Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#26 Melamarmu


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Komunikasi antara Ical dan Avi makin hari makin intens. Bahkan hampir tiap hari Ical menjemput Avi sepulang kerja di kantornya. Dia menjemput hanya sekedar untuk membeli makan atau makan bersama dengan kedua teman Avi. Avi tidak pernah mau diajak pergi hanya berdua, untuk menghindari fitnah.


"Vi, Malam minggu besok aku mau ajak kamu makan malam." kata Ical.


"Gak mau ah Mas." tolak Avi dengan halus.


"Kita makan malamnya sama Bunda juga Ayah. Adik- adik kamu juga diajak aja." kata Ical sambil menatap sekilas pada Avi.


"Makan malam keluarga. Boleh deh kalo gitu. Tapi aku harus tanya dulu sama adik - adik. Mereka bisa atau gak ?" kata Avi.


"Bisa kok. Aku udah hubungi Agus. Sekalian suruh ngajak Lia juga." kata Ical.


"Kamu tuh Mas. Bilang sama mereka duluan ya baru bilang aku." kata Avi sedikit kesal.


"Iya. Soalnya kalo mereka gak bisa aku gak jadi ngajakin kamu makan malam sama keluarga aku." kata Ical santai.


"Iya deh Mas. Aku mau." jawab Avi.


"Nanti sekalian nginep juga ya?" kata Ical lagi.


"Emang mau makan malam dimana ?" tanya Avi.


"Kita mau makan malam di Batu. Aku akan nyewa Villa buat kita semua." jawab Ical.


"Kok pake nginep segala sih ?" tanya Avi lagi.


"Ya biar gak kejauhan dan kemalaman pulangnya. Nanti Lia dan yang lainnya juga bisa nginep juga." jawab Ical.


"Terserah kamu aja deh Mas. Aku ngikut aja." kata Avi.


"Oke. Besok dan lusa aku gak bisa jemput kamu ya soalnya banyak orderan yang harus diselesaikan." kata Ical.


"Gak apa - apa Mas. Lagian kamu tuh gak usah tiap hari kesini. Jauh Mas. Nanti kamu kecapekan." kata Avi.


"Aku gak capek kok. Aku seneng malah bisa ketemu kamu tiap hari. Meskipun cuma sebentar." Ical menoleh sekilas pada Avi.


"Kamu ngajak aku muter - muter cuma mau bilang ini ?" Avi tertawa kecil menatap Ical.


"Iya. Biar agak lamaan juga ketemu kamunya." jawab Ical sambil tersenyum menatap Avi.


"Mas.. Kamu lihat depan dong. Nanti nabrak lagi." gerutu Avi.


"Iya Maaf ya. Abis kamu makin cantik deh." rayu Ical.


"Gombal kamu Mas." Avi tersipu malu.


"Serius Vi. Kamu emang cantik." Ical senang sekali menggoda calon istrinya. Avi hanya terdiam tak menanggapi ucapan Ical. Padahal dalam hatinya dia begitu senang mendengar ucapan Ical.


"Hari Sabtu siang aku jemput ya." kata Ical.

__ADS_1


"Kok siang udah dijemput ? Katanya makan malam ?" tanya Avi.


"Kan abis jemput kamu baru aku jemput Bunda dan Ayah. Terus kita berangkat ke Batu." jawab Ical.


"Jangan lupa jemput Lia juga." Avi mengingatkan.


"Iya pasti." kata Ical.


Ical langsung pulang lagi setelah mengantar Avi ke kosannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari Sabtu siang Ical sudah menjemput Avi di kosannya.


"Maaf nungguin lama ya Mas ?" tanya Avi yang baru keluar dari kosan.


Ical hanya diam terpana melihat Avi yang terlihat cantik memakai dress dan sedikit merias wajahnya.


"Mas... Kok malah benging sih ?" Avi melambaikan tangannya di depan wajah Ical.


"Kamu cantik banget pakai dress kayak gini." puji Ical tanpa berpaling dari Avi.


