
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...*****...
"Kamu kenapa sayang ? Kok kayak kesakitan gitu ?" tanya Ical saat Avi mencengkeram lengannya.
"Perutku sakit Mas." Avi terlihat menahan sakit.
"Ayo duduk dulu." Ical segera menuntun Avi ke kursi terdekat.
"Loh.. Avi kenapa Cal ?" tanya Rio melihat anak dan menantunya.
"Gak tau Yah. Perutnya sakit katanya." jawab Ical.
"Ayah panggil perawat dulu. Biar dibawa ke IGD." Rio segera menuju ruang perawat.
Tak lama Rio kembali bersama seorang perawat dengan kursi roda yang akan membawa Avi ke ruang IGD.
"Masih sakit perutnya Bu ?" tanya Dokter jaga.
"Sekarang sudah ilang dok." jawab Avi.
"Sepertinya Ibu mau melahirkan. Saya panggilkan dokter kandungan dulu." Kata dokter jaga.
Ical terus menemani sambil mengusap punggung Avi.
"Mas... Sakit lagi." Avi meremas tangan Ical dengan kuat.
"Sabar ya Sayang. Kita tunggu dokternya." Ical berusaha tenang. Dia sudah paham kalo tahapan kontraksi bisa berkala.
Tak lama dokter kandungan datang untuk memeriksa Avi.
"Maaf Pak. Silahkan tunggu di luar dulu." kata Perawat lalu menutup kain yang mengitari ranjang.
Ical menunggu dengan cemas saat Avi diperiksa.
"Ibu Shavira akan melahirkan. Sekarang sudah pembukaan 2." Dokter menjelaskan.
"Ini bisa lahiran normal dok ?" tanya Ical.
"Insha Allah bisa." jawab dokter.
"Bapak silahkan urus administrasi dulu." kata Perawat sambil membantu mengarahkan Ical ke bagian administrasi.
"Kamu urus Cal, Biar Ayah yang temani Avi." kata Rio.
Setelah menunggu setengah jam, akhirnya mereka mendapatkan kamar rawat. Avi pun segera dipindahkan ke ruangan rawat.
"Mas, kamu telpon Bunda dulu." Avi mengingatkan saat kondisinya sedang tenang.
"Oh iya. Aku sampai lupa Yang. Sebentar ya." Ical keluar dari ruangan untuk menelepon.
*trrtt... trrtt..*
"Assalamualaikum Bun." Ical mengucap salam saat telepon diangkat.
"Waalaikumsalam. Kamu dimana sih Cal. Sama Ayah juga gak ? Kok gak nyusul ke kamar Aca ?" omel Sissy.
"Maaf Bun. Ini aku lagi nemenin Avi..." Ical belum sempat menjelaskan sudah dipotong lagi.
"Avi kenapa ?" Sissy terdengar panik.
"Tenang dulu dong Bun. Ini baru mau Ical jelasin." kata Ical.
"Iya, Maaf. Mantu Bunda kenapa ?" Sissy mencoba lebih tenang.
"Avi mau melahirkan juga Bun. Sudah bukaan 4. Sekarang masih di kamar." jawab Ical.
"Subhanallah. Bunda kesana sekarang. Di kamar berapa ?" tanya Sissy lagi.
"Di kamar Anggrek 2." jawab Ical.
__ADS_1
"Bunda kesana sekarang. Assalamualaikum." Sissy memutus hubungan teleponnya.
"Waalaikumsalam." Ical kembali ke dalam kamar menemui istrinya.
"Sakit lagi sayang ?" Ical membelai kepala Avi.
"Belum Yang." jawab Avi.
"Kok belum sih ? Enggak gitu." ralat Ical.
"Namanya juga mau melahirkan, kan sakitnya berkala Mas." kata Avi.
Tak lama Sissy datang tergopoh - gopoh.
"Ya Allah Nak. Kamu baik - baik aja kan ?" Sissy membelai kepala Avi dengan lembut.
"Alhamdulilah Bun. Triplet pengen ikutan keluar bareng sama kakak - kakaknya." jawab Avi sambil tersenyum.
"Ayah juga kenapa gak hubungi Bunda sih waktu Avi dibawa ke IGD " Sissy ganti mengomeli suaminya.
"Maaf Bun. Ayah panik sampai lupa." jawab Rio sambil memeluk istrinya.
"Udah Bun. Aku gak apa - apa kok." Avi tersenyum melihat kedua meetuanya itu.
Tapi tak lama kemudian Avi mulai merasakan perutnya mulas lagi.
"Aduh... Sakit lagi Bun." Avi meringis menahan sakit. Sissy segera memanggil perawat.
"Saya periksa lagi ya Bu. Tolong menunggu disana dulu." kata perawat.
Ical, Sissy dan Rio menunggu agak jauh saat perawat memeriksanya.
"Ini Bu Shavira sudah pecah air ketubannya dan sudah pembukaan 5. Kami akan segera bawa ke ruang observasi." kata perawat lalu meninggalkan ruangan rawat.
Tak lama perawat kembali lagi untuk membawa Avi ke ruang observasi.
"Tolong yang menunggu satu orang saja." kata perawat.
"Bunda aja yang di dalam ya. Aku sama Ayah nunggu di luar aja." kata Ical.
