
#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Insha Allah cerita ini akan update 1/2hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #
Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!
Selamat Membaca πππ
...***...
Hari berlalu bergitu cepat. Tak terasa usia triplet dan si kembar jilid 2 sudah 1 tahun beberapa hari lagi. Avi dan Aca berencana merayakan ulang tahun anak - anak mereka secara sederhana. Mereka akan merayakannya di Ruko tempat Cake shop dan kantor cabang Recall advertising berada.
"Ca, undangan udah beres kan ?" tanya Avi sambil menggendong Caca yang baru bangun tidur.
"Udah Vi. Kamu sendiri gimana ? Dekor sudah siap kan ?" Aca balik bertanya.
"Udah dong. Kan dibantu sama Mas Ical juga. Tempat, dekor, makanan udah siap." jawab Avi.
"Oh iya.. Kaos udah jadi apa belum ?" tanya Aca lagi.
"Udah. Nanti diambil sama Mas Ical." jawab Avi.
Mereka sengaja memesan kaos khusus untuk keluarga dengan sablonan wajah anak - anak yang berulang tahun.
"Besok aku tinggal cek lagi ke panti asuhan. Mastiin kehadiran anak - anak dan pengasuhnya." kata Aca.
"Sip." Avi mengacungkan jempolnya pada iparnya itu.
"Nda.. Mau minum, haus." kata Caca sambil menunjuk Milkshake milik Aca.
"Jangan minum itu ya Nak. Nanti batuk. Minum. ini aja ya Nak. Ini juga susu." Avi memberikan botol berisi susu strawberry.
"Vi, aku pulang duluan ya. Takut anak - anak nyariin." pamit Aca. Hari ini Aca tidak membawa anak - anaknya karena ada Yoan yang sedang berkunjung. Sissy dan Rio pun sedang pulang ke Jombang.
"Iya Ca. Salam buat Mama Yoan ya." kata Avi.
"Oke. Assalamualaikum." Aca meninggalkan lantai 3.
"Waalaikumsalam." jawab Avi lalu kembali fokus pada Caca yang sedang mewarnai gambar.
"Bun.. Titip anak - anak dulu. Aku mau ambil kaos dulu di percetakan pusat." Ical menurunkan Abi dan Abas.
"Iya Yah. Hati - hati ya." kata Avi lalu mencium tangan suaminya. Triplet pun bergantian mencium tangan Ayahnya.
"Abi dan Abas mau mewarnai juga ?" tanya Avi.
"Mau.." jawab mereka serempak.
Avi membuka 2 meja kecil lagi untuk Abi dan Abas.
Abas hampir merebut kertas mewarnai milik Caca. Untungnya Avi lebih sigap menyimpan buku dan pensil mewarnai milik mereka.
__ADS_1
"Ini punya Abas Sayang." Avi segera memberikan buku mewarnai milik Abas sebelum Caca menyadarinya.
Abas langsung fokus mewarnai gambar pilihannya. Begitupun Abi.
Avi tersenyum menatap ketiga anaknya. Memiliki anak kembar apalagi kembar tiga membuatnya harus membeli segala sesuatunya 3 dan juga lebih sigap membagikannya. Ketiga anaknya juga memiliki sifat yang berbeda meskipun kembar.
Memang diantara ketiga anaknya Abas yang paling aktif. Sedangkan Abi lebih kalem dan sabar, sedangkan Caca sifatnya lebih manja, mungkin karena dia perempuan satu - satunya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari Ulang tahun pun tiba. Aca sudah mendandani triplet dengan kaos ulang tahun mereka.
"Sayang, sudah siap ?" tanya Sissy.
"Bentar lagi Oma." jawab Avi.
"Duh.. Cucu oma ganteng - ganteng dan cantik." puji Sissy sambil mencium pipi Caca, Abas dan Abi bergantian dengan gemas.
"Bacah Oma.." protes Abas sambil mengelap bekas bibir Sissy.
"Hahaha. Bisa aja kamu." Sissy mencubit pipi Abas.
"Selesai..Yuk.. Kita keluar." ajak Avi sambil menggandeng Abi dan Abas.
Sissy pun menggandeng tangan Caca.
Di ruang tengah sudah berkumpul Ical, Rio, Ochy Rara, Reva, Jojo beserta anak - anak mereka.
"Wah.. Cantiknya cucu Granny." kata Ochy sambil memeluk Caca.
"Ini juga ganteng - ganteng." Ochy berganti memeluk Abi dan Abas.
"Yuk.. kita berangkat. Aca udah disana." kata Ical.
Mereka masuk ke mobil masing - masing. Akhirnya 3 mobil konvoi menuju Ruko yang berjarak hanya 2 kilo.
Sampai di Ruko sudah ramai oleh kerabat.
Cake shop dan advertising sengaja tutup hari ini khusus untuk merayakan ulang tahun kelima anak pemiliknya itu.
"Wah... Kakak Nia dan Kakak Nana cantik banget." puji Sissy.
"Iya Oma. Mereka dandan sendiri loh." kata Aca.
"Wah.. Pinter." Sissy mencium pipi keduanya.
"Nunggu apa lagi ini Ca ?" tanya Ical.
"Tinggal nunggu anak panti datang." jawab Aca.
"Oke. Aku tunggu di depan ya." kata Ical.
__ADS_1
Acara dilangsungkan setelah anak panti datang. Meski triplet dan si kembar belum begitu mengerti akan makna ulang tahun, tapi para orangtua ingin mengajarkan berbagi sejak dini. Avi dan Aca dibantu para nenek membariskan kelima anak itu di belakang kue ulang tahun mereka.
Tampak tumpukan kado dan balon warna - warni di sudut ruangan. Kado itu adalah hadiah yang sengaja dipajang oleh Aca dan Avo agar lebih meriah. Mereka sengaja melarang para tamu membawa kado.
"Selamat ulang tahun kami ucapkan.." Para tamu menyanyikan lagu ulang tahun buat kelimanya.
"Potong kuenya.. potong kuenya sekarang juga.. sekarang juga.. sekarang juga.." Aca, Avi, Sissy, Yoan dan Ochy pun membantu kelima anak itu memotong kuenya. Semua tamu bertepuk tangan dengan gembira. Begitupun kelima anak itu ikut bertepuk tangan dengan gaya masing - masing. Para tamu undangan tertawa gemas melihat tingkah triplet dan si kembar.
"Aduh.. lucu banget ya mereka. Apalagi Caca dan Hawa. Gemes." kata Hana pada Kinan.
"Bikin lagi aja Mbak." goda Kinan.
"No !! Pabriknya udah tutup." jawab Hana ketus.
Kinan dan Vanya tertawa mendengarnya.
Acara berlangsung dengan meriah. Anak - anak panti juga merasa bahagia ikut dalam perayaan itu. Ical dan Avi menciumi anak - anak dan keponakan mereka.
"Selamat ulang tahun anak - anak sholeh dan sholehah." Rio menciumi cucunya satu persatu.
Begitupun Sissy.
"Silahkan menikmati hidangan yang tersedia." kata Aca pada para tamu.
Tanpa disadari para tamu mulai membentuk kelompok sendiri.
Sissy duduk bersama dengan Ochy, Amira, Yoan dan Zizi. Begitupun suami mereka. Rara dan Reva bergabung dengan Hana dan Ibu muda yang lain.
Sebelum pulang mereka memberikan paperbag dan amplop buat anak - anak panti yang hadir.
"Terima kasih Bapak, Ibu sudah mengundang kami semua. Semoga anak - anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah." kata Bapak pengurus panti asuhan.
"Sama - sama Pak. Terimakasih atas kehadiran dan doanya." Kata Ical.
"Kami nitip buat panti asuhan ya Pak." Aca memberikan amplop pada pengurus panti asuhan itu. Tak lupa beberapa dus sembako juga.
"Hati - hati di jalan ya Pak." kata Difan dan Ical yang mengantar mereka sampai di halaman ruko.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung