sehari ya. Besok Vanya pulang kok. Jadi aku balik ke rumahku." kata Yoan.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita lain juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2