"Nanti kalo waktunya melahirkan Aku yang nemenin kamu Yang. Sekarang sama Bunda dulu ya. Aku mau cari kopi dulu. Biar gak grogi." Ical mencium kening Avi lalu keluar dari ruang observasi.
"Yah, aku mau cari kopi dulu. Ayah mau ikut gak ?" tanya Ical.
"Boleh. Ayah juga ngantuk nih diem aja." jawab Rio. Ayah dan anak itu pun berjalan menuju ke kantin rumah sakit. Ical segera memesan Cappucino panas untuknya dan kopi espresso untuk Ayahnya.
"Aduh Yah.. kan tas bajunya Avi belum dibawa. Gimana ya ?" Ical berpikir keras.
"Tapi sudah disiapin ? Biar Ayah minta tolong anak bengkel untuk ambilkan." usul Rio.
"Udah Yah. Tapi kan kuncinya di aku." kata Ical.
"Gak ada kunci serepnya gitu ?" tanya Rio.
"Hhmm.. Kayaknya Avi sengaja simpan dekat pintu rumah deh. Sebentar." Ical mencoba mengingat dimana istrinya menyimpan kunci cadangan rumah.
"Minta tolong Revan aja Cal. Dia masih di rumah kan jam segini." usul Rio.
"Semoga aja masih." Ical melirik jam di tangannya. Masih jam setengah 9. Biasanya Revan akan berangkat ke kantor jam 9.
Ical segera menghubungi rekan kerja sekaligus tetangganya itu.
Ical tampak berbicara dengan Revan melalui telepon. Ekspresi wajah Ical yang tadi tegang berubah sedikit rileks bahkan mulai tersenyum.
"Gimana Cal ?" tanya Rio saat Ical kembali menghampirinya.
"Alhamdulilah Yah. Revan masih belum berangkat kerja." jawab Ical.
"Udah inget kan kuncinya ditaruh dimana ?" tanya Rio lagi.
"Udah. Disimpen di kotak kecil di rak sepatu." jawab Ical.
"Syukurlah. Ayo kita kembali ke ruang observasi." Rio merangkul putra lelaki kebanggannya.
Setelah menunggu sekitar 10 jam, Avi sudah diap untuk melahirkan. Avi segera dipindahkan ke ruang persalinan. Ical memakai baju steril dan ikut menemani di dalam ruang persalinan.
__ADS_1
"Mas, Doain ya.." Avi meraih tangan Ical dan menciumnya bolak balik.
"Kamu pasti kuat Yang. Disini ada aku." Ical mencium kening Avi dengan lembut dan dalam.
Dokter membantu mengarahkan Avi untuk mengejan. Setelah dua menit, akhirnya Bayi pertama lahir.
"Oek.. oek.. " terdengar suara tangisan bayi.
"Laki - laki." kata dokter lalu memberikan bayi tersebut ke tangan perawat.
Ical mengelap keringat di dahi sang istri.
"Kita mulai lagi ya Bu. Ayo mengejan." dokter kembali memandu Avi.
"Oek.. oek.." tak lama terdengar suara tangisan bayi kedua.
"Perempuan." perawat kembali menerima bayi kedua untuk dibersihkan.
"Masih kuat kan Bu ? Masih ada satu lagi ya." dokter coba menguatkan Avi.
Avi mengambil nafas panjang sambil menatap Ical, suaminya. Avi sudah merasa sangat lelah dan tenaganya terkuras habis.
"Ayo Sayang. Kamu bisa, kamu kuat." Ical kembali mengusap kening Avi yang basah oleh keringat.
"Ayo Bu. Kita mulai lagi. Kita sambut bayi terakhir." dokter memberi semangat.
"Kamu bisa Sayang. Love You." Ical berbisik di telinga Avi.
Mendengar ucapan Ical, Avi merasa tenaganya lembali terkumpul. Dia pun mulai mengejan lagi.
"Oek.. Oek.." Akhirnya terdengar suara bayi terakhir.
"Laki - laki. Alhamdulilah selesai." dokter menyerahkan bayi ketiga pada perawat.
"Alhamdulilah Sayang. Anak kita 2 laki dan 1 perempuan." Ical mengecup kening Avi.
"Alhamdulilah Mas." Avi merasa sangat lemas setelah melahirkan 3 bayi dengan normal.
"Silahkan Bapak Adzani dulu bayi - bayinya. Kami juga akan membersihkan Bu Shavira." kata perawat.
Ical segera menuju tempat ketiga bayinya berada.
Dia segera mengadzani mereka secara bergantian.
Setelah selesai, Ical menghampiri Avi yang sudah selesai dibersihkan.
"Mas.." Avi memanggil suaminya lirih.
"Makasih ya Sayang. Sudah berjuang melahirkan triplet." Ical mengecup kening Avi.
"Sama - sama Mas. Mana triplet ?" tanya Avi.
"Sebentar lagi jyga mereka akan dibawa kesini. Sabar ya." kata Ical.
Tak lama perawat membawa ketiga bayi Avi dan Ical.
Perawat menyerahkan seorang bayi di dada Avi dan 2 orang bayi sisanya pada Ical. Saat ini mereka sedang melakukan metode IMD dan skin to skin.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1