Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#54 Aca melahirkan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Pagi itu Sissy sedang sibuk mempersiapkan barang yang akan dibawa ke rumah sakit. Hari ini Aca sudah mulai opname di rumah sakit untuk persiapan operasi besok. Aca terpaksa harus melahirkan dengan caesar karena tekanan darahnya yang tinggi.


"Kamu siap Ca ?" tanya Avi.


"Insha Allah. Meskipun tegang." jawab Aca.


"Semoga lancar ya operasinya." doa Avi.


"Kamu ikut ke rumah sakit juga kan ?" tanya Aca.


"Iya. Tapi besok aja aku ke rumah sakitnya. Hari ini aku mau temani si kembar di rumah. Kan Ayah juga lagi ke Jombang." jawab Avi.


"Iya deh." kata Aca.


Akhirnya Aca berangkat ke rumah sakit bersama Difan dan Bunda Sissy. Sedangkan Avi pulang ke rumahnya sendiri bersama si kembar dan seorang pengasuhnya. Aca memutuskan untuk mempekeejakan seorang pengasuh untuk si kembar sejak sebulan yang lalu karena kondisi kehamilannya yang sudah besar dan tak mungkin merrawat kedua balita itu.


"Mbak, Kamu masukin tas nya ke kamar itu aja. Saya mau ke kamar dulu ya." kata Avi.


"Iya bu." jawab Mita, pengasuh yang masih muda itu.


Mita lalu mengajak si kembar untuk masuk ke kamar juga. Mereka bermain di dalam kamar.


Avi mengambil ponselnya dan mulai membaca novel online sambil merebahkan tubuhnya.


Saking asyiknya membaca, Avi tidak menyadari Ical yang masuk ke kamar.


"Assalamualaikum Sayang.." Ical menghampiri dan mencium kening istrinya.


"Waalaikumsalam. Mas udah pulang ?" tanya Avi.


"Iya. Tadi udah salam tapi kamu gak denger." jawab Ical.


"Si kembar dan Mita ada di kamar atas." kata Ical.


"Ooh.. Mereka jadi menginap disini ?" Ical mengambil pakaian ganti di lemari.


"Iya. Kan Aca udah masuk rumah sakit siang tadi. Besok jadwal operasinya." kata Avi.


"Semoga kamu gak harus operasi ya sayang." Ical mengelus perut Avi.


"Aamiin. Tapi besok kita ke rumah sakit kan ?" tanya Avi.


"Insha Allah. Yang penting kamu kuat. Jangan dipaksain jalan lama." Ical mengingatkan.


"Iya Mas. Kalo anaknya sudah lahir, kita juga langsung pulang kan ?" kata Avi.


"Iya dong." Ical masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Malam hari Sissy dan Rio datang untuk menjemput si kembar.


"Bun, Mau jemput si kembar ya ?" tanya Avi.


"Iya. Biar mereka tidur sama Bunda. Biar gak ganggu istirahat kamu." jawab Sissy.


"Gak kok Bun. Besok Bunda ke rumah sakit kan ?" tanya Avi lagi.


"Iya. Abis subuh Bunda berangkat." jawab Sissy.


"Bareng aja berangkatnya Bun. Aku mau nemenin juga." kata Avi.

__ADS_1


"Jangan. Terlalu pagi. Kamu nyusul jam 7 an aja. Operasinya kan dimulai jam 6." Sissy melarang Avi karena khawatir dengan kondisinya yang sedang hamil besar.


"Iya deh Bun. Besok si kembar diajak ?" tanya Avi lagi.


"Gak lah. Rumah sakit gak baik untuk balita. Biar mereka disini sama Mita." jawab Sissy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Sayang, kamu udah wangi aja. Mau kemana ?" tanya Ical yang baru pulang dari shalat berjamaah di masjid.


"Kan mau ke rumah sakit Mas. Masa lupa sih ?" Avi sedikit kesal.


"Bukan lupa. Tapi ini tuh masih pagi. Nanti agak siangan baru berangkat." kata Ical.


"Tapi aku pengen berangkat sekarang." Avi mulai merajuk.


"Kita sarapan dulu. Kamu mau makan apa ?" tanya Ical yang tetap tenang.


"Bubur Ayam sama sate telor puyuh." jawab Avi yangaaih cemberut.


"Aku beliin dulu ya. Sekalian mau beliin buat si kembar juga. Kamu tunggu sini sambil bikinin kopi buat aku." kata Ical.


