
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...*****...
Setelah itu mereka bergabung dengan Rio dan Ical yang sedang duduk santai di bale - bale di halaman belakang.
"Bunda gak sabar pengen ngenalin kamu sama saudara kembarnya Ical." kata Sissy.
"Saya udah ketemu sama Aca dan si kembar kok Bun." kata Avi.
"Yang bener ? Kapan ?" Sissy kaget dengan ucapan Avi.
"Beberapa minggu yang lalu. Sebelum Aca pulang ke Bandung." jawab Ical.
"Kok Bunda agak tau ?" Sissy menatap tajam pada anak bujangnya.
"Waktu Aca ngajakin ke Batu loh Bun. Bunda sama Ayah kan gak mau ikut." jawab Ical sambil cengengesan.
"Ya kamu gak bilang kalo mau ketemuan sama Avi." kata Sissy.
"Sengaja sih. Biar Bunda gak ikut. Hehehe." kata Ical.
"Dasar anak nakal. Aca juga sama aja. Kok gak cerita - cerita sama Bunda sih." gerutu Sissy.
"Kan belum pasti Avi mau sama Ical. Tahap pertama harus ketemu sama Aca dulu, baru keemu Bunda." kata Ical sambil menjauh untuk menghindari cubitan Bundanya.
"Emang sekarang Avi udah mau sama kamu ? " sindir Sissy.
"Ya udah lah Bun. Buktinya mau diajak kesini." jawab Rio mewakili Ical dan Avi.
"Sok tau deh. Tapi bener kan Vi. Kamu mau sama anak Bunda yang nakal ini ?" tanya Sissy menggoda Avi.
"Insha Allah Bun." Avi tersipu malu.
"Tenang aja. Ayah jamin Ical tuh baik dan sabar. Kayak ayahnya." goda Rio.
"Ah masa ?" sindir Sissy pada suaminya.
"Iya. Ayah juga udah siapin rumah buat kalian." kata Rio.
"Emang gak tinggal disini bareng kita ?" tanya Sissy.
"Ya gaklah Bun. Biar mereka mandiri dan bebas ngapa - ngapain. Kalo ada kita kan jadi malu, kayak gak pernah muda aja." goda Rio sambil tersenyum pada Ical dan Avi bergantian.
"Iya ya Yah. Biar gak nunda - nunda kayak kita dulu." Sissy mencubit gemas lengan suaminya.
"Udah dong Bun. Udah merah tuh mukanya." kata Ical sambil tersenyum melihat Avi yang semakin menundukkan wajahnya.
Avi bisa merasakan kehangatan keluarga mereka.
"Bunda gak sabar melihat kalian menikah. Jangan lama - lama ya Vi." Sissy memeluk Avi dari samping.
"Ical juga pengennya begitu Bun." kata Ical sambil melirik Avi.
"Kamu belum siap sayang ?" tanya Sissy pada Avi.
Avi hanya diam menunduk tak berani menatap Sissy.
"Udah Bun. Jangan terlalu buru - buru. Biar mereka mengatur sendiri kapan waktu yang tepat." Rio coba menghentikan desakan istrinya itu.
"Bunda cuma nanya aja kok Yah." Sissy membela diri.
__ADS_1
"Bun, udah sore nih. Aku antar Avi pulang dulu ya. Kasian dia juga capek abis dari Surabaya." Ical bangkit mengambil kunci mobilnya.
"Iya Bun, Yah. Avi pulang dulu." pamit Avi sambil mencium tangan Sissy.
"Sering - sering main kesini ya Nak." Sissy memeluk dan menciumnya.
"Insha Allah. Assalamualaikum." pamit Avi lalu masuk ke dalam mobil Ical.
"Waalaikumsalam." jawab Sissy dan Rio serempak.
Mereka mengantar sampai depan pagar dan menunggu mobil Ical hilang dari pandangan.
"Sebentar lagi aku bakal punya mantu lagi Mas." Sissy terlihat bahagia.
"Iya. Tapi sabar dulu. Jangan didesak kayak gitu, nanti anaknya malah takut lagi." sindir Rio.
"Abis mereka tuh udah kelihatan cocok kok. Avi juva sebenarnya suka sama Ical, cuma malu - malu." kata Sissy.
"Udah kamu jangan tanya - tanya soal itu ke Ical. Kalo udah waktunya dia pasti akan cerita." Rio mengingatkan.
"Oh iya. Aku mau telpon Aca dulu, berani ya dia gak cerita kalo udah ketemuan duluan sama Avi." kata Sissy kesal.
"Sabar sayang. Namanya juga anak muda. Jangan suka ribet ah." kata Rio.
