Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#42 Mesra Sampai Tua


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Avi dan Ical disambut oleh Bunda, Ayah, Aca, Difan dan si kembar.


"Selamat datang pengantin baru !!!" sambut Aca.


"Makasih Ca." Avi lamgsing mencium tangan Ayah dan Bunda.


"Gimana bulan madunya ? Menyenangkan ?" tanya Rio iseng.


"Alhamdulilah Yah." jawab Avi.


"Cucu Bunda udah otw ?" goda Sissy.


"Masih proses Bun." Ical yang menjawab.


"Hehehe. Bunda gak sabar punya cucu lagi." kata Sissy.


"Baru juga nikah seminggu. Sabar Bun." Rio memeluk bahu Sissy.


"Eh.. ada kalian juga. Ayo makan siang bareng dulu. Bunda udah banyak banyak." ajak Sissy pada Agus, Lia dan Bayu.


"Kita mau nyompan barang dan ganyi baju dulu Bun." kata Ical.


Ical mengajak Avi ke kamarnya yang terletak di lantai 2.


"Akhirnya sampai rumah juga." Ical menjatuhkan dirinya di ranjang kesayangannya.


Avi hanya tersenyum lalu menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Mas, cepetan ganti baju dulu, kita udah ditunggu sama Bunda di bawah." kata Avi sambil mengambilkan kaos oblong dan celana panjang santai buat suaminya.


"Sholehahnya istriku. Makasih sayang." kata Ical sambil mengecup bibir Avi sekilas sebelum masuk ke kamar mandi.


"Ayo duduk di sebelah Bunda." kata Sissy yang melihat pengantin baru itu turun dari tangga.


"Kirain bakal makan belakangan." ledek Agus.


"Apaan sih kamu Gus." tegur Avi.


"Maaf. Ya kan becanda Teh." kata Agus.


"Ada Ayah sama Bunda. Jangan suka becanda kayak gitu." Avi menasehati adiknya.


"Biar aja Vi. Namanya anak muda." Sissy coba menengahi.


"Iya. Ayah gak masalah kok." Rio ikut menambahkan.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya fokus menikmati makan siangnya.


Setelah makan, Agus, Bayu dan Lia langsung pulang. Avi tak lupa memberikan oleh - oleh buat ketiga adiknya.


"Kalian nginep disini kan ?" tanya Rio saat mereka duduk santai di saung halaman belakang.


"Iya Yah. Besok baru kami pulang ke rumah kami." jawab Ical.


"Kok cuma sebentar sih disininya ?" tanya Bunda.


"Lain kali kamu nginep lagi disini Bun." kata Ical sambil mengelus panggung Bundanya.


"Katanya kamu pengen cepet punya cucu lagi dari mereka." ledek Rio.


"Iya juga ya. Biar lebih bebas ya." Sissy melirik pada anak dan mantunya itu.


"Siap Bun. Nanti Ical giat bikinin cucu buat Bunda dan Ayah." canda Ical.


"Modus deh Mas." protes Avi.


"Itu mah maunya kamu. Nempel terus sama istri kamu." ledek Rio.


"Emang cuma Ayah sama Bunda aja yang selalu nempel." sindir Ical.


"Dasar anak ini. Kalo ngomong suka bener." canda Rio sambil memeluk dan mencium pipi Sissy.


"Ayah.. Malu ih sama umur." Sissy mencubit perut Rio yang sedikit buncit.


"Hahaha. Biarin aja. Biar anak - anak mencontoh orangtuanya, mesra sampai tua." kata Rio.


"Apaan sih Mas." Avi memukul kecil lengan Ical.


"Oh iya Bun. Ayah ada janji di bengkel. Bunda mau ikut ?" tanya Rio.


"Boleh Yah. Tapi Bunda minta diantar ke Cake Shop aja." jawab Sissy.


"Oke. Lets go. Kita tinggal dulu ya." Rio menarik Sissy menuju ke dalam rumah.


Sekarang tinggal Avi dan Ical di saung halaman belakang. Ical langsung duduk di belakang Avi dan menariknya kedalam pelukannya. Tangam Ical melingkar erat di perut snag istri.


"Mas.. Ini masih di halaman belakang loh." Avi mengingatkan.


"Emang kenapa kalo di halaman belakang ?" tanya Ical sambil mengecupi leher Avi.


"Kalo ada yang lihat gimana ?" jawab Avi.


"Gak ada orang. Ayah dan Bunda kan lagi pergi." kata Ical.


"Kan masih ada Mbak Tini." kata Avi.


"Mbak Tini kan udah pulang pas kita selesai makan. Abis Agus pulang, dia juga pamit." Ical menjelaskan. Mbak Tini adalah asisten rumah tangga yang bekerja setengah hari saja.


"Ooh... Kok aku gak tau ya." Avi berpikir sejenak.

__ADS_1


"Kamu lagi ke kamar mandi tadi." Ical mengingatkan.


"Oh iya." Avi menganggukkan kepalanya.


"Berarti bebas kan sayang." Ical mulai mengecup pipi Avi. Tangannya pun mulai masuk ke dalam kaos Avi dan memyentuh dua bukit kesayangannya.


"Mas... Tangannya ih." Avi memegang tangan Ical mencoba memghentikan pergerakannya.


"Kangen sayang. Pengen kamu." bisik Ical di telinga Avi.


"Baru juga abis subuh kita melakukan. Gak ada puasnya sih." sindir Avi.


"Abisnya kamu enak sayang. Bikin ketagihan." Ical menarik dagu Avi dan mencium lembut bibir merah itu. Tak cukup hanya ciuman, tangannya pun bermain menjamah tubuh Avi dibalik kaosnya.


Avi mulai terlena dan menikmati setiap sentuhan sang suami. Hingga ketika bibir Ical hendak menikmati pa****ra nya, Avi langsung menghentikannya.


"Jamgan Mas." cegah Avi.


"Kenapa sayang ? Kamu gak mau ? Kamu nolak suami kamu ?" tanya Ical kesal.


"Bukan gitu. Jangan disini. Takutnya Ayah sama Bunda pulang." jawab Avi sambil menatap suaminya dengan penuh cinta.


"Ooh.. Yuk, kita ke kamar aja." kata Ical yang langsung menggendong Avi.


Avi melingkarkan tangannya di leher Ical, berpegangan penuh pada sang suami. Ical langsung me*****dan me***** bibir Avi.


Sampai di kamar, Ical menurunkan Avi perlahan di ranjangnya tanpa melepaskan ciumannya.


Setelah dirasa Avi mulai kehabisan nafas, Ical melepaskan bibirnya dan mulai membuka hijab dan baju sang istri hingga menyisakan ** dan ** saja.


"Kamu cantik sayang. Beruntungnya aku bisa memilikimu." puji Ical sambil mengusap wajah sang istri.


"Aku juga beruntung bisa menikah dengan kamu Mas." balas Avi tak mau kalah.


Akhirnya sisa kain yang menutup or*** in*** tubuh mereka mulai ditanggalkan. Ical menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan mulai melakukan penyatuan. Avi mengeluarkan de***** yang terdengar seksi di telinga Ical. Hingga akhirnya lahar panas memenuhi rahim Avi dan Ical pun terkulai lemas.


"Makasih sayang." kata Ical sambil mengecup kening, pipi dan bibir Avi.


Lalu berguling ke samping dan menarik Avi ke dalam pelukannya. Keduanya akhirnya terlelap setelah kegiatan 'panas' mereka dan berharap akan segera hadir Ical junior.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2