"Mas.. Jaga pandangan dong." tegur Avi.


"Eh.. Maaf ya. Abis kamu bikin pangling." Ical segera mengalihkan pandangannya dan mulai menghidupkan mesin mobil.


Suasana hening selama perjalanan. Sesekali Ical mencuri pandang pada Avi. Avi yang merasa diperhatikan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Ical langsung mengajak Avi masuk begitu sampai di rumah.


"Kamu duduk dulu aja Vi." kata Ical.


"Bentar aku panggilin ya." jawab Ical.


Ternyata Sissy sedang di halaman belakang. Begitu mendengar suara Avi, Sissy langsung menghampiri ke ruang tamu.


"Eh calon mantu Bunda sudah datang." kata Sissy lalu memeluk Avi.


"Bunda belum siap nih ?" tanya Ical.


"Tinggal ganti baju aja. Tadi Bunda abis bersihin sandal Ayah." jawab Sissy.


"Aku tinggal ke kamar bentar ya Bun, Vi." pamit Ical.


Sejam kemudian, mereka pun berangkat ke Batu. Sebelumnya mereka menjemput Lia terlebih dahulu. Sedangkan Bayu dan Agus langsung menyusul ke tempat makan malam.


Sissy menggandeng lengan Avi saat memasuki kafe. Mereka menuju ke bagian belakang kafe itu.


"Wah.. Bagus banget dekorasinya Bun." Avi terkesima melihat taman yang sudah didekorasi penuh dengan bunga.


"Iya dong. Sengaja aku siapin buat malam ini." kata Ical.


"Kok disini sepi Mas ? Cuma kita aja ?" tanya Avi.


"Iya. Bagian taman sengaja aku booking buat acara malam ini." jawab Ical.


"Emang acara apa ?" tanya Avi lagi.

__ADS_1


"Ya acara makan malam lah. Kamu gimana sih ?" jawab Ical sambil tersenyum pada Ical.


"Iya juga ya." Avi memilih tak bertanya lagi.


Mereka semua duduk di satu meja besar dan menikmati makanan yang disuguhkan. Bunda lebih banyak bertanya pada Avi dan ketiga adiknya. Satu persatu makanan disajikan. Hingga yang terakhir adalah puding strawberry kesukaan Avi.


"Gimana makanannya Gus, Bay ?" tanya Ical.


"Alhamdulilah enak Mas. Makasih ya." jawab Agus.


"Sering - sering aja ngajakin makan enak kayak gini. Hehehe." canda Bayu.


"Bayu..." Avi menegur adiknya.


"Cuma becanda Teh." kata Bayu sambil tersenyum.


"Nanti pasti Mas akan ngajak kalian makan malam kayak gini ya lagi." kata Ical.


"Udah selesai nih. Kita langsung pulang ?" tanya Rio.


"Bentar Yah. Masih ada kejutan buat Avi." kata Ical lalu beranjak menghampiri Avi.


Ical lalu berlutut di hadapan Avi dan menyodorkan sebuah cincin dalam kotak beludru.


"Shavira, maukah kamu menjadi istriku ?" tanya Ical.


"Mas.. Kenapa pake kayak gini sih ? Aku kan malu." kata Avi pelan.


"Dijawab dong Vi." Sissy menyenggol perlahan lengan Avi.


"Iya aku mau Mas." jawab Avi.


Ical lalu berdiri sambil menyodorkan cincin pada Avi.


"Eits.. Belum mahram jadi belum boleh pegang." Larang Rio saat Ical hendak memakaikan cincin pada jari Avi.


Sissy pun membantu memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri Avi.


"Alhamdulilah. Akhirnya aku bakal punya mantu lagi." kata Sissy bahagia.


"Asik.. Teteh mau nikah. Abis ini giliran kita Yang." ceplos Bayu pada Lia.


"Ehem... Jangan asik sendiri. Inget.. disini ada yang jomblo." gerutu Agus yang disambut oleh tawa semuanya.


...***...


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2