Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#74 Suasana Duka


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...****************...


Sissy hanya diam sambil terisak memandangi jasad sang suami.


"Mas, kamu selalu berkata ingin meninggal lebih dulu agar tak merasakan kehilangan. Dan sekarang ucapanmu itu terjadi. Aku akan mencoba ikhlas untuk melepasmu kembali pada sang pencipta." gumam Sissy dalam hati sambil mengusap lengan Rio lembut. Segera dihapusnya air mata yang tersisa di pipinya dan dikecupnya kening sang kekasih untuk terakhir kalinya. Avi, Ical, Aca dan Difan yang menyaksikannya hanya bisa menangis haru.


"Cal, antar Bunda ke kamar. Bunda mau istirahat dulu." kata Sissy pada putranya.


Ical membantu Sissy untuk berbaring di ranjangnya.


"Cal, Apa yang terjadi sama Ayah dan yang lainnya ?" tanya Sissy.


"Jadi gini ceritanya Bun." kata Ical.


flashback on


Rio, Alif dan Topan sedang dalam perjalanan pulang dari Pasuruan. Rio duduk di depan bersama sopir. Sedangkan Alif dan Topan di belakang.


Mereka sudah sampai di Purwodadi. Jalanan tidak terlalu padat karena saat itu sedang hujan.


"Hati - hati nyetirnya ya Man." Rio mengingatkan Herman, sang sopir.


"Nggih Pak." jawab Herman.


Tiba - tiba ada sebuah mobil sedan melaju dari arah berlawanan dan melintas melewati pembatas jalan. Herman berusaha membanting setir ke kiri dan coba mengerem. Tapi sayangnya mobil di belakangnya menabrak mobil mereka dan terjadilah tabrakan beruntun hingga mobil mereka harus menabrak pohon di tepi jalan. Bagian kiri dan depan mobil rusak cukup parah. Rio dan Herman meninggal di tempat. Sedangkan Topan dan Alif mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Alif dan Topan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kondisi Topan yang duduk di belakang Rio mengalami luka yang cukup parah.


"Ma, yang sabar ya." Difan memeluk dan mengusap lembut lengan Mamanya.


Yoan terus menangis menunggu dokter yang sedang mengobati suaminya keluar.


"Keluarga Pak Topan.." Suster memanggil.


"Iya Su. Gimana kondisi suami saya." tanya Yoan.

__ADS_1


"Mohon yang sabar ya Bu. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Pak Topan sudah berpulang." kata dokter.


"Papa..." teriak Yoan memanggil suaminya. Tak lama Yoan pun pingsan tak sadarkan diri. Perawat dengan sigap membawa Yoan ke ruang igd. Vanya ikut mendampingi Mama nya sambil terisak tangis.


"Fan, Papa..." kata Dafa yang datang bersama Hana.


"Iya Fa. Kita harus kuat ya." Kata Difan.


"Iya Fan. Kamu bantu urus jenazah Papa ya." kata Dafa.


"Iya. Aku juga sekalian bawa jenazah Ayah. Papa Alif gimana ?" tanya Difan.


"Papa Alif masih belum sadar tapi sudah lewat masa kritis." jawab Dafa.


"Kakak temani Mama Yoan aja. Biar jenazah Papa Topan aku urus sekalian." kata Ical.


"Iya deh. Makasih ya Cal. Aku mau lihat Mama dulu." kata Difan.


flashback off


"Jadi Papa Alif selamat ?" tanya Sissy dengar suara lemah.


"Iya Bun. Sekarang masih di ruang ICU." jawab Ical.


"Difan lihat ke makam. Rencananya Papa dan Ayah dimakamin di tempat yang sama." jawab Ical.


"Iya. Kamu atur aja. Lagian kan Kira sudah beli lahan untuk pemakaman keluarga besar Pelangi." kata Sissy.


"Iya Bun." kata Ical singkat.


"Bunda sama Avi dulu ya disini." kata Avi.


"Tolong ambilkan gamis putih punya Bunda." pinta Sissy.


"Aku ke bawah dulu ya Bun. Avi temani Bunda disini. Nanti kalo sudah mau dimakamkan, Ical jemput Bunda." kata Ical.


Sissy hanya mengangguk sambil menatap punggung putranya yang menghilang di balik pintu.


......................


Pemakaman Rio dan Topan baru saja selesai. Sissy dan Yoan tampak berpelukan saling menguatkan. Kedua wanita itu terlihat tegar menatap gundukan tanah tempat suami masing - masing dikuburkan. Rio dan Topan dimakamkan bersisian.


"Yang sabar ya Si, Yo. Maafin aku gak bisa jagain mereka." Faisal menyalami dan mengusap sekilas punggung kedua sahabat istrinya itu.

__ADS_1


"Alhamdulilah kamu berhalangan ikut. Jadi kamu masih bisa selamat Mi." balas Sissy.


"Seandainya aku gak sakit hari itu mungkin aku juga akan bernasib sama dengan mereka. Tapi memang belum waktunya aku dipanggil." lanjut Faisal.


"Iya Sal. Kami sudah mengikhlaskan kepergian mereka. Semoga Mas Alif juga bisa kembali sehat." kata Yoan.


"Iya Yo, Si. Kalian yang sabar dan kuat ya." Zizi memeluk kedua sahabatnya bergantian.


"Hidup harus terus berjalan girls. Kita pasti kuat." Sissy memeluk Yoan dengan erat.


"Mama.. Bunda.. Hana mau nyampein pesan Mama yang gak bisa datang ke pemakaman Ayah dan Papa Topan." kata Hana.


"Iya Han. Kami maklum kok. Pasti Mama kamu ingin mendampingi Papa kamu hingga pulih." Yoan mengusap punggung anak sahabat sekaligus menantunya itu.


"Biar Mama kamu fokus sama kesembuhan Papa kamu ya." Sissy menambahkan.


"Iya Ma, Bun. Hana mau ijin ke rumah sakit dulu. Nanti Hana pulang sore, bantuin persiapan buat tahlilan." kata Hana.


"Gak usah mikirin itu Nak. Kamu temani Mama kamu aja. Untuk tahlilan kan ada Avi dan Aca yang bantuin." kata Sissy.


"Ada Vanya juga kan. Kamu ke rumah sakit aja." kata Yoan.


"Iya Ma. Hana pamit ya mam, Bun." Hana mencium punggung tangan kedua wanita yang dianggapnya sebagai ibunya sendiri.


Sissy dan Yoan berpisah menuju ke rumah masing - masing. Difan ijin untuk menemani Sissy dulu sebelum nanti ke rumah Yoan.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita lainnya, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2