Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#27 Calon Suami


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Hari minggu itu keluarga Ical dan Avi menikmati liburan di sebuah villa di kota Batu.


Ical menyewa sebuah Villa yang memiliki 2 kamar. Avi dan Lia menempati satu kamar dan Orangtua Ical menempati lamar yang lain. Sedangkan Ical, Agus dan Bayu memilih tidur di ruang tengah.


"Vi, jalan - jalan yuk." ajak Ical.


"Boleh. Tapi masa cuma berdua Mas ?" tanya Avi.


"Emang kenapa kalo berdua ?" Ical balik bertanya.


"Gak enak ah. Takutnya ada setan lewat.. Hehehe." jawab Avi.


"Ya udah kamu ajak Agus, Bayu sama Lia." kata Ical.


"Oke. Aku panggil mereka dulu ya." Avi meninggalkan Ical.


"Li, Jalan - jalan yuk." ajak Avi pada ketiga adiknya yang sedang menikmati pemandangan dari teras samping Villa.


"Kemana Teh ?" tanya Bayu.


"Keliling aja. Mas Ical ngajakin, tapi Teteh fak mau berduaan." jawab Avi.


"Wah.. kita jadi obat nyamuk nih." celetuk Lia.


"Lebuh tepatnya aku yang jadi obat nyamuk kalian semua." gerutu Agus.


"Mau gak ? Nanti keburu panas." kata Avi tak sabar.


"Ayo deh." Agus berdiri diikuti kedua saudaranya.


Mereka menghampiri Ical yang masih menunggu di ruang tengah.


"Ayah sama Bunda kemana Mas ?" tanya Avi.


"Lagi di kamar. Istirahat." jawab Ical.


"Ya udah. Ayo kita jalan - jalan Mas." kata Avi.


Ical, Agus dan Bayu berjalan mendahului Avi dan Lia yang berjalan paling belakang.


Mereka menyusuri jalan menuju ke kolam ikan.


Disana juga ada ayunan dan mainan anak - anak. Ical mengajak Avi duduk di ayunan sambil memandangi Lia, Bayu dan Agus yang sedang bermain air di kolam ikan.


"Enak ya suasananya disini." kata Ical.


"Iya. Udaranya juga segar banget." kata Avi.


"Kapan - kapan kira main kesini sama anak - anak kita Vi." kata Ical sambil tersenyum.


"Anak ? Nikah aja belum." Avi berkata tanpa menatap Ical.


"Kan abis ini kita nikah. Kamu maunya kapan kita nikahnya ?" tanya Ical.


"Terserah Mas aja. Yang penting diurus dulu surat - suratnya." jawab Avi.


"Lebih cepat lebih baik ya. Nanti kita ngobrol sama Ayah dan Bunda." kata Ical.


"Iya Mas. Kita diskusi sama mereka dulu. Kalo aku sih udah gak ada keluarga, jadi ngikut ajalah." kata Avi.


"Kamu mau nokahnya kayak gimana ?" tanya Ical.

__ADS_1


"Yang sederhana aja Mas. Yang penting sah." jawab Avi.


"Aky juga males kalo terlalu heboh. Paling juga ngundang keluarga dan sahabat orang tua ku." Ical mendorong perlahan ayunan Avi.


"Jangan lupa rekan kerja juga diundang." kata Avi.


"Pastilah itu mah." kata Ical.


"Mas, aku boleh gak ngundang mantan majikan aku di Bandung. Mereka yang bantuin saat aku kuliah dan udah nganggap aku kayak keluarga sendiri." Avi meminta pertimbangan dari Ical.


"Boleh dong. Kalo kamu masih inget alamatnya, nanti bisa dibantu sama Aca." kata Ical.


"Oh iya. Aca kan di Bandung juga ya." kata Avi sambil berdiri menuju ke kursi taman.


"Iya. Sekalian Aca juga biar berkunjung langsung ke rumah kenalan kamu itu." Ical mengikuti Avi dan duduk di sebelahnya.


"Nanti aku cari alamatnya deh. Kayaknya aku simpan di buku jurnal aku deh." kata Avi lagi.


Tak terasa matahari mulai naik dan cuaca makin panas.


"Mas, balik ke Villa yuk." ajak Avi.


"Ayo." Ical pun kembali lebih dulu ke Villa setelah memberitahu Agus.


"Assalamualaikum. Yah, Bun." panggil Ical.


"Cal, Kita harus pulang sekarang." kata Sissy dari dalam kamar.


"Emang kenapa Bun ? kan masih pagi." tanya Ical.


"Ini Ayah sesak nafas. Kita harus bawa Ayah ke dokter." jawab Sissy.


"Iya Bun. Aku siapin mobil dulu. Ayah sabar ya." kata Ical lalu bergegas menuju mobil.


Avi menghubungi adik - adiknya dan pamit pulang lebih dulu. Lalu dia membantu Sissy membereskan barang.


Ical kembali dan langsung membantu memapah Rio. Sissy dan Avi mengikuti di belakangnya.


"Gampang. Nanti Lia biar aku anterin." kata Bayu.


"Iya. Nanti kuncinya kamu kasih ke resepsion


di bangunan dekat kolam." kata Ical lagi sebelum menjalankan mobil meninggalkan villa.


Rio harus dirawat inap semalam. Sissy memilih untuk menemani suaminya sedangkan Ical mengantarkan Avi pulang ke kosannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seminggu kemudian, Ical mengajak Avi untuk ke rumahnya. Mereka akan membicarakan tentang pernikahan yang sempat tertunda karena kondisi orangtuanya waktu itu.


"Assalamualaikum." Avi memberi salam saat memasuki rumah.


"Waalaikumsalam. Calon mantu Bunda udah datang." sambut Sissy.


"Bunda dan Ayah sehat ?" Avi mencium tangan Sissy dan Rio bergantian.


"Alhamdulilah. Kamu juga sehat kan Sayang?" Sissy mencium pipi Avi.


"Ayo masuk. Kita ngobrol di saung aja ya biar nyantei." ajak Sissy.


Avi dan Ical mengikuti Sissy dan Rio ke halaman belakang. Mereka duduk di saung yang sudah dipenuhi makanan.


"Bunda abis bikin puding sama salad buah nih." kata Sissy.


"Wah.. enak kayaknya Bun." kata Avi sambil mengambil piring untuk salad.


"Langsung makan aja dia." sindir Ical.


"Biarin aja Sayang. Bunda bikin juga buat dimakan. Lagian kalo dia gak makan siapa lagi yang makan? Kalian berdua kan gak suka." potong Sissy sebelum Avi sempat menjawab.

__ADS_1


Tak lama Mbak Jum, pembantu mereka mengantarkan sepiring singkong, jagung dan kacang rebus.


"Nah ini makanan buat Ayah." kata Sissy sambil melirik pada suaminya yang tersenyum kecut.


"Buat aku mana Bun ?" tanya Ical merajuk.


"Sabar. Abis ini dianterin." kata Sissy.


Benar saja, tak lama kemudian Mbak Jum membawa sepiring gorengan yang masih panas lengkap dengan cabe rawitnya.


"Wah.. mantap nih." Ical langsung menyomot tahu isi yang masih panas.


"Pelan - pelan sayang makannya. Masih panas tuh." kata Sissy sambil ikut menyomot gorengan tempe favoritnya.


Mereka menikmati makanan sebelum mendiskusikan hal yang penting.


"Kita mau minta saran dari Ayah sama Bunda. Kapan baiknya kami menikah." Ical memulai pembicaraan.


"Hhmm.. Ayah udah tanya sama tetua. Baiknya sih sekita 2 bulan lagi. Kalian siap ?" Rio balik bertanya.


"Insha Allah kami siap. Iya kan Vi ?" Avi mengangguk menanggapi pertanyaan Ical.


"Kita maunya yang sederhana aja Bun." Avi menambahkan.


"Iya. Kita undang keluarga, sahabat dan rekan kerja kalian." kata Sissy.


"Setuju. Ayah juga capek kalo harus resepsi yang mewah." kata Rio.


"Sekarang apa dulu yang harus kita urus Yah ?" tanya Ical pada Rio.


"Kamu segera urus surat - suratnya. Nikahnya di masjid deket sini aja. Jadi Avi yang bikin surat numpang nikah ya." Rio menjelaskan.


"Ayah bantuin ya." pinta Ical.


Iya. Pasti Ayah dan Bunda bantuin." kata Rio.


"Makasih Yah, Bun." kata Ical dan Avi.


"Kamu catat lagi apa yang diperlukan kan ya Mas. biar aku cicil nyiapinnya." kata Avi saat dalam perjalanan pulang ke kosan.


"Oke. Oh iya. Kapan kita mau belanja buat seserahan. Kata Bunda baiknya kamu memilih sendiri biar terpakai." tanya Ical.


"Boleh gak kalo aku belanja sama temen - temen aku." Avi balik bertanya.


"Boleh. Tapi aku anter ya." kata Ical.


"Masa kamu mau ngintilin cewek - cewek sih ?" protes Avi.


"Ya udah deh. Kalian belanja sendiri aja. Nanti aku kasih uangnya ke kamu." kata Ical.


"Makasih ya Mas. Yang banyak ya kasih uangnya." canda Avi.


"Siap Sayangku." kata Ical sambil tersenyum jahil.


"Iih.. Genit." ujar Avi sambil tersenyum.


"Calon Suamiku.. Calon Imamku... Insha Allah." gumam Avi dalam hati.


...***...


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


...Bersambung...


__ADS_2