Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#47 Mual Muntah


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Pagi - pagi sekali Ical mendengar suara dari kamar mandi.


"Huek.. huek..." Avi tengah muntah di kamar mandi.


"Yang, kamu kenapa ?" Ical membantu memijat tengkuk Avi.


"Eneg Mas. Tapi gak keluar apa - apa." Avi membasuh mulutnya dengan air.


"Aku bikinin teh hangat ya." kata Ical sambil membantu Avi duduk di tepi ranjang.


"Teh tawar aja Mas." kata Avi.


"Iya. Tunggu bentar ya." Ical bergegas menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk istrinya.


Avi mengoleskan minyak kayu putih ke perut dan dadanya.


"Loh kok gak tiduran aja." tanya Ical yang memasuki kamar.


"Makin eneg kalo dipake berbaring Mas. Makanya aku duduk aja." jawab Avi.


"Nih minum dulu." Ical menyodorkan segelas teh tawar hangat.


Avi meminum tehnya dengan perlahan. Setelah beberapa teguk, diletakkannya gelas teh di meja samping ranjang.


"Enakan Yang ?" tanya Ical lagi. Avi menjawab dengan mengangguk.


"Mas, bantuin olesin minyak kayu putih di punggung aku." Avi menyodorkan botol minyak kayu putih.


Ical pun membaluri punggung Avi dengan minyak kayu putih. Lalu dia menata bantal agar bisa disandari oleh Avi.


"Kamu mau aku belikan makan apa ?" tanya Ical.


"Nanti aja Mas. Ini masih pagi. Kamu tidur lagi aja kalo masih ngantuk." jawab Avi.


"Ini udah jam 6 yang. Aku beli bubur deh ya buat sarapan kita." kata Ical.


"Iya deh Mas. Terserah kamu aja." kata Avi.


Ical segera berjalan ke ujung komplek untuk membeli bubur ayam.


Avi memilih mendengarkan murrotal qur'an sambil menunggu Ical datang. Hatinya menjadi tenang saat mendengarkan ayat suci Al Qur'an itu.


"Yang, mau makan di kamar atau di sini ?" teriak Ical dari dapur.


"Aku keluar aja Mas." jawab Avi.


Ical bergegas masuk ke kamar untuk membantu istrinya keluar.


"Aku gak apa - apa Mas. Bisa jalan sendiri kok." kata Avi.


"Ya kan aku takut kamu oleng sayang." kata Ical.


"Kamu ada - ada aja Mas." Avi terkekeh melihat sikap suaminya.


"Sayang, kok jadi ngetawain aku ?" Ical mulai merajuk.

__ADS_1


"Habis kamu terlalu berlebihan. Aku cuma mual sama lemes aja." kata Avi sambil mengecup pipi Ical. Ical dan Avi menikmati bubur ayamnya.


"Yang, jangan - jangan kamu hamil ?" kata Ical tiba - tiba, membuat Avi terdiam.


"Kayaknya gak deh Mas. Soalnya minggu kemarin aku haid." kata Avi.


"Kamu yakin ?" tanya Ical.


"Yakinlah. Kan kamu juga yang beliin pembalutnya." jawab Avi.


"Iya juga ya." Ical melanjutkan makannya.


"Abis makan aku mau istirahat ya Mas. Masih lemes." kata Avi.


"Untung sekarang hari minggu. Jadi kamu gak usah ke kantor." kata Ical.


Mereka berdua menikmati hari libur itu dengan bermalas - malasan di kamar. Ical dengan setia menemani Avi di kamar. Bahkan untuk makan siang dan makan malam pun Ical memesan makanan melalui layanan online.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Avi merasa sedikit pusing saat terbangun.


"Kamu kenapa Yang ?" tanya Ical yang juga terbangun.


"Gak apa - apa kok Mas." Avi terpaksa berbohong agar Ical tidak khawatir.


"Yakin ?" tanya Ical lagi.


"Iya Mas. Udah kamu mandi duluan gih." kata Avi.


