Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#61 Masa Lalu


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Insha Allah cerita ini akan update 1/2hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Hari itu Avi sedang sibuk di Cake Shop bersama Triple. Tiba - tiba ada kiriman bunga untuk dirinya.


"Maaf Bu. Ini ada bunga untuk bu Shavira." OB memberikan bunga pada Avi.


"Dari siapa Mas ?" tanya Avi.


"Saya gak tau bu. Tadi yang antar kurir. Gak ada nama pengirimnya juga." jawab sang OB.


"Ya sudah. Tolong taruh diatas meja tv aja." kata Avi.


Avi termenung menatap bunga mawar merah yang tertata rali dalam pot putih.


"Siapa yang kirim bunga buat aku ya ? Apa Mas Ical mau kasih kejutan ? Tapi gak biasanya dia kayak gini." Avi sibuk berpikir dalam hati.


"Aku harus bertanya pada Mas Ical." kata Avi dalam hati. Saat ini Ical sedang menemani klien ke percetakan.


"Assalamualaikum Bunda.. Kok melamun ?" sapa Ical yang sudah berdiri di samping Avi.


"Waalaikumsalam. Mas udah datang ?" Avi mencium tangan suaminya.


"Iya. Tapi kamunya malah ngelamun." kata Ical.


"Mas, kamu kirimin aku bunga ?" tanya Avi.


"Bunga ? Gak tuh." jawab Ical sambil mengambil minuman dari kulkas.


"Itu ada yang kirim aku bunga mawar." Avi menunjuk ke atas meja tv.


"Dari siapa ?" tanya Ical.


"Gak tau. Gak ada nama pengirimnya." jawab Avi.


"Hmmm.. Kira - kira siapa yang kirim ya ?" gumam Ical.


"Gimana dong Mas. Aku benar - benar gak tau siapa pengirimnya ?" tanya Avi.


"Biarin ajalah. Anggap saja buat penghias ruangan." jawab Ical.


"Iya." kata Avi singkat.


"Anak - anak mana ?" tanya Ical.


"Masih tidur di kamar." jawab Avi.


"Aku ke ruangan dulu ya." Ical mencium kening Avi sekilas.


"Nda.." Abi keluar dari kamar yang sengaja tidak Avi tutup pintunya.


"Solehnya Bunda udah bangun." Avi merentangkan tangan untuk memeluk Abi.


"Nda.. aus." kata Abi dengan suara cadelnya.

__ADS_1


"Iya sayang. Bunda ambilin air dulu ya. Abas sama Caca masih tidur ?" tanya Avi. Abi mengganggukkan kepalanya. Avi dan Ical selalu membiasakan mengajak ngobrol ketiga anaknya. Selain melatih kemanpuan bicaranya juga untuk selalu bersikap terbuka pad akedua orangtuanya. Avi lalu memberikan botol minum untuk Abi.


"Sambil duduk ya Nak minumnya." kata Avi.


Abi lalu naik ke sofa dan mulai minum.


"Udah ? Yuk kita lihat Abas dan Caca." ajak Avi.


Avi menggandeng tangan Abi menuju ke kamar. Dilihatnya Abas dan Caca masih tertidur pulas.


"Abi mau bobo lagi ?" tanya Avi. Abi menggeleng.


"Abi mau main ?" tanya Avi lagi.


"Au Nda." jawab Abi.


Avi lalu mengeluarkan lego dari plastik dan memberikannya pada Abi. Abi pun tampak anteng bermain lego.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sudah beberapa hari ini ada kiriman bunga untuk Avi. Mulai dari Bunga Mawar, Anggrek, Krisan dan Aster.


Avi sengaja tidak membawa pot bunga itu ke rumahnya karena dia belum tahu siapa pengirimnya.


Hingga hari ini ada kiriman pit bunga kaktus beserta surat untuk dirinya.


"Mas, kamu aja yang buka suratnya ya." Avi memberikan surat itu pada Ical.


"Kita baca bareng - bareng ya." Ical mengajak Avi untuk duduk di sofa.


**Assalamualaikum Shavira..


Tenang saja, saya bukan orang jahat. Saya juga tahu kamu sudah menikah dan memiliki anak. Saya buka pengagum kamu dan tidak berniat mengganggu rumah tanggamu.


