Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#35 Akad Nikah


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi ☕ nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca 📖


...*****...


Sehari menjelang akad nikah, Ical sedang duduk sendiri di balkon kamarnya.


Saking rindunya Ical merasa sempat berhalusinasi melihat sang calon istri berdiri di balkon rumah Kak Reva yang letaknya persis di sebelah rumahnya.


"Hei.. Calon pengantin kok melamun sendiri disini ?" sapa Difan membuat Ical terkejut.


"Eh.. Kak. Cuma menghilangkan gugup dan rindu aja." kata Ical.


"Kamu pasti lagi mikirin calon istri kamu ya ?" tebak Difan.


"Iya nih. Aku kangen sama dia. Udah 4 hari gak bisa lihat dia dan dengar suara dia. Bahkan aku merasa melihat dia di rumah sebelah." jawab Ical dengan jujurnya.


"Kamu gak sedang berhalusinasi. Sebenarnya dia gak jauh dari kamu, bahkan dekat sekali. Tapi kalian baru boleh bertemu besok." Ucap Difan lalu meninggalkan Ical sendirian di balkon.


Cukup lama Ical terdiam sambil memikirkan ucapan Difan tadi.


"Jadi Avi ada di rumah Kak Reva ?" tanya Ical sambil memandang ke rumah sebelah.


"Ah.. Pantesan aku gak pernah boleh masuk ke rumah Teh Reva beberapa hari ini." geruru Ical.


"Ini pasti ulah Aca." lanjut Ical. Ical sudah berusaha memandang ke arah balkon di seberang tapi tak terlihat sosok calon istrinya itu.


flashback on


Saat itu Avi memang sempat berdiri di balkon untuk menghirup udara segar sekaligus untuk mencari sosok kekasih hatinya.


"Vi, kamu lagi ngapain ?" tiba - tiba Rara sudah muncul di belakang Avi.


"Eh.. kak. Aku cuma lagi cari udara segar aja. Sumpek di dalam kamar terus." Avi beralasan.


"Ooh.. Cari udara segar ? Bukan cari Ical kan ?" sindir Rara.


"Ya gaklah Kak. Mas Icalnya juga lagi dipingit di kamar kan ?" elak Avi.


"Iya. Ayo kita masuk. Aku mau lulurin dan maskerin kamu. Sekalian kita ratus juga." tarik Rara sambil tak lupa menutup pintu balkon.


Avi sempat menoleh sebentar ke belakangnya dan dilihatnya Ical keluar. Sepertinya Ical juga mencari dirinya.


"Kak, itu ada Mas Ical. Aku boleh lihat dia sebentar gak ?" Avi memohon pada Rara.


"Gak boleh. Kan kalian sedang dipingit." Rara langsung menutup gorden dan menarik Avi ke kamarnya.


flashback off


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi - pagi sekali Avi sudah mulai dirias oleh Rara. Meski pernikahan dilangsungkan secara sederhana tapi Avi tetap dirias dan memakai gaun yang indah. Gaun berwarna Krem lengkap dengan hijabnya yang menjuntai menutup dada.


"Masyaallah.. Kamu cantik banget dek." puji Rara.


"Makasih Kak." balas Avi malu - malu.


"Ini mah Ical pasti makin klepek - klepek." ledek Rara.

__ADS_1


"Kak, Udah selesai bel..." ucapan Aca terhenti saat melihat Avi.


"Kenapa Ca ? Cantik banget ya ?" Rara tersenyum saat melihat Aca yang terpesona dengan kecantikan Avi.


"Vi, kamu cantik banget. Pangling banget loh." puji Aca.


"Iya. Dia kan jarang dandan, jadi sekalinya di dandani jadinya wow banget." kata Rara.


"Udah yuk. Kita ke rumah sebelah. Mumpung Ical masih di dalam kamar." ajak Aca sambil menggandeng sang calon ipar.


Aca dan Rara pun mengajak Avi menunggu di kamar tamu rumah orangtua Ical. Kamar tamu itu sudah berubah dan dihias jadi kamar pengantin.



"Nih, minum dulu. Kamu pasti deg - deg an kan ?" Aca memberikan minuman gelas kemasan. Avi hanya menganggukkan kepalanya.


Sementara itu di kamarnya, Ical sedang memakai baju dan jasnya. Ical memilih memakai jas warna coklat muda lengkap dengan dasi kupu - kupunya.


"Udah siap bro ?" tanya Nico yang masuk ke dalam Ical.


"Udah. Tapi suruh nunggu dulu disini sama Aca." kata Ical pada sepupunya itu.


"Wah.. Calon pengantin gagah bener." ledek Difan.


"Iya dong Kak. Udah siap lahir batin sepertinya." Rendi ikut meledek kakak sepupunya.


"Kamu datang sama om Haris Mas ?" tanya Ical sambil memeluk sepupunya itu.


"Iya. Sama Om dan tante yang lain juga. Rombongan 2 mobil." jawab Rendi.


"Cal, kamu udah siap ?" Aca tiba - tiba muncul.


"Udah." jawab Ical singkat.


"Iya. Bismillah." Ical bangkit dan melangkah mengikuti sang saudara kembar ke lantai bawah.


Di lantai bawah yang dihias penuh bunga, sudah berkumpul Ayah, Bunda, Om, Tante, Bu Rumi, Kang Fahmi, dan saudara - saudara lainnya.


Kedatangan Ical disambut dengan tatapan haru dan bahagia. Terutama Sissy yang sibuk menghapus airmatanya yang terus mengalir.


"Ya Allah, Anak bujangku udah mau nikah." gumam Sissy lirih.


"Kamu harus bahagia dong Sayang. Kita masih bisa menyaksikan mereka menikah." kata Rio yang setia mendampingi sang istri.


Ical langsung menuju ke tengah ruangan yang sudah di seting sebagai tempat ijab qabul. Ical duduk di hadapan penghulu yang akan menjadi wali hakim. Di sebelahnya ada Fahmi dan Alif yang akan menjadi saksi.


Ijab qabul pun segera dimulai. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci, sambutan dari kedua belah pihak dan khutbah nikah. Ical sudah menjabat tangan penghulu sekaligus wali hakim.


Avi yang mendengarkan dari dalam kamar mulai merasa berdebar juga.


Dalam sekali tarikan nafas Ical berhasil mengucapkan qabul.


"Bagaimana para saksi ?" tanya Penghulu.


"Sahhh...." teriak semua orang yang hadir disana.


"Alhamdulilah. Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin" ucap penghulu.


(Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.)


Avi pun mengucap syukur dan bernafas lega. Kini dia sudah sah menjadi istri dari Ical.

__ADS_1


"Ayo kita keluar iparku." Aca menggandeng tangan Avi. Didampingi oleh Nita dan Lia, Avi berjalan perlahan menuju sang suami yang memandangnya tanpa kedip.


"Ehem.. Mas Ical. Tolong berkedip sedikit, ini benar istri tercinta anda." canda Dafa yang menjadi pembawa acara.


Ical menghampiri Avi dan menggandengnya menuju ke tengah ruangan.


Penghulu menyampaikan doa nikah dan mempersilahkan kedua mempelai itu untuk menandatangani semua dokumen nikah dan buku nikahnya.


Setelah itu Ical menghampiri Avi dan memegang ubun - ubun sang istri.


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih." Ical mengucap doa.


(Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.)


Acara berlanjut dengan serah terima mahar.


"Makasih ya sudah bersedia menjadi istri aku." kata Ical lirih sambil memakaikan cincin ke jari manis Avi.


"Makasih juga sudah menjadi imamku di dunia dan akhirat." kata Avi saat mencium tangan sang suami untuk pertama kalinya.


Acara akad nikah diakhiri dengan nasihat pernikahan dan doa penutup.


Para tamu pun satu persatu menyalami Ical dan Avi.


"Selamat ya sayang. Akhirnya kamu jadi menantu Bunda juga." Sissy mencium dan memeluk Avi.


"Makasih Bun, Yah." Avi mencium tangan Sissy dan Rio.


"Abak ganteng Bunda udah jadi suami sekarang. Rukun - rukun sama istri kamu ya." Sissy mencium dan mengusap lembut bahu anak lelakinya.


"Kamu harus jadi kepala keluarga yang bertanggung jawab." Rio ikut menasehati anaknya.


"Siap Yah, Bun. Makasih. Doakan Ical selalu ya." kata Ical.


"Selamat datang di keluarga kami ya Vi." Aca memeluk iparnya itu.


"Makasih ya Ca." Avi membalas pelukan saudara kembar suaminya.


"Eh.. Kamu kok main peluk aja. Aku aja belum pernah peluk dia." gerutu Ical.


"Sabar ya. Selamat menjadi suami." Aca memeluk Ical erat.


"Makasih." kata Ical sambil mengusap kepala Aca dengan sayang.


Tak lama kemudian Avi dan Ical menuju ke kamar terlebih dahulu untuk merapikan riasannya sebelum acara resepsi dimulai.


...*****...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2