"Siapa yang ribet. Udah Mas diem ajalah." Sissy meninggalkan Rio menuju halaman belakang.
Sementara itu di dalam mobil.
"Maafin sikap Bunda aku ya." kata Ical.
"Wajarlah kalo Bunda nanya gitu. Orangtua hanya ingin yang terbaik untuk anaknya." kata Avi sambil memandang jalanan di depannya.
"Alhamdulilah kalo kamu mengerti." Ical tersenyum sekilas pada Avi.
"Mas, mampir beli makan dulu ya. Biar nanti gak usah keluar rumah lagi." kata Avi.
"Ehm.. Kalo ke Batu mau gak ?" tanya Avi ragu.
"Ngapain ?" Ical balik bertanya.
"Aku pengen ke tempat Agus dan Bayu." jawab Avi.
"Ooh.. Boleh dong." kata Ical.
Mereka pun meluncur menuju ke tempat Agus dan Bayu. Tak lupa membeli minuman dan makanan ringan di sebuah resto.
"Assalamualaikum." Avi memberi salam saat masuk ke dalam bengkel yang terlihat sepi.
"Waalaikumsalam. Teh Avi, Mas Ical ?" Agus kaget dengan kedatangan mereka.
"Kok sepi Gus ?" tanya Ical sambil memandang sekeliling bengkel.
"Baru mau tutup Mas. Ini udah selesai beres - beres." jawab Agus.
"Bayu mana ?" tanya Avi.
"Lagi mandi. Hari ini pelanggannya lumayan banyak." jawab Agus.
"Boleh kita masuk ? Teteh bawain minuman dan makanan nih. " Avi mengangkat kanting berisi makanan dan minuman.
"Oh iya. Silahkan masuk Teh, Mas. Sampai lupa gak nawarin." kata Agus sambil tertawa kecil.
Ical masuk ke dalam ruko diikuti Avi. Sedangkan Agus menutup dulu pintu bengkelnya.
"Mas Ical ? Teteh ?" Bayu yang sedang di dapur kaget dengan kedatangan mereka.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bay." Avi memberi salam.
"Waalaikumsalam. Tumben kesini Teh ?" tanya Bayu.
"Kangen aja sama kalian." jawab Avi.
"Nih ada makanan dan minuman." Avi mengeluarkan makanan dan minuman ke atas meja.
"Asik.. Lumayan dapat makanan gratis nih." kata Bayu. Agus masuk dan ikut bergabung dengan mereka.
"Mandi dulu Gus. Bau badan kamu." Sindir Bayu.
"Iya.. Aku tinggal mandi dulu ya Teh, Mas." kata Agus. Hanya 5 menit Agus sudah selesai mandi. Dia kembali bergabung dengan kakak dan saudaranya.
Mereka pun terlibat obrolan seru seputar bengkel dan kehidupan sehari - hari.
"Gus, Bay, Teteh kesini mau minta restu kalian." kata Avi serius.
"Maksudnya ?" tanya Agus ingun mempertegas ucapan Avi.
"Teteh mau menikah sama Mas Ical. Kalian setuju kan ?" Avi menatap kedua adiknya.
"Alhamdulilah. Kita sangat sangat setuju Teh." Bayu tersenyum pad Avi kemudian beralih ke Ical yang tampak masih tertegun dengan ucapan Avi.
"Mas Ical, Kamu gak apa - apa kan ?" Agus menggucang lengan Ical.
"Eh.. Aku gak salah dengar Vi ?" Ical menatap lekat pada Avi.
"Maaf ya Mas. Aku udah bikin kamu kaget." kata Avi.
"Gak sih. Tapi bener kamu mau nikah sama aku ?" Ical terus bertanya.
"Insha Allah." jawab Avi.
"Padahal aku belum melamar kamu secara langsung Vi." kata Ical.
"Gak perlu kayak gitulah." elak Avi.
"Gak romantis lah. Iya gak ?" Ical meminta dukungan pada Agus dan Bayu dan dibalas dengan anggukan oleh keduanya.
"Mas jadi mau nikah sama aku apa gak ?" tanya Avi sambil tersenyum.
"Ya maulah." jawab Ical.
"Ya udah. Kali gitu kita akan nikah. Simple kan ?" kata Avi dengan santai.
"Tapi gak gitu Vi. Kamu gak kayak biasanya kayak gini." Ical masih tak percaya dengan sikap Avi yang berubah. Tak ada Avi yang malu - malu saat membicarakan hubungan mereka.
"Hehehe. Aku cuma ingin menghindari fitnah aja Mas. Kalo bisa segera ya kita segerakan." jawab Avi.
"Iya deh. Aku akan bilang sama orangtuaku agar kita menikah secepatnya." kata Ical.
...***...
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung