
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...*****...
"Vi, aku ingin menjadi imam mu." ucapan Ical beberapa minggu yang lalu selalu terngiang di kepala Avi. Sudah beberapa hari ini Avi sengaja menghindari Ical. Setiap telepon dari Ical sellau diabaikan Avi, bahkan pesan dari Ical hanya dijawabnya singkat.
Entah kenapa ada ketakutan di dalam hati Avi untuk membuka hatinya untuk seorang lelaki. Seumur hidupnya dirinya belum pernah merasakan jatuh cinta.
Dari dulu setiap lelaki yang mendekatinya hanya menjadikannya bahan taruhan. Hal itulaj yang membuat Avi selalu menjaga jarak dan menjauhi mahluk yang bernama lelaki. Tapi saat melihat Ical, hatinya mulai luluh. Ketulusan dan sikap Ical yang santun mampu meruntuhkan tembok yang selama ini dibangunnya.
"Mbak, kenapa ngelamun ?" Ayu mengagetkannya.
"Ah gak kok Yu. Lagi mikir aja." kata Avi salah tingkah.
"Mbak, temenin ke swalayan depan yuk sekalian beli makan." ajak Ayu.
"Tumben gak ngajak Linda." tanya Avi sambil mengambil hijab instannya.
"Linda kan lagi keluar sama pacarnya. Enakya Mbak kalo udah punya pacar." jawab Ayu sedikit curhat.
"Emang kamu gak punya pacar ?" goda Avi.
"Yang suka sama aku ada 3 tapi gak ada yang kusuka." jawab Ayu dengan cueknya.
"Lah kalo gak suka terus kenapa pacaran ?" tanya Avi.
"Ya gak apa - apa. Buat iseng aja." Ayu sedikit malu menjawabnya.
"Pacaran kok iseng. Awas loh nanti kena batunya." Avi mengingatkan.
"Sebenernya bukan pacaran, cuma deket aja. Mereka aja suka traktir atau beliin aku barang." kata Ayu.
"Kalo emang gak ada perasaan ya jangan dikasih harapan dong. Masa gak ada satupun yang kamu suka ?" tanya Avi lagi.
"Aku nunggu cowok yang kalem dan berkharisma kayak pacar Mbak Avi." ledek Ayu.
"Bukan pacar tapi temen. Aku kan gak pacaran." kata Avi.
"Brarti boleh aku deketin ya Mbak." goda Ayu.
"Tapi kemarin dia ngajakin aku nikah." Avi coba menjelaskan status hubungan dirinya dan Ical.
__ADS_1
'Ooh.. Taaruf. Keren tuh Mbak." puji Ayu.
"Insha Allah Yu. Masih pengenalan. Kapan - kapan Kamu temenin aku kalo pas jalan sama dia ya." kata Avi.
Jadi obat nyamuk dong diriku ?" tolak Ayu.
"Ajak Linda juga." usul Avi.
"Iya deh. Yuk Mbak." Ayu keluar lebih dulu dari kamar Avi. Mereka berdua pun keluar dari kosan menuju ke swalayan depan gang. Memang sekarang mereka bertiga kos di satu tempat yang sama. Tak lama setelah Avi pindah, Ayu dan Linda pun kompak ikut pindah kos di tempat yang sama.
Siang itu Ical menghampiri Avi di kantornya. Selama beberapa minggu Avi terlihat menghindar darinya. Ical ingin mencari tahu ada apa sebenarnya dengan Avi. Ical juga ingin menunjukkan keseriusannya untuk menjadikan Avi istrinya.
"Biar aku tunggu disini aja." Ical berkata lirih.
Ical melirik jam tangannya, masih pukul 16.45. Berarti masih ada waktu 15 menit sebelum jam pulang kantor. Sambil menunggu, Ical menghubungi kantor untuk mengabari bahwa dia tak akan kembali ke kantor.
Kemudian dilihatnya beberapa orang sudah keluar dari Alamanda Express termasuk Avi.
"Avi.." panggil Ical dari dalam mobilnya. Saat itu Avi sudah keluar kantor hendak berjalan menuju kosannya.
"Mas Ical.." Avi terkejut dengan kedatangan Ical.
"Vi, boleh kita bicara ?" tanya Ical yang sudah turun dari mobilnya.
"Sebenernya aku masih ada yang harus dikerjakan." Avi coba memberi alasan.
"Iya deh Mas. Kita cari tempat buat ngobrol." Avi pun menyuruh Ayu dan Linda pulang duluan ke kosan. Kemudian Avi naik ke mobil Ical.
"Kita sekalian makan Vi ?" tanya Ical.
"Gak deh Mas. Aku belum lapar. Kita ngopi aja." jawab Avi.
Ical memilih mengajak Avi ke sebuah coffee shop.
"Kita ngobrol disini aja ya Vi. Sekalian ngopi." kata Ical yang dibalas anggukan oleh Avi.
Ical memesan Cappucino untuknya dan Milkshake strawberry untuk Avi.
"Vi, kenapa kamu menghindari aku ? Apa kamu ragu demgan ucapanku beberapa minggu lalu ?" tanya Ical to the point.
"Maafin Avi Mas. Avi bingung dengan semuanya. Avi merasa semuanya terlalu cepat." Avi hanya menunduk tak berani menatap Ical.
"Aku serius dengan ucapanku Vi. Niat baik tak perlu ditunda - tunda kan ?" kata Ical.
"Tapi kita belum saling mengenal." Avi mulai mengangkat wajahnya menatap sekilas sosok tampan di hadapannya.
__ADS_1
"Makanya sekarang kita bisa mulai saling mengenal. Kamu mau kan ?" Ical menatap Avi lekat.
"Tapi aku gak mau pacaran." kata Avi lirih.
"Kita gak perlu pacaran. Yang penting kamu mau berkomitmen denganku. Kita saling mengenal sifat dan karakter masing - masing tanpa harus pacaran." kata Ical.
"Apa hal itu mungkin Mas ?" tanya Avi.
"Kenapa tidak ? Kita beri waktu selama beberapa bulan untuk saling mengenal sebelum kita memutuskan untuk menikah." jawab Ical.
"Menikah ? Bukankah kita masih muda ?" tanya Avi lagi.
"Gak ada larangan kan untuk menikah muda. Toh kita berdua sudah mampu baik secara materi maupun mental." kata Ical sambil tersenyum.
"Iya sih. Tapi kita tetap harus memberikan batas waktu untuk pengenalan." usul Avi.
"Boleh juga. Kita akan saling mengenal selama 3 bulan. Kalo kita cocok, kita akan menikah, kalo tidak kita cukup berteman." kata Ical.
"Setuju Mas. Tapi apa 3 bulan tidak terlalu cepat ?" Avi masih belum puas dengan usulan Ical.
"3 bulan hanya waktu untuk saling mengenal. Untuk waktu pernikahannya, kita obrolkan lagi kemudian. Gimana ?" tanya Ical.
"Oke deh Mas. Aku setuju." jawab Avi.
"Makasih ya calon istriku." Ucapan Ical membuat Avi tersipu malu.
"Sama - sama." Avi masih menundukkan kepalanya, menyembunyikan mukanya yang merah merona.
"Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menemui kedua orangtuaku." ucap Ical yang berhasil membuat Avi tersedak minumannya.
"Pelan - pelan dong Vi." Ical menyodorkan selembar tisu pada gadis pujaan hatinya itu.
"Apa yang harus aku lakukan kalo ketemu orang tua Mas Ical ? Apa mereka akan menerima aku yang hanya anak yatim piatu ?" berjuta pertanyaan melintas di pikiran Avi.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung