
6 bulan kemudian..
Selama berbulan - bulan ini Ical masih berusaha mencari keberadaan Avi. Nomer ponsel Avi sudah tidak aktif, dan saat mengecek ke PT. Dandelion ternyata Avi sudah tidak bekerja disana lagi. Ical pun hanya bisa berpasrah dan menunggu keajaiban untuk bisa bertemu dengan Avi.
Ical sedang mengantar Sissy untuk berbelanja. Karena hari ini Aca, Difan dan anaknya yang masih bayi akan datang liburan ke Malang.
Ical meninggalkan Bundanya untuk mengambilkan barang yang ada di deretan yang agak jauh.
Setelah mengambil barang yang disuruh Sissy, Ical pun kembali menuju Sissy yang sedang memilih buah - buahan. Tampak olehnya sang Bunda sedang berbincang dengan seorang wanita berhijab. Saat sekilas tampak wajah wanita itu, Ical segera mempercepat langkahnya. Dia sangat yakin wanita itu adalah Avi, sosok yang dicarinya selama ini.
"Loh Bun. Wanita yang tadi bicara sama Bunda kemana ?" Ical tak menemukan wanita itu saat sudah ada di samping Sissy.
"Oh dia pergi kesana." Sissy menunjuk ke arah kasir. Ical langsung menyimpan barang yang dibawanya ke dalam troli dan bergegas menyusul wanita itu.
"Cal, Kamu mau kemana ? Kok Bunda ditinggalin ?" teriak Sissy.
"Bentar Bun. Urusan penting." jawab Ical sambil mempercepat langkah kakinya.
Ical mencari ke setiap kasir tapi wanita itu tak nampak juga. Akhirnya Ical kembali ke Bundanya dengan langkah gontai.
"Kamu kenapa lesu gitu sih Nak ?" tanya Sissy sambil menatap sang anak.
"Gak apa - apa Bun." jawab Ical sambil menunduk.
"Kamu yakin ?" Sissy sangat yakin ada sesuatu yang terjadi dengan anaknya.
"Iya. Ayo Bun kita cepetan pulang. Nanti Aca keburu datang." Ical coba mengalihkan pembicaraan. Sissy sangat yakin hal yang mengganggu putranya berkaitan dengan wanita tadi.
"Apa Ical kenal dengan wanita tadi ya ? anaknya ramah." gumam Sissy dalam hati. Sepanjang perjalanan pulang Sissy terus memikirkan hal itu hingga tanpa disadarinya mereka sudah sampai di rumah.
"Bun, kita udah sampai loh. Kenapa Bunda diam aja." tanya Ical yang melihat Sissy melamun.
"Bun.. Bunda..." Ical menggerakkan tangannya di depan muka Sissy karena gak ada tanggapan.
"Eh iya. Udah sampai ya. Maaf Bunda melamun." jawab Sissy.
"Bunda mikirin apa sih ?" tanya Ical.
"Mikirin wanita tadi yang ngobrol sama Bunda. Orangnya cantik, lembut, sopan." Sissy sengaja ingin memancing reaksi Ical.
"Bunda kenal ?" tanya Ical.
"Namanya Avi. Bunda kenal sama dia di tokonya temen Bunda. Dia dulu kerja disana tapi sekarang sudah berhenti. Kamu kenal ?" Sissy balik bertanya.
"Ooh. Gak Bun gak kenal." Kata Ical singkat.
"Ternyata wanita tadi benar Avi." Gumam Ical dalam hati.
Sebenarnya Ical penasaran juga dengan cerita Bundanya tapi dia pura - pura tidak tertarik biar Bundanya gak curiga. Biarlah dia mencari tahu sendiri keberadaan Avi. Kalau memang Avi jodohnya pasti akan dipertemukan bagaimanapun caranya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nasib sial terus menghampiri Avi. Setelah 6 bulan lalu ponselnya hilang di angkutan umum yang dinaiki nya saat pulang dari kantor pusat, beberapa bulan kemudian Avi harus dipindahtugaskan ke kantor lain saat Avi sudah bisa beradaptasi dan mulai betah bekerja disana, Dan akhirnya sekarang Avi harus tinggal sendiri dan berpisah dengan adik - adiknya. Avi harus dipindah tugaskan ke Alamanda Express, sebuah perusahaan ekspedisi yang masih berada di bawah Blomma Company.
Karena terjadi kasus korupsi yang dilakukan beberapa petinggi di Alamanda Express itu akhirnya dilakukan perombakan karyawan besar - besaran. Memang hanya 3 orang yang terlibat korupsi langsung saja yang dipecat. Tetapi untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali maka dilakukan perombakan karyawan. Salah satunya adalah Avi yang dipindahkan sebagai karyawan Akunting Alamanda Express. Pindah kerja sih gak masalah sebenarnya untuk Avi, tapi jarak antara kantor dan rumah kontrakannya cukup jauh. Avi harus naik 3 angkot yang berbeda dengan waktu sekitar 1,5 jam. Baru seminggu menempuh jarak yang cukup jauh setiap harinya sudah membuat Avi kewalahan. Berangkat jam 6 pagi dan lewat mahrib baru sampe rumah membuat Avi mulai sering masuk angin dan selalu kurang tidur.
__ADS_1
"Teh, kami mau bicara." kata Lia yang memanggil Avi yang baru selesai mandi.
"Iya. Nanti teteh keluar. Kalian tunggu saja." kata Avi sambil. masuk ke kamar untuk shalat.
Setelah selesai shalat isya, Avi menghampiri ketiga adiknya yang sudah duduk di ruang tengah.
"Teh, gimana kalo kontrakan ini gak usah diperpanjang." Agus membuka obrolan.
"Memangnya kenapa Gus ?" tanya Avi.
