
#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ?
Maafkan udah lama gak update.. Othor sedang menyelesaikan cerita yang lain..
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #
Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!
Selamat Membaca πππ
...***...
Dua bulan berlalu, Avi dan Ical berencana untuk berkunjung ke kota tempat keluarga besar Avi berada. Ical dan Avi tak mengajak ketiga anaknya karena mereka berniat sedikit lama disana.
"Sayang, jangan nakal ya sama Oma." Avi mencium kening anaknya satu persatu.
"Iya Nda. Tita dak nacal." Abi menjawab mewakili saudaranya.
"Bun, nitip triplet ya." kata Avi sambil mencium tangan Sissy yang mengantar ke depan pintu.
"Kalian jaga diri disana ya. Salam buat keluarga besar kamu." Sissy memeluk sang menantu.
"Bunda, kita berangkat ya. Hati - hati di rumah." Ical mencium tangan dan kening Sissy.
"Iya Sayang. Ayah langsung pulang ya abis nganter Ical dan Avi." kata Sissy.
"Siap Nyonya." jawab Rio sambil tersenyum.
Ical langsung masuk ke kursi kemudi.
"Biar kau yang bawa Yah." kata Ical.
"Oke nak." Rio pun masuk ke kursi penumpang di depan. Avi duduk di belakang sendiri.
Mereka akan ke bukittinggi naik pesawat.
Setelah oamitan pada Rio, keduanya masuk untuk check in dan menunggu di ruang tunggu bandara.
"Yang, jajan sta****k dulu yuk." ajak Ical.
"Emang pesawatnya masih lama ?" tanya Avi.
"Setengah jam lagi. Lumayan bisa ngopi dulu." jawab Ical.
"Ayo deh." Avi menggandeng tangan Ical dan mengikuti langkahnya menuju ke gerai minuman yang terkenal itu.
Setelah memesan Americano dan caramel machiatto, mereka duduk di salah satu sudut.
"Aku belum pernah minum ini loh Mas." kata Avi.
"Aku juga jarang banget. Cuma kalo ke bandara aja." balas Ical.
__ADS_1
Mereka menikmati minuman sambil ngobrol santai.
Tak lama panggilan dari pengeras suara terdengar. Mereka pun masuk ke dalam pesawat. Mereka harus transit terlebih dahulu di jakarta sebelum akhirnya berganti pesawat yang akan membawa mereka ke bandara internasional Minangkabau.
Avi dan Ical sengaja memesan hotel yang dekat dengan pusat kota. Mereka juga belum memberitahu kedatangan mereka pada maktuo. Ical dan Avi sengaja ingin menikmati suasana kota Bukittingi terlebih dahulu.
Setelah keluar dari bandara Minangkabau, Ical dan Avo langsung menuju ke hotel. Mereka berencana beristirahat dulu sehari sebelum menemui keluarga besar Avi.
"Mas, kamarnya besar banget." Avi baru kali ini menginap dan kamar yang besar. Waktu bulan madu dulu mereka menginap di resort.
"Iya sayang. View nya juga ke arah kota." kata Ical sambil memeluk Avi dari belakang.
"Hhmm.. Betah deh di kamar. Makasih ya Sayang." Avi mengecup pipi Ical dari samping.
"Kita nambah anak yuk." bisik Ical di telinga Avi.
"Apaan sih Mas. Anak - anak masih kecil." Avi mencubit pinggang suaminya.
"Gak apa - apa lah. Kita bikin lagi kembar 3. Hehehe." Ical mulai menelusupkan tangan ke balik kemeja Avi.
"Mas.." Keluh Avi.
"Ayo sayang. Biar sekalian istirahat habis ini." Ical langsung ******* bibir Avi yang selalu membuatnya candu.
Ical segera membawa Avi ke ranjang. Ical mulai menciumi setiap bagian wajah sang istri. Lalu ciumannya beralih ke leher dan lalu turun ke dua bukit kembar milik sang istri.
"Aah.. Mas.." Avi men*****.
Avi mencengkeram sprei saat Ical kembali mel**** dan mengh**** pa****ranya.
"Kamu suka sayang ?" goda Ical yang dijawab Avi dengan anggukan. Ical naik kembali untuk mel**** bibir Avi. Sembari menempatkan diri diatas Avi.
Dan mereka pun melakukan penyatuan. Tak lama keduanya tertidur kelelahan sambil tetap berpelukan.
Sore harinya Ical mengajak Avi berburu kuliner di tanah minang. Mereka menuju ke Pasar Ateuh (atas) di Los Lambuang yang tidak jauh dari monumen Jam Gadang untuk menikmati nasi kapau.
(Source : google)
Warung nasi kapau yang mereka tuju cukup terkenal dan antreannya pun panjang. Setelah 15 menit, tiba giliran mereka.
"Kamu mau pesan apa Sayang ?" tanya Ical.
"Gulai tunjang aja." jawab Avi.
Ical lalu menyebutkan lauk pilihan mereka. Penjual pun mengambil lauk dengan sendok batok bergagang panjang.
Mereka sangat menikmati makanan yang mirip dengan nasi padang itu. Setelah itu mereka duduk - duduk santai di sekitar Jam gadang dan menikmati karupuak kuah dan Kopi kawa daun.
__ADS_1
(kopi kawa ~ google)
"Ah.. Kenyangnya." Ical mengusap perutnya yang sedikit bulat.
"Alhamdulilah. Kita langsung pulang Mas ?" tanya Avi.
"Ayo. Tapi aku mau beli sate padang dulu." jawab Ical.
"Ya ampun Mas. Itu perut atau karet sih ? Katanya udah kenyang." sindir Avi.
"Buat jaga - jaga nanti malam kalo lapar lagi. Mumpung lagi di tempatnya lah Yang." kata Ical.
"Iya deh iya. Jangan ngeluh ya kalo pas balik ke Malang perut jadi buncit." ancam Avi.
"Kamu aja yang aku bikin buncit." Bisik Ical di telinga Avi. Sontak Avi langsung mencubit pinggang Ical.
Akhirnya sebelum pulang Ical benar - benar membungkus sate padang untuk dimakan nanti di hotel.
"Mas, kita hubungi maktuo kapan ?" tanya Avi sambil duduk santai sambil memandang keluar jendela.
"Besok aja Yang. Kamu punya alamat rumahnya kan ?" Ical balik bertanya.
"Ada. Emang kita mau kesana langsung ?" Avi menegakkan duduknya.
"Aku ingin lihat dulu rumah Maktuo sama Kak Fatimah juga yang lainnya." jawab Ical.
"Ooh.. Boleh juga. Besok kita naik apa ?" tanua Avi.
"Kita sewa mobil sama supirnya juga." jawab Ical.
"Iya deh Mas. Aku ngikut aja." Avi memandang lekat pada lelaki yang dicintainya itu.
"Istri yang sholehah." Ical mencubit hidung Avi dengan gemas.
"Mas ikh.." protes Avi. Ical lalu merengkuh Avi ke dalam pelukannya. Mereka menikmati dinginnya malam sambil berpelukan.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung