
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...*****...
Tak terasa sudah 3 bulan Ical dan Avi menikah. Keduanya sangat menikmati peran masing - masing sebagai suami dan istri.
Hari ini Ical dan Avi akan berkunjung ke rumah Ayah Bundanya. Kebetulan Aca dan Difan serta si kembar sedang liburan disana juga.
Ical yang sudah terbangun lebih dulu, memandang wajah cantik dan lembut sang istri. Dibelainya wajah sang istri dengan lembut hingga membuat istrinya terbangun.
"Pagi sayang." sapa Ical sambil mengecup bibir Avi lembut.
"Pagi Mas.." Avi memeluk suaminya.
"Ayo kita siap - siap, kan mau ke rumah Bunda." Ical mengingatkan.
"Iya. Kamu mandi duluan aja. Aku siapin sajadahnya." kata Avi.
"Mandi bareng aja biar cepet." tanpa menunggu tanggapan, Ical langsung menggendong sang istri ke kamar mandi.
"Mas... Modus deh." bukannya marah, Avi malah melingkarkan tangannya di leher suaminya.
Ical menurunkan Avi dengan hati - hati dan mulai menyalakan shower dengan air hangat. Mereka saling mencumbu dan menyentuh bagian tubuhnya. Tak lupa saling menyabuni tubuhnya Hingga akhirnya mereka pun melakukan penyatuan sebelum membersihkan tubuhnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sissy sudah menyiapkan makanan spesial untuk anak - anak dan menantunya.
"Assalamualaikum Bun." Sapa Avi sambil mencium tangan dan pipi mertuanya.
"Waalaikumsalam." Sissy menyambut Avi dan juga Ical yang berdiri di belakangnya.
"Aca mana Bun ?" tanya Avi.
"Lagi di taman belakang sama si kembar." jawab Sissy.
"Aku ke belakang ya Yang." Avi meminta ijin pada suaminya.
"Iya. Aku mau keatas nyimpan barang dulu." kata Ical.
Avi langsung menuju ke taman belakang.
"Assalamualaikum cantik." Avi menyapa ipar dan keponakannya.
"Waalaikumsalam Bunda." Aca menyapa Avi.
Melihat Avi, Nana dan Nia berjalan tertatih menghampirinya dan berebut ingin digendong.
"Uluh.. uluh.. Anak Bunda udah pinter jalan ya." kata Avi berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan mereka.
"Mama dicuekin deh. Semua berebut Bunda Avi." kata Aca pada kedua anaknya.
__ADS_1
Avi pun menuntun kedua balita yang berumur 15 bulan itu ke saung.
"Udah cocok banget jadi Ibu Vi. Udah isi belum ?" tanya Aca sambil mengusap perut rata Avi.
"Belum Ca. Doain aja. Kamu agak gemukan Ca." jawab Avi.
"Kurang tokcer nih Ical. Harus dikasih berguru sama suami aku nih." kata Aca.
"Berguru ? Emang suami kamu jagoan ?" ledek Avi.
"Iya dong.. Buktinya sekarang aku ...." ucapan Aca terpotong oleh teriakan Sissy memanggil mereka.
"Ca, Vi, Ayo makan siang dulu." panggil Sissy.
Mereka berdua pun masuk ke rumah. Meninggalkan Nana dan Nia yang masih asik bermain bersama pengasuhnya.
Rio, Ical dan Difan sudah duduk berkumpul di meja makan. Avi segera duduk di sebelah Ical sedangkan Aca duduk di seberang mereka di sebelah Difan. Para istri mengambilkan suami mereka nasi dan lauknya. Merekapun menikmati makanan dengan penuh kehangatan.
"Udah lama ya kita gak ngumpul lengkap kayak gini." kata Rio.
"Ini pertama kalinya Yah. Kita ngumpul lengkap setelah Ical dan Avi menikah." kata Sissy.
"Iya Bun. Abis kita juga baru bisa cuti lagi." kata Difan.
"Kalian sering - seringlah pulang ke Malang." pinta Sissy.
"Atau pindah lagi ke Malang." usul Ical.
"Boleh juga Kak. Kita pindah sini lagi." kata Aca.
"Iya nanti aku pikirin lagi." kata Difan.
"Udah Bun. Biar kita aja yang cuci piringnya." kata Avi.
"Iya. Bunda duduk aja sama Ayah." Aca ikut menimpali.
"Iya deh. Bunda mau ke kamar mandi dulu. Udah kebelet pipis dari tadi." kata Sissy.
Selesai mencuci piring, Aca dan Avi bergabung dengan suami dan Ayah mereka. Sissy belum terlihat disana.
"Bunda kemana Ca ?" tanya Rio.
"Tadi sih mau ke kamar mandi dulu katanya. Tapi kok lama ya ?" jawab Aca.
"Aku susulin deh." Avi bangkit hendak berjalan menuju kamar mandi.
Baru selangkah sudah terlihat Sissy berjalan menuju mereka dengan senyum sumringah.
"Kamu kok lama Bun ?" tanya Rio.
"Tebak Bunda bawa apa ?" Sissy mengeluarkan benda kecil pipih.
"Kamu hamil lagi ?" tanya Rio kaget melihat Sissy membaqa tespek dengan dua garis merah.
"Bunda gak mungkin hamil lagi kan ?" Ical dan Aca kompak bertanya dengan muka kaget.
__ADS_1
"Iisssh.. Gak mungkin lah. Justru Bunda mau nanya, ini punya siapa ?" Sissy menatap Aca dan Avi bergantian.
"Kamu hamil Vi ?" tanya Rio.
"Enggak Yah. Aku malah baru haid seminggu yang lalu." jawab Avi.
"Berarti ini punya kamu ?" Sissy bertanya pada Aca.
"Yang, kamu kok sembrono sih ?" protes Difan pada istrinya.
"Iya Maaf. Aku lupa tadi habis cek ketinggalan." kata Aca.
"Kamu hamil lagi sayang ?" Sissy terlihat bahagia.
"Alhamdulilah Bun. Sebenarnya kita pulang mau kasih kabar bahagia ini sama kalian juga Mama Papa, tapi tespek nya lupa aku bawa. Makanya aku cek lagi disini. Eh.. malah ketinggalan di kamar mandi bawah." kata Aca.
"Selamat ya Nak. Kalian akan punya anak lagi." Sissy memeluk Aca erat. Rio pun merangkul Difan bergantian dengan Ical.
"Udah berapa bulan ?" tanya Ical.
"Alhamdulilah 9 minggu." jawab Aca.
"Pantesan tadi kamu bilang Ical suruh berguru pada Kak Difan. Ternyata emang kamu udah hamil lagi." kata Avi ikut bahagia.
"Maaf ya aku duluan. Suami kamu kurang jago tuh!" ledek Aca.
"Sialan. Udah gaspol ini. Belum aja." Ical mencubit hidung Aca.
"Kalian sabar aja. Mungkin belum waktunya." kata Sissy mengusap lembut bahu Avi.
"Iya Bun. Kita selalu bersabar kok." jawab Avi.
"Dan berusaha." Ical menambahkan sambil tersenyum jahil.
"Itu mah modus kamu Cal." Aca balas mencubit lengan Ical.
"Alhamdulilah.. Kita akan nambah cucu lagi Mas." kata Sissy sambil memeluk suaminya.
"Iya sayang. Senangnya melihat anak dan menantu kita akur kayak gini. Semiga Ical dan Avi juga sgera diberi keturunan." Rio mengecup puncak kepala sang istri.
"Aamiin." Sissy semakin erat memeluk suaminya sambil memperhatikan anak dan menantunya yang sedang bersenda gurau itu.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung