Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#38 HoneyMoon (1)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Aca, Difan, Avi dan Ical sedang dalam penerbangan menuju ke sebuah pulau di bagian barat Indonesia. Mereka berempat akan menikmati liburan sekaligus bulan madu.


Avi yang untuk pertama kalinya naik pesawat, terlihat tegang dan menggenggam erat tangan Ical.


"Nih, kamu dengerin musik aja biar lebih rileks." Ical memasangkan sebelah airpodnya pada telinga Avi.


Avi hanya terdiam dan menatap suaminya sekilas. Wajahnya terlihat tegang dan sedikit pucat.


"Mas, aku sedikit pusing." kata Avi.


"Sini.. Kamu tiduran di bahuku aja." Ical menarik kepala Avi agar bersandar di bahunya.


"Cie.. Pengantin baru romantis bener." komentar Aca yang duduk di lorong sebelah pengantin baru itu.


"Gak usah sirik deh. Sini.. Kamu juga pengen rebahan di bahu aku kan ?" goda Difan sambil menarik kepala Aca mendekat.


"Kamu nih Kak. Bisa aja modusnya." Aca mencubit pinggang sang suami.


"Namanya juga usaha Yang. si kembar kan Udah setahun lebih. Waktunya kita kasih adik." bisik Difan.


"Boleh. Siapa takut. Tapi jangan kembar lagi dong Kak. Berat bawanya." kata Aca.


"Ya gimana dikasihnya aja Yang. Kalo kembar lagi bagus. Langsung tutup pabrik." kata Difan sambil membelai kepala Aca.


"Kembar gak kembar tetap tutup pabrik." kata Aca.


"Kok gitu ? Kamu kan masih muda Yang." tanya Difan.


"Aku masih muda. Lah kamu ? Udah tua Yang. Nanti yang biayain anak - anak kita siapa kalo kamu udah pensiun." jawab Aca sambil mencubit hidung Difan.


"Iya juga ya." kata Difan sambil memikirkan jarak umur diantara dia dan istrinya yang terpaut 11 tahun.


"Yang penting Kakak jaga kesehatan ya. Biar bisa terus ada buat kami." kata Aca sambil mengusap lengan suaminya.


Dua jam kemudian akhirnya pesawat mereka mendarat. Kedua pasangan itu langung keluar bandara setelah mengambil koper mereka. Aca dan Ical sengaja memesan pesawat dan hotel sendiri. Mereka tidak mau terikat dengan jadwal yang diatur biro perjalanan.


Seseorang dari hotel menjemput dan membawa mereka ke hotel.


"Wah.. Keren banget ya resortnya." kata Aca yang baru turun dari mobil. Mereka langsung disambut dengan kalungan bunga dan welcome drink.


Mereka pun masuk ke resepsionis dan langsung check in.


Mereka berempat diantar naik mobil khusus. Kamar yang mereka pesan terletak bersebelahan. Kamar yang langsung menghadap ke pantai.



(resort tempat mereka menginap ~ google)


"Mas, ini bagus banget pemandangannya." kat Avi sambil memandang ke pantai.


"Iya sayang. Ini hadiah spesial dari Ayah dan Bunda buat kita semua." Ical memeluk pinggang ramping istrinya.


"Kita langsung masuk ke kamar ya Vi. Nanti siang kita cari makan." kata Aca sebelum menutup pintu kamarnya.


Ical langsung menarik tangan istrinya masuk ke kamar.

__ADS_1


"Aku capek Mas." Avi langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


"Kok langsung tidur sih ?" tanya Ical sambil ikut berbaring di sebelah Avi.


"Emang mau ngapain Mas ?" Avi balik bertanya.


"Hhmm... Aku mau makan kamu." jawab Ical sambil memeluk Avi erat.


"Mas... Nanti malam aja sih. Masih pagi nih." protes Avi.


"Emang kenapa kalo masih pagi ?" tanya Ical sambil memainkan ujung hijab Avi.


"Mas.." Avi menjauhkan tangan Ical dari kepalanya.


"Kenapa sayang ? Kamu gak mau aku sentuh ?" tanya Ical lagi.


"Bukan gitu. Kita kan ada janji nanti siang mau makan bareng dengan Aca dan suaminya. Kalo kita lakuin 'itu' sekarang, nanti aku malu pas jalan." jawab Avi menahan malu.


"Jalannya emang kenapa ? 'itu' apaan sih ?" goda Ical.


"Kan sakit kalo abis 'itu'. Jadi jalannya pasti gak kayak biasanya." kata Avi yang bangun untuk membuka hijabnya.


"Masa sih ? Kok kamu tau ?" Ical membantu Avi membuka hijabnya.


"Ya baca - baca sama denger cerita dari temen." kata Avi yang kembali berbaring di sebelah Ical.


"Cie.. Udah belajar nih ye." goda Ical lagi. Kali ini tangan Ical mulai bergerilya di tubuh Avi.


