Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#78 Kepergian Oma Sissy


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ?


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...****************...


Hari ini semua anak cucu berkumpul di rumah Sissy. Mereka sedang merayakan pertambahan umur sang nenek. Avi, Ical, Aca dan Difan sengaja mengadakan syukuran kecil untuk Bunda mereka. Semua cucu pun ikut berkumpul. Tak lupa para sahabat Sissy kecuali Yoan yang sudah berpulang lebih dulu.


"Selamat Ulang Tahun Bunda. Semoga sehat selalu." Aca mencium dan memeluk Bundanya. Begitupun dengan Ical. Tak ketinggalan Avi dan Difan juga bergantian memeluk mertuanya itu.


"Makasih sayang - sayangku. Bunda bahagia melihat kalian rukun seperti ini." Sissy mengusap airmata nya.


"Happy birthday Oma. Ini hadiah buat Oma dari Adek dan kakak - kakak semua." Dea mewakili kakak dan sepupunya memberikan hadiah buat sang Oma.


"Makasih sayang. Sini peluk Oma." Sissy merentangkan tangannya menyambut cucu bungsunya.


"Kami juga sayang sama Oma." Caca, Hawa, Nia, Nana, Abas dan Abi ikut memeluk Sissy.


"Selamat ulang tahun ya Si." kata Amira sambil memeluk Sissy erat.


"Makasih Ra. Kamu sendirian ? Hana sama Dafa mana ?" tanya Sissy.


"Mereka masih ngurusin kuliahnya Fahmi." kata Amira.


Ya, Alif, suami Amira sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Begitupun Yoan yang juga sudah menyusul Topan, suaminya, 4 tahun yang lalu.


"Hai Si. Selamat Ulang ya. Sehat - sehat terus." Zizi memeluk sahabatnya.


Hadir juga Faisal, suami Zizi. Kian dan Vanya, Kinan dan Ridwan, juga anak - anak mereka.


"Ayo kita foto bersama." ajak Ical sbil memasang timer pada kamera yang akan memotret mereka semua.


Semuanya bersiap mengambil tempat. Sissy duduk diapit Amira dan Zizi. Faisal juga ikut duduk di samping istrinya. Di belakang berdiri anak - anak mereka beserta pasangannya masing - masing. Sedangkan para cucu duduk di bawah.


"Tunggu dulu.. Kita juga mau ikutan." Hana yang baru datang menginterupsi.


"Cepetan sini." panggil Kinan.


Akhirnya foto bersama keluarga besar geng Pelangi yang tersisa pun terjadi.


"Ayo kita makan." Avi mempersilahkan.


"Selamat Ulang Tahun ya Bunda. Maaf tadi telat." Hana menghampiri dan mencium tangan Sissy.


"Iya gak apa. Makasih udah mau datang." Sissy mencium keponakannya itu.


Dafa, Fahmi dan Nafa juga mencium tangan dan pipi Sissy. Setelah itu mereka semua menikmati hidangan yang sudah disiapkan Avi dan Aca. Suasana terlihat akrab dan hangat. Terlihat masing - masing berkelompok mencari tempat yang nyaman. Para lelaki makan sambil ngobrol di ruang tamu. Para istri Makan di ruang keluarga. Anak - anak remaja berkumpul di teras depan. Sedangkan anak yang lebih kecil makan dan berkumpul di taman belakang.


...****************...


Seminggu setelah merayakan pertambahan umurnya, kondisi kesehatan Sissy tiba - tiba menurun.


"Bun, kita ke rumah sakit ya." Aca berusaha membujuk Bundanya.


"Gak usah sayang. Bunda cuma pengen istirahat aja." tolak Sissy.

__ADS_1


"Tapi muka Bunda pucat loh." Aca meraba dahinya. Sedikit panas.


"Gak sayang. Bunda hanya capek."Lagi - lagi Sissy menolak dibawa ke rumah sakit.


"Aku bikinin cream soup ya Bun." kata Aca yang dibalas anggukan oleh Sissy.


Aca keluar dari kamar Sissy menuju ke dapur. Dia lalu menghubungi Ical, Avi dan Difan untuk mengabari kondisi Bunda Sissy.


πŸ“±πŸ“²


"Kak, bisa datang ke rumah Bunda ? Tolong periksa Bunda Kak." Aca menelepon Kinan untuk memeriksa kondisi Sissy.


"Iya Ca. Aku hubungi Mas Ridwan biar ke rumah Bunda. Aku lagi ada jadwal praktek soalnya." kata Kinan.


"Iya. Makasih Kak." balas Aca.


Tak butuh waktu lama Ical dan Avi datang bersamaan dengan kedatangan dokter Ridwan.


"Gimana Bunda ?" tanya Ical.


