
#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Insha Allah cerita ini akan update 1/2hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #
Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!
Selamat Membaca πππ
...***...
Usia baby Triplet dan si kembar jilid 2 udah 3 bulan. Berdasarkan kesepakatan bersama diantara Geng Pelangi dan anak serta menantu perempuan mereka, Akhirnya Hana, Vanya, Avi dan Aca sekarang memegang Cake shop Pelangi menggantikan Sissy dan ketiga sahabatnya. Sedangkan Kinan masih sibuk oleh profesinya sebagai dokter di sumatra. Para anak dari Geng Pelangi sudah bersepakat bahwa Cake Shop itu akan dikelola bersama - sama dan tetap akan diberikan 'gaji' bulanan untuk ibu mereka.
"Bun, Titip anak - anak dulu ya." kata Aca sambil mencium tangan dan pipi sang Bunda.
"Iya kalian urus dulu saja Cake Shop nya. " kata Sissy.
Hari ini mereka dititipkan oleh Ibu mereka di rumah Omanya.
"Ini pembukuannya udah rapi semua kak." kata Avi yang sedang mengecek pembukuan cake shop itu.
"Iya dong. Kan mereka merekrut staf profesional." kata Hana.
"Jadi rencana buka cabang itu jadi kan ?" tanya Aca.
"Jadi dong. Bu direktur udah setuju tuh." Vanya melirik pada Hana, kakak iparnya.
"Oke. Kita siapkan dulu kontrak dan pembayarannya." kata Avi mencoba bersikap profesional.
"Kalem aja Vi. Kita santai tapi tetap profesional." Aca menyikut lengan Avi.
"Iya Vi. Jangan terlalu kaku lah. Kita ini sodara loh. Kamu kan iparnya kakak ipar aku." sindir Vanya.
"Iya Van. Maaf aku belum terbiasa aja." Avi memberikan alasan.
"Iya dek. Dia kayak aku dulu ya. Agak kaku." Hana membela Avi.
"Hehehe. Iya. Kak Hana dulu kaku juga kayak Avi." kata Vanya.
"Ya udah deh. Kita mau lihat ruko buat cabang cake shop ya." pamit Aca.
"Kalian berdua aja ?" tanya Hana.
"Enggak Kak. Ical udah otw jemput." jawab Aca.
"Ooh.. Kirain mau naik taksi online. Soalnya tadi kan berangkatnya bareng kita." kata Hana lagi.
"Pamit dulu Kak, Van. Assalamualaikum." pamit Avi.
Pas banget ketika keduanya sampai di lobby, Ical juga sudah sampai di depan Cake Shop.
"Kita langsung ?" tanya Ical.
"Iya langsung aja Cal. Keburu siang." kata Aca.
Avi dan Aca bekerjasama dengan Cintya berencana membuka cabang dari Cake Shop Pelangi di dekat rumah mereka. Kebetulan Ical dan Revan sudah membeli sebuah ruko berlantai 3. Rencananya Mereka akan membuka Recall Advertising di lantai 2 dan Cake Shop Pelangi di lantai dasarnya. Sedangkan lantai 3 untuk kantor dan tempat istirahat sementara sang pemilik.
"Wah.. Besar juga ya Rukonya." komentar Aca saat mereka tiba di ruko yang dimaksud.
"Lantai bawah buat Cake Shop kalian, lantai 2 buat Recall, lantai 3 buat kantor dan ruang istirahat." Ical menjelaskan.
__ADS_1
"Dapurnya cukup gak ini Vi ?" tanya Aca.
"Cukuplah Ca. Kan sebagian kuenya dibuat di pusat." kata Avi.
"Iya juga ya. Jadi gak sabar pengen segera buka." kata Aca.
"Eh.. Cintya belum sampai ya ?" Avi mencari sekeliling ruangan.
"Bentar lagi kayaknya. Sabar aja." kata Ical.
"Jadi ini kapan selesainya ?" tanya Aca.
"Bangunan dan ruangan udah beres. Tinggal ngisi barang aja." kata Ical.
"Kalo gitu, nanti aku kontak kak Hana buat pesen perlengkapan dapurnya." kata Aca.
"Iya. Lebih cepat lebih baik." kata Avi.
"Hai semua. Maaf ya lama." Cintya yang masuk bersama Revan suaminya.