Avi melepas lagi hijabnya dan menuju ke dapur.


Segera dibuatnya kopi untuk Ical dan Teh tawar hangat untuknya.


10 menit kemudian Ical datang membawa makanan.


"Kok tumben cepet Mas ?" tanya Avi sambil membawa piring.


"Iya. Tadi kan udah pesen dulu pas subuhan. Jadi tinggal ambil." jawab Ical sambil tersenyum.


"Ooh.. Pantesan cepet." kata Avi.


Mereka menikmati makanan sambil ngobrol ringan. Jam setengah 7, Ical dan Avi berangkat ke rumah sakit.


"Yah, Belum selesai operasinya ?" tanya Ical sambil membantu Avi untuk duduk.


"Belum. Tapi udah terdengar suara bayi nya." jawab Rio.


Benar saja tak lama kemudian dokter dan perawat keluar dari ruang operasi.


"Gimana operasinya Dok ?" tanya Rio.


"Alhamdulilah lancar. Ibu dan bayi - bayinya selamat." jawab dokter.


"Alhamdulilah. Sekarang dimana anak dan cucu kami ?" tanya Sissy.


"Bayinya masih dibersihkan. Ibu Rissya juga sedang pemulihan dulu. Saya permisi Pak, Bu." kata dokter dengan wajah lelah.


"Yah, Bun.. Anak kami sudah lahir." Difan keluar dari ruang operasi sambil memeluk Sissy dan Rio.


"Alhamdulilah. Pasti tampan seperti kamu." balas Sissy.


"Tampan dan ganteng. Karena mereka sepasang." jawab Difan smabil menghapus sisa air matanya.


"Belum bisa dilihat ?" tanya Rio.


"Sebentar Yah. Tadi udah dibersihkan dan sudah Difan adzani." jawab Difan.


"Gimana Cucuku ?" tanya Yoan yang baru datang.


"Kamu nih, selalu aja telat. Cucu - cucu kita sudah lahir Yo." Sissy memeluk sang sahabat.


"Cowok semua kan Nak ?" Yoan memeluk Difan.


"Sepasang Ma. Keduanya sehat." jawab Difan.

__ADS_1


"Alhamdulilah cucuku nambah lagi." Yoan mengucap syukur.


"Papa gak ikut Ma ?" tanya Difan.


"Ikut. Tapi tadi lagi cari parkir dulu. penuh semua soalnya." jawab Yoan.


"Tega ih Mama." sindir Difan.


"Ya kayak gitu tuh Mama kamu. Dulu aja bucin, makin tua makin cuek. Hehehe." ledek Sissy.


"Gak gitu juga kali. Cuma gak sabar aja pengen lihat cucu." elak Yoan.


Tak lama perawat mendorong brangkar Aca menuju kamar perawatan.


"Selamat ya Sayang." Sissy mengusap dan mencium kepala Aca.


"Makasih Bun." Aca tampak masih belum sadar benar.


Difan, Sissy dan Yoan mendampingi Aca ke kamar perawatan.


"Ayo kita lihat baby nya." Ical membantu Avi untuk berdiri menuju ke ruang bayi.


Para kakek ikut mendampingi mereka.


"Ya Allah.. Lucunya Mas." gumam Avi dengan suara tercekat.


"Iya sayang. Nanti triplet juga kayak gitu." kata Ical.


"Gak sabar deh pengen ketemu kalian." Avi mengusap perut buncitnya.


"Kamu kenapa sayang ? Kok kayak kesakitan gitu ?" tanya Ical saat Avi mencengkeram lengannya.


"Perutku sakit Mas." Avi terlihat menahan sakit.


"Ayo duduk dulu." Ical segera menuntun Avi ke kursi terdekat.


"Loh.. Avi kenapa Cal ?" tanya Rio melihat anak dan menantunya.


"Gak tau Yah. Perutnya sakit katanya." jawab Ical.


"Ayah panggil perawat dulu. Biar dibawa ke IGD. " Rio segera menuju ruang perawat.


Tak lama seorang perawat membawa kursi roda dan membawa Avi ke ruang IGD.


"Masih sakit perutnya Bu ?" tanya Dokter jaga.


"Sekarang sudah ilang dok." jawab Avi.


"Sepertinya Ibu mau melahirkan. Saya panggilkan dokter kandungan dulu." Kata dokter jaga.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2