"Agus suka kasian lihat teteh selalu berangkat pagi dan pulang hampir malam." kata Agus.
"Teteh kuat kok Gus. Lama - lama juga terbiasa." Avi tersenyum pada adik angkatnya itu.
"Teh, Mending kita pisah tempat tinggal aja." Agus melanjutkan.
"Maksud kamu ?" Avi coba memahami maksud Agus.
"Kantor teteh tuh di Singosari, tiap hari harus bolak - balik dari sini. Capek teh." kata Agus.
Avi hanya menatap pada Agus.
"Trus Lia juga udah mulai sibuk dengan kuliah dan magangnya. Dia katanya mau pindah dekat ke rumah sakitnya." Agus melirik pada Lia yang hanya terdiam.
"Emang gitu ya Li ? Kok kamu gak cerita sama teteh ?" tanya Avi.
"Maaf Teh. Kita emang akhir - akhir ini jarang ketemu." jawab Lia.
"Selain itu, aku sama Agus juga mau buka bengkel kecil di daerah Batu. Mumpung ada temen ngajakin join melanjutkan bengkel milik pamannya." Kali ini Bayu yang bicara.
"Jadi kalian mau ninggalin teteh ?" Avi memandang tajam ketiga adiknya.
"Teh, meski tinggal terpisah tapi kita kan masih bisa bertemu." Lia menambahkan.
"Iya teh. Kita gak akan lupa sama teteh." Bayu memandang kakak nya itu.
"Bahkan kalo perlu kita bisa atur jadwal seminggu sekali untuk bertemu." Lia berpindah duduk di samping Avi dan memeluk kakaknya itu.
"Baiklah. Tapi kalian harus janji ya gak akan lupain teteh." Avi mulai terisak.
"Pasti teh. Kita pasti akan sering nengokin teteh." kata Bayu sambil menahan tangisnya.
Avi masih berpelukan dengan Lia sambil menumpahkan tangisnya.
"Besok kan hari minggu, teteh mau minta ditemenin kalian buat cari kost an di Singosari." kata Avi memandang Bayu dan Agus.
"Pasti kita temenin teh. Sekalian kita cariin Lia kost an juga." kata Agus.
"Setelah dapat kost an teteh juga mau melihat calon bengkel dan tempat tinggal kalian." lanjut Avi.
"Kita akan tinggal di bagian atas bengkel Teh. Jadi nanti sekalian teteh bisa lihat." kata Bayu.
"Iya Teh. Kalo boleh, besok kami mau langsung bawa barang - barang." kata Agus.
"Boleh. Teteh akan pindah seminggu lagi setelah kontrakan ini habis." kata Avi.
__ADS_1
"Lia juga mau nemenin teteh dulu disini." Lia memeluk Avi lagi.
"Gus, kamu besok pinjam mobil ya buat kita cari kost an. Sekalian kita jalan - jalan." perintah Avi.
"Siap Teh." jawab Agus.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Avi dan ketiga adiknya berangkat mencari kost an. Tujuan pertama yaitu mencari kost an untuk Lia. Setelah dapat yang cocok, Avi pun membayar penuh untuk 3 bulan kedepan, dimulai dari awal bulan. Setelah itu mereka menuju ke Singosari untuk mencari kost an buat Avi. Avi mendapatkan kost an yang bersih dan nyaman. Jaraknya pun hanya 5 menit jalan kaki dari kantor.
Tujuan terakhir yaitu bengkel tempat Agus dan Bayu akan bekerja dan tinggal.
"Kayaknya lumayan rame ya disini ?" kata Avi sambil memandangi bengkel yang terletak disebuah ruko dekat alun - alun Batu.
"Iya Teh. Disini juga sudah banyak pelanggannya. Kami membeli semua bersama nama bengkelnya." kata Bayu.
"Mahal dong ? Kan udah terkenal." Lia berkomentar.
"Gak juga sih. Kebetulan pemiliknya sedang butuh uang." kata Agus.
"Syukurlah kalo begitu. Teteh doain semoga usaha kalian rame dan lancar ya." doa Avi.
"Aamiin." Jawab mereka serempak. Setelah itu Avi dan Lia membatu Agus dan Bayu untuk menurunkan barang dari mobil. Kebetulan barang mereka juga tidak banyak, jadi setelah satu jam semuanya sudah beres. Avi dan Lia juga sudah membersihkan data menata ruangan untuk tinggal Bayu dan Agus.
"Kita mampir dulu ke alun - alun Batu yuk. Refreshing dulu." kata Avi setelah selesai.
"Ayuk Teh. Abis itu kita langsung pulang." kata Bayu yang mengambil alih kemudi.
Hari itu Ical sedang dalam perjalan pulang setelah mengantarkan pesanan barang pada kliennya. Ketika melewati alun - alun Batu, entah kenapa Ical langsung memarkirkan mobilnya disana.
Ical langsung turun dan berjalan menuju ke sebuah gerai yang menjual thai tea. Setelah itu Ical menuju ke salah satu bangku yang ada di sudut alun - alun itu.
Dari kejauhan Ical melihat perempuan yang dicarinya sedang bersantai dan bercengkrama dengan 3 orang lainnya yang lebih muda. Tak ingin kehilangan jejak lagi Ical pun menghampirinya.
"Avi.. Shavira.." panggil Ical.
"Iya. Maaf kamu siapa ?" Avi menatap lelaki tampan itu.
"Avi, aku Ical. Dulu kita pernah kerjasama." lelaki itu memperkenalkan diri.
"Ical dari Recall advertising ?" tanya Avi.
"Iya betul. Kamu masih ingat ? Ical balik bertanya.
"Akhirnya aku menemukan kamu juga." gumam Ical dalam hati.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung