
Avi mulai bekerja di toko kain milik koh Dio. Meski cara bicaranya ceplas - ceplos tapi koh Dio orangnya baik dan perhatian.
"Vi, kamu hafalkan jenis kain dan letaknya disini ya. Biar lebih mudah membantu pelanggan." kata Dio.
"Baik Pak." jawab Avi.
"Jangan panggil saya Bapak, panggil koh aja." protes Dio.
"Siap koh." jawab Avi sedikit gugup.
"Mila, kamu bantuin Avi disini ya. Nanti kalo ada pelanggan tetap juga kamu kenalkan ke dia." perintah Dio pada Mila, pegawai senior.
"Siap koh." jawab Mila sambil mengajak Avi keliling.
Selepas makan siang, Avi dipanggil oleh koh Dio. Dio mengulang semua yang sudah dipelajari Avi.
"Bagus. Kamu udah paham kan. Saya suka kamu cepat belajar." puji Dio.
"Makasih Koh. Saya berusaha semampu saya." kata Avi merendah.
"Siang Koh. Lagi sibuk ya ?" seorang wanita seumuran Dio menyela obrolan mereka.
"Hai Si. Enggak, ini cuma lagi ngajarin pegawai baru aja." Dio melirik pada perempuan berhijab panjang itu.
"Saya mau ambil pesanan kain saya Koh." kata Sissy tanpa basa - basi.
"Kok buru - buru amat ?" tanya Dio sambil mengambilkan pesanan kain yang sudah dibungkus rapi.
"Iya nih soalnya ditungguin sama anak saya." Sissy menunjuk ke arah mobil yang terparkir di depan toko. Avi menatap wajah perempuan itu. Entah kenapa dia jadi teringat dengan Bu Rini, ibu panti yang mengasuhnya dulu.
"Si, kenalin ini Avi, pegawai baru aku." kata Dio.
Avi menyambut uluran tangan perempuan itu.
"Rissya." kata perempuan itu.
"Avi, kamu ingat - ingat ya Bu Rissya ini pelanggan tetap toko ini. Kalo beliau kesini lagi kamu harus layani dengan baik dan sopan." kata Dio.
"Siap Koh." jawab Avi sambil mengangkat sedikit kepalanya menatap Sissy.
"Semoga kamu betah ya kerja disini sama Koh Dio. Gak usah diambil hati kalo dia marah - marah." kata Sissy mencandai Avi, sang pegawai baru.
"Iya Bu." jawab Avi singkat.
"Sejak kapan aku jadi galak. Jangan bikin hoax kamu ya." Dio pura - pura tersinggung.
"Iya.. Iya.. Koh Dio ini bos paling baik." puji Sissy tulus.
"Lebay deh. Hahaha." kata Dio.
"Ya sudah. Saya pamit dulu ya. Semangat ya kerjanya Avi." Sissy berjalan menuju mobil.
"Saya bantu angkat kainnya ke mobil Bu." kata Avi langsung mengambil kantong hitam berisi kain.
__ADS_1
"Makasih ya." kata Sissy sambil tersenyum.
Avi hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya.
"Taruh disini aja Vi. Ini mobil anak saya." kata Sissy.
"Iya Bu." Avi meletakkan kantong itu di trotoar depan toko.
"Lain kali kita ngobrol lagi ya. Sekarang saya lagi banyak urusan." Sissy menepuk pelan bahu Avi.
"Saya permisi masuk lagi ke dalam." Avi pamit ke dalam toko ketika dilihatnya serombongan orang masuk dalam toko untuk berbelanja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini Ical sedikit kesal dengan Bunda dan sahabat - sahabatnya. Dengan seenaknya mereka ngomongin soal kejombloan Ical bahkan berniat menjodohkan dengan seorang gadis.
"Wah.. Ical makin ganteng aja." puji Amira.
"Udah gede ya makin mirip sama Ayahnya yang ganteng." Zizi ikut memuji Ical.