"Gak mau mandi bareng ?" goda Ical.


"Gak. Cepetan mandinya. Udah masuk subuh." kata Avi.


Setelah Ical masuk ke kamar mandi, Avi menyiapkan baju koko dan sarung untuk Ical di atas ranjang. Setelah mandi dan rapi, Ical menuju masjid untuk shalat subuh berjamaah.


"Assalamualaikum." Ical masuk rumah dengan memberi salam.


"Waalaikumsalam." Avi mencium tangan suaminya.


"Kamu masak ?" tanya Ical.


"Ini aku baru mau masak nasi." jawab Avi.


"Gak usah Yang. Ini ada rejeki nasi pecel." kata Ical.


"Kamu beli Mas ?" tanya Avi.


"Gak. Dikasih sama Pak Rusdi. Beliau bawa banyak untuk jamaah subuh di masjid." jawab Ical.


"Alhamdulilah. Yuk, kita makan." ajak Avi.


"Tumben semangat banget." Ical sedikit heran dengan Avi yang biasanya gak pernah sarapan sepagi itu.


"Gak tau nih Mas. Aku laper banget." kata Avi sambil melahap nasi pecelnya.


Ical hanya menatap sambil keheranan melihat Avi yang makan dengan lahapnya.


"Mau lagi Yang ?" Ical menyodorkan nasi pecelnya.


"Gak usah Mas. Udah kenyang." tolak Avi.


Mereka pun menyelesaikan sarapannya lalu bersiap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


"Assalamualaikum. Met Pagi Yu." Sapa Avi saat berpapasan dengan Ayu di koridor menuju lift.


"Waalaikumsalam. Pagi juga Mbak." balas Ayu.


"Udah wangi aja pagi - pagi." puji Avi.


"Iya dong Mbak. Kan mau kerja. Eh.. Kok Mbak Avi pucat sih ?" tanya Ayu.


"Masa sih ? Aku kan memang gak pernah dandan. Cuma pakai lipbalm aja." kata Avi.


"Pake lisptik aku aja biar gak pucat." kata Ayu.


"Iissh.. Gak mau ah. Tapi hari ini emang aku sedikit pusing sih." kata Avi.


"Tuh kan. Minum obat deh Mbak." usul Ayu.


"Iya. Nanti abis makan siang aja aku beli obat ke apotek. Temenin ya." kata Avi.


"Siap bos." jawab Ayu lalu berjalan menuju ke meja resepsionis.


Baru juga Avi masuk ke ruangannya, tiba - tiba perutnya terasa mual karena mencium bau pengharum ruangan.


"Huek.. huek.." Avi segera berlari ke toilet dan memuntahkan semua sarapannya tadi.


"Mbak.. Kamu gak apa - apa ?" tanya Nisya, staff HRD yang kebetulan ada di toilet juga.


"Ini sedikit mual Mbak." jawab Avi.


"Aku pijetin kamu ya." Nisya langsung memijat tengkuk Avi.


"Makasih Mbak. Udah enakan." kata Avi.


"Kamu pucat Mbak. Apa pusing juga ?" tanya Nisya.


"Iya Mbak. Kok tahu ?" Avi balik bertanya.


"Sepertinya Mbak Avi sedang hamil deh. Coba periksa Mbak." jawab Nisya.


"Masa sih Mbak. Aku baru minggu lalu haid." kata Avi.


"Mbak haidnya seperti biasa atau cuma sebentar ?" selidik Nisya.


"Cuma bentar sih. Keluarnya juga dikit." jawab Avi.


"Nah itu. Coba Mbak beli tespek. Di cek aja dulu. Pengalaman saya sih dulu kayak gitu jugam Keluar darah seperti haid hanya 3 hari. Ternyata memang hamil." Nisya menceritakan pengalamannya.


"Oh gitu ya ? Oke deh. Nanti aku beli tespek." kata Avi.


Avi kembali ke ruangannya sambil tersenyum sendiri membayangkan jika dirinya benar - benar hamil.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2