Kalo kamu berkenan, saya ingin mengajak bertemu di kafe maestro sore ini jam 16.00. Kamu boleh ajak suami kamu. Saya ingin memperkenalkan diri saya pada kamu dan suamimu. Saya juga ingin membuktikan sendiri suati hal tentang diri kamu.


Saya akan menunggu kedatangan kamu sampai magrib tiba. Saya akan duduk di bangku pojok dekat jendela.


Sampai jumpa nanti sore.


Wassalamualaikum.


Ny. Nurul Ahmad. **


Ical menatap wajah Avi setelah selesai membacanya.


"Kita harus gimana Mas ?" tanya Avi.


"Kita datang kesana ya. Kita juga kan perlu tahu siapa nyonya Ahmad ini." jawab Ical.


"Iya Mas. Aku ngikut aja." kata Avi.


Sore harinya Avi dan Ical sudah bersiap untuk berangkat ke kafe maestro. Triplet sudah dititipkan pada Sissy dan Rio. Setengah jam perjalanan, mereka sampai di kafe yang dituju.


Avi mengikuti langkah Ical masuk ke dalam kafe dan mencari meja yang disebutkan di surat. Terlihat punggung sepasang lelaki dan perempuan.


"Assalamualaikum. Nyonya Ahmad ?" Ical dan Avi menyapa orang tersebut.


"Waalaikumsalam. Shavira ? Ya Allah dia benar anak Nuraida Bi." wanita berhijab itu menatap Avi dan lelaki di sampingnya bergantian.


"Maaf, Ibu dan Bapak siapa ya ?" tanya Avi ragu - ragu.

__ADS_1


"Kalian duduk dulu ya. Tapi sebelumnya apa boleh saya memeluk Shavira ?" Nyonya Nurul maju hendak memeluk Avi.


"Maaf Bu. Sebaiknya kita bicara dulu." Avi mundur satu langkah. Tampak Nyonya Nurul sedikit kecewa.


"Silahkan kalian duduk dulu." kata Lelaki itu.


"Terima kasih." Ical dan Avi duduk di hadapan kedua orang itu.


"Sebelumnya perkenalkan saya Ahmad dan ini istri saya Nurul." kata Ahmad.


"Saya Khalid dan ini istri saya Shavira. Kalo boleh tahu apa kalian mengenal istri saya ?" tanya Ical.


"Istri saya adalah kakak kandung dari Nuraida, Ibu Shavira." jawab Ahmad.


"Apa anda yakin ? Bahkan saya sendiri lupa dengan kedua orangtua saya. Mereka sudha meninggal saat saya masih kecil." Avi ragu dengan ucapan mereka.


"Sangat yakin. Saya punya foto Nuraida saat muda." Nurul menyodorkan beberapa lembar foto.


Avi mengambil foto itu dan terkejut menatapnya. Ical juga mengambil foto yang lain.


"Yang, ini mirip kamu ?" kata Ical.


"Iya Mas. Kok mirip sama aku ya. Tapi ini bukan foto aku." kata Avi.


"Ini foto siapa Bu ?" tanya Ical.


"Ini foto Nuraida, adik bungsu saya, biasa dipanggil Nura. Yang ini foto saya waktu muda dulu." Nurul menunjuk wajah di foto itu.


"Tapi seingat saya Ibu namanya Ida." kata Avi.


"Mungkin dia merubah panggilannya. Nama Ayah kamu Ismail kan ?" tanya Nurul.


"Kok Ibu tahu ?" Avi balik bertanya.


"Karena memang mereka adik saya." jawab Nurul dengan mata berkaca - kaca.


"Jadi Ibu benar Tante saya ? Kenapa bisa menemukan saya ?" tanya Avi.


"Benar. Saya tante kamu. Tepatnya orang minang bilang Mak tuo." jawab Nurul yang sudah berdiri dan bersiap memeluk Avi.


"Maafkan Avi sempat meragukan mak tuo." kata Avi yang langsung memeluk Nurul.


"Tak apa Nak. Mak tuo maklum. Mak tuo lega kita akhirnya bertemu dan saling kenal." Nurul mengusap kepala Avi.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2