"Kita juga baru datang kok Cin." kata Avi.
"Perut udah besar banget nih. Kapan HPL nya ?" tanya Aca.
"Udah masuk bulannya. HPL minggu depan." jawab Cintya.
"Aduh.. Gak sabar ya lihat Baby boy." Avi mengusap perut buncit Cintya.
"Wah.. Cowok ya. Makin banyak temen deh Adam." Aca terlihat antusias.
"Iya. Nanti anak - anak kita akan sekolah bareng." Cintya ikut menimpali.
"Belum - belum udah punya geng sendiri. Hehehe. Lucu juga ngebayanginnya." kata Avi.
"Ngapain Mas ?" Avi balik bertanya.
"Diatas ada sofa. Jadi kita bisa ngobrol sambil duduk." kata Ical.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih. Kan pegel juga ya." protes Aca.
"Kamu kuat kan Cin ? Lantai berapa Mas ?" tanya Avi setelah melihat Cintya mengangguk.
"Lantai 2 kok. Udah aku turunin dulu untuk sementara. Aku juga udah pesan makanan dan minuman." jawab Ical.
"Asyik. Tau aja aku lagi lapar." sahut Aca.
"Maklumlah dikelilingi bumil dan busui." Revan ikut bersuara.
Sampai di lantai 2 ada sofa dan meja yang tertata di ruangan yang masih kosong.
"Ada percetakannya juga ya Mas ?" tanya Avi menunjuk pada ruangan kantor Recall Advertising.
"Iya. Manfaatin ruangan yang luas juga." jawab Ical.
"Trus ini ruangan apa ? Kok sofanya banyak ?" tanya Cintya pada suaminya.
"Ini buat lobby Recall. Sofanya sebagian nanti dibawa ke atas." jawab Revan.
"Diatas ada ruangan apa aja Mas ?" tanya Avi.
__ADS_1
"Diatas ada kantor aku sama Revan. Terus sebelahnya kantor kalian. Trus di bagian belakang ada ruang istirahat karyawan, ruang istirahat keluarga kita dan kamar penjaga." Ical menjelaskan.
"Jadi pengen lihat. Boleh gak ?" Aca penasaran dengan penjelasan Ical.
"Boleh dong. Yuk kita keatas." ajak Ical.
"Kamu mau ikut Beb ?" tanya Revan pada Cintya.
"Gak deh Beb. Aku nunggu makanan datang aja." tolak Cintya yang sudah mulai sesak nafasnya.
Revan menyusul Ical, Avi dan Aca yang sudah terlebih dulu naik ke lantai 3.
"Emang besar banget ya ruangannya." kata Aca.
"Iya dong. Ini ruang karyawan sengaja aku buat paling besar juga. Karyawanku dan karyawan kalian akan bergabung jadi satu." kata Ical.
"Tapi ruangan buat cowok sama cewek dipisah ya Mas." Avi mengingatkan.
"Oh iya ya. Aku sampai lupa. Nanti biar disekat aja deh." Ical mencatat koreksinya.
"Cal, jangan lupa bikin mushola juga." Aca menambahkan.
"Mushola sih udah ada. Lengkap sama tempat wudhu dan kamar mandi." kata Ical.
"Baguslah. Berarti kita tinggal nyekat ruang istirahat. Nanti bakal banyak karyawan cowok atau cewek ya ?" tanya Revan.
"Cake Shop banyak cewek. Kemungkinan karyawan kita 5 cewek, 2 cowok." jawab Aca.
"Bikin imbang aja. Kan karyawan Recall banyak cowoknya. Kita juga cuma punya 5 staf kantor dan 4 staf percetakan." kata Revan.
"Iya deh. Kamar buat yang jaga kan beda lagi." Ical menambahkan.
"Ada satpamnya ?" tanya Avi.
"Bukan. Cuma ada satu atau dua karyawan yang nginep disini. Sekalian jaga kantor." jawab Ical.
"Ooh.." kata kedua perempuan itu kompak.
Keempatnya lalu turun lagi ke lantai 2.
"Loh.. Makanannya udah datang ?" tanya Aca.
"Baru aja datang. Aku amu manggil kalian, eh.. Udah keburu turun." Cintya sedang mengeluarkan makanan dari bungkusannya.
"Ayo.. Sikat. Udah lapar nih." kata Ical.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung