Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#77 Time flies so fast


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


...Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–...


...****************...


Waktu berlalu begitu cepat, sekarang usia si kecil Dea sudah 6 tahun dan mulai bersekolah di SD. Triplet pun sudah berusia 9 tahun dan duduk di kelas 4 SD.


"Teh, ayo cepetan.. Ayah sudah tunggu di bawah." panggil Abas.


"Iya Mas. Bentar lagi." jawab Caca.


"Kamu lagi apa sih Teh ? Kok belum selesai juga ? Itu Aa sama Mas sudah mau selesai sarapan." Avi menghampiri Caca di kamarnya di lantai atas.


"Teteh sedang cari kaos kaki Bun. Tadi malam sudah Teteh simpan di dekat sepatu, tapi kok gak ada." jawab Caca.


"Kaos kaki.. Hhmm.. Kayaknya Bunda tadi lihat di tas Adek." Avi bergegas turun menuju ke ruang makan. Caca mengikuti dari belakang. Avi lalu membuka tas ransel Dea dan benar saja, dia menemukan kaos kaki Caca disana.


"Ini kan yang kamu cari ?" Avi menunjukkan kaos kaki itu pada Caca.


"Iya Bun. Adek !!!!" Caca mengambil kaos kaki dan menatap tajam pada adiknya itu.


"Maaf Teh. Adek gak sengaja ambil kaos kaki Teteh." Dea menunduk ketakutan.


"Kenapa kamu ambil kaos kaki Teteh ?" Avi menghampiri si bungsu dan bertanya lembut.


"Biar kalo Adek kangen sama Teteh, Adek bisa peluk kaos kaki Teteh." jawab Dea pelan.


"Ada ada kamu tuh. Kan cuma pergi ke sekolah, masa kangen." Avi mengusap lembut kepala Dea.


"Adek takut gak punya temen Nda. Kan selama ini cuma Teteh temen Adek." Dea mulai mengangkat wajahnya menatap Avi.


"Adek nanti juga akan punya teman yang banyak di sekolah. Gak boleh sembunyiin barang punya Teteh ya. Kalo mau bawa juga harus minta ijin dulu sama Teteh. Biar Teteh gak bingung nyariin barangnya." Avi menasehati putri bungsunya.


"Iya Bun. Maafin Adek ya Teh." Dea masih menunduk tak berani menatap wajah Caca.


"Iya Dek. Teteh maafin." Caca mengusap kepala Dea.


"Makasih Teteh. Adek sayang sama Teteh." Dea memeluk Caca erat.


"Akhirnya kedua teletubies berpelukan." celetuk Abas.


"Mas..." teriak keduanya sambil melotot kepada si pelaku.


"Yah, nitip Adam sama Hawa ya." kata Aca.


"Siap Ma. Berasa bawa rombongan sirkus deh." Ical terkekeh.

__ADS_1


"Ngawur kamu. Ponakan sama anak sendiri dibilang rombongan sirkus." protes Aca.


"Abis banyak bener ya Ca. Dari kita berdua bisa jadi sekompi ini." balas Ical.


"Ini belum Nana dan Nia. Kebetulan aja mereka nginap di rumah Neneknya." kata Aca.


"Iya ya. Butuh semobil sendiri buat antar mereka semua." kata Ical.


"Yah.. Kok belum berangkat sih ? Nanti kesiangan." Abi mengingatkan.


"Oh iya. Ayah keasyikan ngobrol sama Mama." Ical menepuk dahinya.


"Udah. Berangkat gih. Hati - hati di jalan ya." Kata Aca.


"Siap Bu bos. Assalamualaikum." Ical bergegas melajukan mobilnya menuju ke sekolah anak - anak mereka.


"Waalaikumsalam." jawab Aca.


...****************...


Malam harinya Avi dan Ical menikmati makan malam bersama keempat anaknya.


"Gimana hari pertama sekolah kamu Dek ?" tanya Ical pada si bungsu Dea.


"Seru Yah. Adek udah punya teman baru." jawab Dea antusias.


"Tuh kan Teteh bilang juga apa. Pasti Adek akan punya temen baru, ngapain bawa kaos kaki punya Teteh." kata Caca.


"Hehehe.. Iya Teh." Dea memamerkan senyum imutnya membuat yang melihat tak tega untuk memarahinya.


"Aa sekelas sama Adam Yah." jawab Abi dengan muka datarnya.


"Asyik ya ada temennya." kata Avi.


"Iya. Kami duduk sebangku." lanjut Abi.


"Kalo Mas sama Teteh gimana ?" Ical menatap pada Abas dan Caca.


"Kita sekelas Yah. Sama Hawa juga." jawab Caca.


"Wah.. gak kebayang gimana rame nya tuh kelas." celetuk Ical.


"Ya biasa aja Yah. Kan emang banyak muridnya jadi pasti di kelas rame." kata Caca.


"Syukurlah. Kalian jadi gak canggung di kelas baru." kata Avi.


"Iya Bun. Teteh duduknya sama Hawa. Mas tuh duduk di belakang." lapor Caca.


"Ya gak apa. Yang penting Mas bisa merhatiin pelajaran dengan baik." Avi mengingatkan.


"Iya. Jangan sampe kebawa jadi anak nakal dan malas." Ical menambahkan.

__ADS_1


"Siap Yah, Bun." jawab Abas.


Sementara itu di rumah sebelah..


"Ma, Aku sekelas sama Caca dong. Kami duduk sebangku." cerita Hawa.


"Oh ya ? Trus Adam di kelas mana Nak ?" tanya Aca.


"Adam di kelas A bareng sama Abi." jawab Adam.


"Waduh.. Duo cool bersatu." ledek Nia.


"Kakak Apaan sih ?" protes Adam.


"Kalian sebangku ? Trus Abas di kelas mana ?" Aca coba mengalihkan topik pembicaraan.


"Adam duduk sama Abi." jawab Adam sambil melanjutkan makannya.


"Abas sekelas sama Hawa Ma. Tapi dia duduknya di belakang." kata Hawa.


"Ooh.. Ya gak apa. Yang penting gak jadi anak nakal dan pemalas." kata Aca.


"Nana dan Nia gimana sekolahnya ? Mulai padat jadwalnya ?" tanya Difan.


"Iya Pa. Mulai bulan depan sudah ada les persiapan ujian." jawab Nia.


"Hhmm.. Oke deh. Kalian kasih jadwalnya ke Papa ya. Biar nanti Papa atur jadwal buat jemputnya." kata Difan.


"Gak usah Pa. Kami bisa pulang naik taksi online aja." kata Nia.


"Jangan. Mama gak mau kalian kenapa - napa. Nanti kan bisa diatur, Kalo Papa gak bisa jemput ya Mama atau Ayah yang jemput." sanggah Aca.


"Iya deh Ma." balas Nia. Niatnya pengen sedikit bebas dan belajar mandiri tapi sang Mama belum mengijinkan.


"Iya Nak. Jaman sekarang situasi nya gak aman. Jadi masih harus antar jemput ya. Nanti kalo kalian sudah SMP atau SMA sudah boleh pulang pergi sendiri." Sissy yang dari tadi hanya mendengarkan percakapan anak, mantu dan cucunya ikut memberi nasehat.


"Iya Oma." jawab Nana dan Nia kompak.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Ada cerita baru lain judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2