"Bilang ganteng sih boleh tapi gak usah muji suami orang dong." protes Sissy sambil tertawa.
"Hahaha." Yang lain ikut tertawa.
"Say, Kita jodohin aja dia sama anaknya Rike. Ingat gak ?" usul Yoan.
"Anak Rike ? Yang mana ya ?" tanya Sissy.
"Oh iya. Anaknya yang putih itu kan ?" tanya Zizi.
"Iya. Tinggi langsing. Tadinya mau jadi pramugari tapi gak boleh sama Rike." jawab Yoan lagi.
"Oh iya aku ingat. Anaknya manis ya." kata Sissy.
"Maaf Bunda, Mama, Manda.. Orangnya disini loh yang diomongin. Ical gak mau dijodoh - jodohin gitu." kata Ical kesal. Dia yang duduk di sofa pojok merasa kesal mendengarkan obrolan para Ibu itu.
"Hehehe. Daripada kamu jomblo terus. Saudara kamu udah nikah semua loh." kata Yoan.
"Ical masih 22 Ma. Biarin Ical menikmati masa muda dulu lah." kata Ical lagi.
"Iya deh Cal. Asal jangan terlalu lama. Nanti Manda sama yang lainnya gak bisa siapin pesta yang bagus buat nikahan kamu." ucap Zizi.
"Lagian Ical juga mau nikah sederhana aja." ucap Ical.
"Jangan dong. Ini kan nikahan anak kami yang terakhir. Harus bagus dan berkesan." Amira menatap Ical sambil tersenyum.
"Terserah deh." Ical berkata singkat.
"Kapan dong Cal ? Udah ada calonnya ?" Zizi mulai kepo.
"Belum. Nanti kalo udah ada calonnya langsung Ical kenalin ke Bunda dan semuanya." Ical memilih pergi dari ruangan itu. Pusing kepalanya mendengar obrolan para Ibu itu.
Ical menuju ke bagian bawah cake shop.
__ADS_1
"Mas Ical, mau pesen apa ?" tanya Kiki, si kasir dengan genit.
"Milkshake strawberry satu ya." kata Ical tanpa melihat ke Kiki.
"Siap Mas. Makin ganteng aja sih Mas." goda Kiki. Ical hanya diam saja.
"Kue nya sekalian Mas ?" tanya Kiki lagi.
"Boleh. Yang ini aja Mbak." Ical menunjuk pai buah.
"Jodohnya gak sekalian Mas ? Saya dengan sennag hati menemani Mas Ical." Kiki menggoda Ical dengan genit.
"Hais. Apaan sih ?" Ical merasa risih.
"Becanda Mas. Jangan ngambek ya ganteng." kata Kiki sambil tersenyum.
Ical tak menanggapi dan membawa kuenya ke kursi yang kosong.
Bukannya Ical tak mau menikah tapi dia masih sangat penasaran dengan sosok perempuan yang ditabraknya di Cafe beberapa bulan yang lalu.
"Kayaknya yang aku lihat tadi itu beneran Avi deh." gumam Ical sambil mengingat - ingat.
"Kenapa dia bisa ada disini ? Bukannya dulu aku ketemu di Bandung ya ?" Ical berkata lirih.
"Sayang, kamu lagi mikir apa sih ? Bunda panggil dari tadi kok diam aja." suara Sissy membuyarkan lamunan Ical.
"Eh Bunda. Gak kok. Cuma lagi mikir aja." kata Ical.
"Mikir apa ?" tanya Sissy.
"Ical lagi mikir harus mulai cari kantor." jawab Ical asal.
"Gimana kalo bangun kantor di bagian samping bengkel Pelangi." usul Sissy.
"Boleh juga tuh. Nanti deh Ical pikirkan lagi." kata Ical.
"Ya udah. Sekarang kita pulang yuk. Bunda belum masak." ajak Sissy.
"Ayok Bun." Ical bangkit dan melangkah keluar mengikuti Bundanya.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1