
Setelah urusan dengan Wawan selesai, Ical langsung menaiki lift turun ke lantai dasar. Sesaat seelah keluar dari lift, Ical melihat beberapa orang saling berpamitan. Salah satunya adalah Avi, perempuan yang selama ini dicarinya.
"Akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi." gumam Ical dalam hati.
Ical melihat Avi berjalan keluar dari lobby kantor. Tanpa disadarinya Ical pun mengikuti Avi sampai ke taman depan kantor.
Avi yang tidak menyadari kalo ada yang mengikutinya. Hingga tiba - tiba terdengar suara dering ponsel dari arah belakangnya. Ical sedikit panik saat tau ponselnya berbunyi. Dia pun cepat - cepat sembunyi di balik pepohonan di taman itu.
Avi menoleh tetapi tidak menemukan siapapun. Dia pun melanjutkan berjalan menuju ke tepi jalan untuk mencegat angkutan umum.
Di balik pepohonan Ical mengangkat ponselnya.
"Halo.." ucap Ical.
"Bro, kamu udah selesai belum ? Ini ada klien mau ketemu sama kamu." kata Revan yamng meneleponnya.
"Klien nya udah disana ?" tanya Ical.
"Belum. Tadi baru chat aku mau ketemu langsung sama kamu. Mau minta dibikinkan desain untuk merchandise." jawab Revan.
"Ya sudah suruh ke kantor 2 jam lagi. Aku bentar lagi selesai." kata Ical.
"Oke Bro. Thanks ya." Revan pun mengakhiri obrolan itu.
Ical langsung memasukkan ponselnya ke dalam kantung celananya. Dialangsung mengintip dari balik pepohonan. Ternyata Avi sudah tidak ada disana.
"Aduh.. Gara - gara telpon dari Revan nih jadi Gagal lagi ketemu sama kamu." Ical menggerutu.
Ical pun berbalik ke parkiran kantir untuk mengambil mobilnya.
"Padahal dia udah di depan mata, tapi kenapa ada aja halangannya." ucap Ical kesal.
Sampai di kantor, Ical langsung menghampiri Revan dengan muka kesal.
"Loe kenapa Bro ?" tanya Revan yang melihat Ical cemberut.
"Gara - gara kamu telpon tadi, aku jadi kehilangan dia Van." gerutu Ical.
"Dia siapa ? Cewek yang kamu cari itu ?" Revan langsung menghampiri Ical dan duduk di sebelah Ical di sofa.
"Iya. Tadi aku gak sengaja lihat dia di Blomma Company." kata Ical.
"Trus.." tanya Revan.
"Pas aku lagi ikutin dia, eh.. Kamu telpon." jawab Ical kesal.
"Trus.. " tanya Revan lagi.
"Pas selesai telpon ternyata dia udah gak ada." Ical masih kesal.
"Ya maaf. Mana aku tahu kalo kamu lagi nvejar cewek." kata Revan sambil tertawa kecil.
"Hampir aja aku ketemu dia." Ical mengusap wajahnya dengan sedikit kasar.
"Kan tinggal kamu chat dia lagi aja Bro. Kok susah - susah amat." kata Revan.
__ADS_1
"Iya juga ya. Kenapa aku gak kepikiran." Ical menepuk dahinya dan langsung mengeluarkan ponselnya.
"Susah emang kalo ngomong sama orang lagi galau." sindir Revan lalu keluar ruangan.
Ical berusaha menghubungi Avi, tapi tidak diangkat. Bahkan chat nya pun tidak dibalas. Setelah ngirim beberapa chat malah nomer Avi tidak aktif.
"Gimana Bro, bisa dihubungi ?" tanya Revan yang masuk dengan membawa 2 gelas ice cappucino.
"Gak bisa. Malah nomernya gak aktif sekarang." jawab Ical lesu.
"Sabar ya Bro. Kalo jodoh pasti akan bertemu." Revan menepuk lembut bahu Ical.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa hari kemudian Ical mendapat kabar bahwa Aca sudah melahirkan. Anaknya kembar cewek.
"Selamat ya Bun udah menjadi nenek." kata Ical saat Sissy menghubunginya.
"Iya sayang. Kamu juga sudah jadi paman." kata Sissy.
"Bilang sama Aca, Aku mau dipanggil Ayah sama mereka." kata Ical.
"Iya nanti Bunda bilangin Aca. Dia masih pemulihan melahirkan." kata Sissy.
flashback on
Pagi itu Aca terlihat mondar mandir di kamarnya.
"Kamu kenapa sayang ?" tanya Difan.
"Perutku sakit Kak. Kayaknya kontraksi deh." jawab Aca.
"Belum Kak. Tapi udah mulai sakit." Aca berusaha tenang. Dia membawa bahwa kontarksi akan hilang setelah beberapa saat dan akan berlangsung secara berkala.
"Apa aku gak usah ke kampus ya Ca ?" Difan ingin menemani Aca saat melahirkan.
"Gak Kak. Ini baru tahap awal. Kakak ngajar dulu aja. Lagian kan ada Ayah sama Bunda di rumah." kata Aca.
Aca pun menemani Difan sarapan.
"Kamu sudah mulai kontraksi Ca ?" tanya Sissy yang melihat Aca meringis menahan sakit.
"Iya Bun. Tapi masih sejam sekali." Aca mengusap punggungnya untuk mengurangi rasa sakit.
"Sepertinya kamu akan melahirkan hari ini." kata Sissy.
"Aku di rumah aja deh sayang, nemenin kamu." Difan menghentikan makannya.
"Jadwal kamu padat hari ini ?" tanya Sissy.
"Hari ada ngajar 3 kelas. Mungkin sampe jam 12." jaqab Difan.
"Sebaiknya kamu ngajar aja. Ini juga masih pembukaan awal. Masih lama kok. Nanti biar Bunda sama Ayah yang bawa ke rumah bersalin." kata Sissy.
"Iya Bun. Nitip Aca ya." pamit Difan sebelum berangkat ke kampus.
"Iya Nak. Kamu fokus ngajar aja ya." Rio menepuk bahu Difan.
__ADS_1
"Sayang, aku tinggal dulu ya. Nanti aku temenin kamu saar melahirkan." ucap Difan sambil mencium kening Aca. Tak lupa perut besar Aca pun diciumnya.
"Papa berangkat dulu ya sayang. Kalian vaik - baik disana ya." pesan Difan pada anak - anaknya yang masih di dalam perut Aca.
"Iya Papa. Hati- hati." Aca bersuara kecil seolah si kembar yang menjawab.
Beberapa jam kemudian..
"Bun... Ini air apa ya ?" tanya Aca yang panik melihat air berwarna sedikit keruh mengalir dari se******** nya.
"Sayang, ini air ketuban. Kamu sudah mau melahirkan. Apa terasa mulas ?" Sissy balik bertanya.
"Sedikit Bun." jawab Aca.
"Kamu tenang ya. Kita ke rumah sakit sekarang." kata Sissy.
Sissy pun memanggil Rio dan memintanya membawakan barang milik Aca.
Sambil menyetir, Rio menghubungi Difan agar segera mnyusul ke rumah bersalin.
Aca sudah berada di dalam ruang persalinan saat Difan sampai. Suster pun mempersilahkan Difan untuk masuk mendampingi istrinya melahirkan. Tak butuh waktu lama akhirnya terdengar suara tangisan bayi.
"Alhamdulilah Yah. Kita sudah punya cucu." Sissy memeluk Rio sambil menangis bahagia.
"Iya. Alhamdulilah Bun." Rio mengusap lembut kepala Sissy.
Hanya berselang 2 menit, terdengar lagi tangisan bayi yang kedua. Sissy mengeratkan pelukan pada suaminya.
"Selamat ya sayang. Kamu sudah jadi Mama sekarang." Sissy mencium kening putrinya yang masih lemas pasca melahirkan.
"Makasih Bun. Akhirnya di kembar lahir juga." Aca menjawab lirih. Saat itu Difan sedang mengadzani si kembar ditemani oleh Rio.
Setelah selesai, Difan masuk ke ruang perawatan Aca bersama dengan suster yang membawa bayi mereka.
"Silahkan disusui dulu Bu." Suster itu menyerahkan dan meletakkan si kembar di dada Aca. Sissy melihat Aca yang sedang melakukan IMD. Kedua bayi itu dengan lincahnya berhasil menemukan dua sumber makanannya untuk saat ini. Difan dengan telaten mendampingi sang istri dan sesekali mengusap kepala istrinya.
flashback off
"Iya Bun. Alhamdulilah lahirannya normal dan lancar ya." kata Ical.
"Iya. Kamu juga kapan dong mau kenalin calon mantu ke Bunda dan Ayah ?" tanya Sissy.
"Sabar ya Bun. Nanti pasti aku kenalin kalo sudah ketemu." jawab Ical.
"iya Bunda tunggu. Jangan lama - lama." pesan Sissy sebelum menutup telponnya.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Bersambung