"Mas.. Nanti aja ya. Sekarang kita istirahat dulu." Avi memegang tangan Ical dan menghentikan kegiatannya.


"Hhmmm... Tapi aku pengen sekarang." Ical menciumi leher putih Avi.


"Mas.. Sabar bentar ya." kata Avi.


Ical mulai membuka kancing kemeja Avi. dan menciumi kedua bukit milik Avi.


Avi mulai menikmati setiap sentuhan Ical hingga tanpa sadar baju mereka sudah terlepas semua dan hanya menyisakan c* saja.


"Kamu siap sayang ?" tanya Ical.


Avi hanya mengangguk.


"Pelan - pelan ya Mas." kata Avi sambil menggigit bibirnya.


"Kita lakukan perlahan ya sayang. Ini juga yang pertama buat aku." bisik Ical di telinga Avi.


Ical mulai membuka kain penutup terakhir tubuh mereka. Dan akhirnya Ical pun berusaha menerobos masuk ke benteng mahkota Avi.


Avi menutup matanya dan tanpa sengaja meneteskan airmatanya.


"Auw.. Sakit Mas." Avi reflek mendorong tubuh Ical.


"Sakit ya Sayang. Sebentar lagi akan ganti enak katanya." Ical mencium kening Avi.


Avi tanpa sengaja mencengkeram kuat punggung Ical saat berhasil meraih mahkotanya.


Ical melakukannya dengan lembut dan perlahan hingga terdengar de***** indah dari bibir Avi. Ical menghentakkan miliknya dengan penuh irama hingga akhirnya tiba Ical tiba dipelepasannya dan ambruk di atas tubuh Avi dengan nafas terengah - engah.


"Terima kasih ya Sayang." bisik Ical di telinga Avi.


Sementara itu Avi yang sudah kelelahan tertidur karena tenaganya habis menahan sakit yang baru ia alami untuk yang pertama kalinya.


Ical membawa Avi ke dalam pelukannya dan menyelimuti tubuh polos mereka. Mereka pun tertidur.

__ADS_1


Ical terbangun saat melihat hari sudah mulai siang. Ical mengecup puncak kepala Avi, kemudian bangun untuk membersihkan diri.


Gemericik air di kamar mandi, membangunkan Avi dari tidurnya. Perlahan Avi menggeliatkan,


"Auww Sshhh.." Suara Avi menahan sakit di intinya bertepatan dengan Ical yang batu keluar dari kamar mandi.


"Sakit ya sayang ?" tanya Ical yang langsung menghampiri Avi.


Avi menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan mengangguk.


"Kan aku bilang juga apa Mas. Kalo gini aku gak bisa jalan ini." keluh Avi.


"Kalo gitu kamu berendam air hangat aja. Yuk! " Ical langsung menggendong Avi ala bridal dan membawanya ke kamar mandi. Ical sudah menyiapkan air hangat di bath tup.


Ical lalu menarik selimut yang membalut tubuh Avi.


"Mas, jangan diambil. Aku malu." Avi menahan selimut itu agar tetap menutup tubuhnya.


"Malu ? Kan aku udah lihat semuanya tadi Vi." kata Ical sambil tersenyum jahil.


"Tapi Mas..." Avi mulai merajuk.


"Iya deh. kamu berendam dulu aja. Biar agak enakan. Sekalian aku ambil baju ganti buat kamu." Ical meninggalkan Avi sendirian. Lalu Avi masuk ke dalam bath tup dan mulai menikmati sensasi air hangat di tubuhnya.


*tok.. tok... * terdengar suara ketukan di pintu.


"Aduh.. Kayaknya Aca sudah ngajakin pergi nih." gumam Avi dalam hati.


Tak lama kemudian Ical masuk ke kamar mandi dengan membawakan bathrobe dan baju ganti untuk Avi.


"Udah selesai Yang. Kita keluar yuk." tanya Ical.


"Udah Mas. Kamu keluar aja. Aku mau bilas." Avi masih terdiam di tempat.


"Aku mau bantuin." goda Ical mendekat ke Avi.


"Mas.. Nanti baju kamu basah lagi." kata Avi coba mengusir Ical.


"Hehehe. Iya deh. Aku tunggu di luar ya." Ical keluar sambil menutup pintu kamar mandi.


Avi segera membilas tubuh, mengeringkan dan memakai bajunya.


"Udah mendingan ?" tanya Ical menatap pada Avi yang keluar perlahan dari kamar mandi.


"Alhamdulilah. Masih bisa kutahan." jawab Avi yang duduk di depan kaca sambil mengeringkan rambutnya.


"Ayo Mas. Aca pasti udah nungguin." Avi sudah memakai hijabnya. Ical langsung menggandeng tangan Avi dan keluar dari kamar. Mereka menemui Aca dan Difan yang sudah menunggu.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2