"Bunda ada di kamar. Ayo Kak Ridwan, periksa Bunda sekarang." kata Aca.


Ridwan bergegas menuju kamar Sissy untuk memeriksanya.


Aca, Ical dan Avi menunggu dengan cemas.


"Gimana kondisi Bunda Kak ?" tanya Ical pada Ridwan yang baru keluar dari kamar.


"Sebenarnya Bunda hanya kelelahan. Sebaiknya biarkan Bunda istirahat beberapa hari. Ini juga ada vitamin buat Bunda." Jawab Ridwan.


"Alhamdulilah. Makasih ya Kak." kata Ical.


"Sama - sama Cal. Kalo ada apa - apa telpon aja. Anytime." kata Ridwan.


"Bunda..." panggil Aca pelan.


"Bunda gak apa - apa Nak." kata Sissy menatap Aca dan Avi bergantian. Tak lama Ical masuk ke kamar.


"Nak, Kalian disini ya temanin Bunda." pinta Sissy sambil menatap kedua anak kembarnya.


Avi keluar sebentar untuk mengambilkan makanan.


"Kami pasti akan selalu menemani Bunda. Bunda harus sehat ya." kata Ical sambil menggenggam tanagn Sissy.


"Kalian harus akur dan saling menjaga ya. Jangan sampai berantem." Sissy menasehati kedua anaknya.


"Insha Allah Bun. Kita kan selalu akur dan menjaga Bunda." Aca mendekat dan mengusap lengan Sissy.


"Yang penting kalian harus bisa mendidik anak - anak kalian dengan baik. Jangan sampai salah jalan." kata Sissy.


"Iya Bun." jawab Aca.


"Ca, kamu harus patuh sama suami kamu. Jangan suka membantah." Sissy mengusap kepala Aca dengan lembut.


"Iya Bun." Aca memeluk Sissy.


"Cal, kamu juga harus selalu lembut sama istri kamu, jangan pernah menyakiti hatinya. Dan berbuat adil lah pada anak - anak kamu. Bunda juga titip Aca sama kamu." kata Sissy sambil mengusap kepala Ical.


"Iya Bun. Ical akan selalu menjadi pelindung untuk Bunda, Avi dan Aca. Juga anak - anak." balas Ical.

__ADS_1


Tak lama Avi datang membawakan makanan dan menyuapi Sissy dengan telaten. Setelah minum vitamin, Sissy pun tertidur. Avi, Ical dan Aca keluar dari kamar meninggalkan Sissy.


Pagi harinya, Aca masuk ke kamar Sissy untuk membangunkannya.


"Bun, udah siang. Mau Aca bantuin bersih - bersih ?" Aca memanggil Bundanya.


Belum ada jawaban dari Sissy.


"Bun... Masih gak enak badan ya ?" tanya Aca sambil memegang lengan Bundanya.


Tak ada reaksi dari Bundanya.


"Bun.. Bunda.. Bangun Bun..." Aca mengguncang tubuh Sissy lebih keras.


Aca mulai panik melihat sang Bunda tak bereaksi bahkan matanya tetap terpejam.


"Mas.. Bunda Mas.." teriak Aca dari dalam kamar.


Difan yang mendengar teriakan istrinya segera berlari menghampiri.


"Kenapa Yang ?" tanya Difan.


"Bunda Mas.. Bunda diam aja." Aca menjawab dengan suara tercekat.


"Bunda kenapa Ca ? Mas ?" tanya Ical dan Avi yang langsung menghampiri ketika mendengar teriakan Aca. Kebetulan tadi Ical dan Avi sedang di halaman rumahnya.


"Sebentar aku periksa dulu Cal." kata Difan lalu memegang nadi tangan Sissy. Tak lama Difan lalu mengambil kaca kecil dan meletakkan tepat di bawah lubang hidungnya.


"Innalilahi wa innalilahi rojiun. Bunda sudah gak ada." kata Difan lirih.


"Innalilahi Wa innalilahi rojiun. Bunda..." Ical langsung mendekat pada Sissy.


Aca dan Avi pun langsung mendekat pada sang bunda.


"Bunda..." Aca memeluk tubuh Bunda nya.


Difan segera menghubungi Ridwan agar segera datang ke rumahnya untuk memeriksa Sissy.


"Innalilahi wa innalilahi rojiun. Bunda sudah menghadap Allah Swt. Kalian yang sabar dan tabah ya." kata Ridwan.


"Mas, Bunda.." Aca langsung memeluk suaminya dengan erat.


"Iya Sayang. Kita ikhlaskan Bunda ya. Biar Bunda lebih tenang disana." kata Difan sambil mengusap punggung sang istri untuk menguatkannya.


Avi pun ikut menangis dalam pelukan Ical.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita lain judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2