Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#48 Positif +


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...*****...


Saat jam istirahat, Avi menuju ke apotek untuk membeli tespek dan juga obat sakit kepala.


Avi belum memakai tespek nya karena menurut pegawai apotek sebaiknya dipakai saat buang air kecil pertama di pagi hari.


"Mbak, kok makannya cuma dikit sih ?" tanya Ayu saat mereka makan siang.


"Gak nafsu Yu. Malah pengen beli es dawet deh. Kayaknya seger." jawab Avi.


"Wah.. Jangan - jangan lagi ngidam Mbak." tebak Ayu.


"Aamiin. Semoga aja." kata Avi.


"Aamiin." Ayu ikut mengaminkan.


Pulang dari kantor, Ical sudah menunggunya di parkiran.


"Mau makan dulu atau langsung pulang ?" tanya Ical.


"Pulang tapi bungkus makanan dulu." jawab Avi.


"Mau makan apa ?" tanya Ical lagi.


"Pengen nasi padang lauk rendang deh. Enak kayaknya. Tapi nanti beli kebab juga. Pengen martabak juga." jawab Avi.


"Itu lapar apa doyan ?" ledek Ical.


"Pengen aja Mas. Boleh ya." Avi coba merayu sang suami.


"Iya Boleh." Ical mengusap kepala Avi sambil tersenyum.


Akhirnya mereka membungkus semua makanan yang tadi diinginkan Avi. Tak lupa ditambah gorengan yang kebetulan jualan di dekat gerobak martabak.


Sampai di rumah, Avi langsung membuka semua makanan dna menyimpannya dalam piring.


"Yang, Kita magrib dulu. Abis itu baru makan." Ical menghentikan Avi yang hendak mencomot martabak.


"Iya Mas." Avi pun mengurungkan niatnya dan masuk ke kamar untuk bersiap shalat magrib.


Ical sudah membersihkan diri terlebih dahulu dan pamit hendak menuju masjid untuk shalat berjamaah.


"Nanti makannya nunggu aku ya." pesan Ical sebelum pergi ke masjid. Avi hanya mengangguk sambil sedikit cemberut.


Selesai shalat magrib, Avi menunggu Ical sambil memakan gorengan yang tadi dibelinya.


"Asaalamualaikum." Ical masuk rumah dan memberi salam.


"Waalaikumsalam. Kok lama sih Mas ?" tanya Avi.


"Cuma bentar kok. Aku habis shalat langsung pulang. Kenapa Sayang ?" Ical mencium kening Avi.


"Udah laper." jawab Avi sambil merajuk.

__ADS_1


"Ya ampun Yang. Ini gorengan udah hampir habis loh." kata Ical sambil menunjuk piring gorengan.


"Tapi masih laper. Makan yuk." ajak Avi tak sabar.


"Iya. Pelan - pelan Sayang." Ical mengingatkan Avi yang tak sabar membuka bungkus nasi padangnya.


Mereka pun menikmati makanan tanpa obrolan. Ical semakin heran dengan tingkah Avi yang makan dengan rakus.


"Alhamdulilah kenyang." kata Avi sambil melipat bungkus bekas nasi padangnya.


"Habis Yang ? Martabak sama Kebabnya gimana ?" tanya Ical.


"Nanti kalo lapar lagi aku makan. Kalo gak ya buat besok aja." jawab Avi santai.


"Iya deh. Terserah kamu." kata Ical.


Ical mulai meyakini ada sesuatu dengan Avi.


"Apa Avi sedang hamil ya ? Bentuk tubuh Avi juga sedikit berubah." gumam Ical dalam hati.


Avi dan Ical menghabiskan malam itu dengan menonton film.


"Mas, Aku kok lapar lagi ya ?" kata Avi pada suaminya.


"Yang, ini udah jam sepuluh loh. Kamu yakin kau makan ?" tanya Ical.


"Emang gak boleh ya ?" Avi balik bertanya.


"Boleh. Tapi kamu gak takut gemuk ?" Ical berkata dengan hati - hati.


"Kalau aku gemuk, kamu gak suka ?" Lagi - lagi Avi membalikkan ucapan Ical.


"Mau kamu gemuk atau kurus, aku akan tetap cinta sama kamu." Ical mengecup lembut kedua pipi dan kening Avi.


"Iya. Kamu mau apa ? Martabak atau Kebab ?" tanya Ical.


"Kebab aja." Jawab Avi.


"Aku hangatin dulu ya." Ical pun menghangatkan Kebab dan Martabak ke dalam microwave.


Ical sengaja menghangatkan keduanya karena takut Avi tak kenyang hanya memakan kebab saja.


"Mas, aku suapin ya." Avi menyodorkan Kebab di depan mulut Ical.


"Buat kamu aja Yang." tolak Ical.


"Gak, kamu juga harus makan." kata Avi.


"Iya deh. Sesuap aja." kata Ical.


Sisanya dihabiskan oleh Avi dengan lahap. Ical hanya memandangi sang istri yang melahap habis makanannya.


"Udah kenyang ?" tanya Ical sambil mengelap sisa saus di sudut bibir Avi.


"Belum. Hehehe. Kita tidur aja deh." jawab Avi.


"Nih, kalo belum kenyang." Ical menyodorkan sepiring martabak telor.


"Makasih sayang." Avi menyomot dua buah martabak.

__ADS_1


"Udah yuk. Kita ke kamar." ajak Ical sebelum sang istri mencari makanan yang lain lagi.


Avi menyimpan sisa martabak dalam lemari makan. Lalu mengikuti sang suami ke kamar.


Menjelang shalat subuh, Avi terbangun lebih dulu. Perutnya terasa begah karena terlalu banyak makan semalam.


"Mas, bangun.. Udah mau subuh." Abi mengguncang tubuh Ical.


"Hhmm..." Ical menggeliat dan mengerjapkan matanya.


Ical menuju ke kamar mandi dan bersiap untuk shalat subuh berjamaah di masjid.


Setelah Ical pergi, Avi segera mengambil tespek dan memakainya sesuai petunjuk di kemasan.


Avi menunggu hasilnya dengan cemas. Tak lama terlihat dua garis disana yang menandakan dirinya sedang hamil. Avi mengambil satu tespek lagi, dan hasilnya juga sama.


Avi segera mengambil wudhu dan shalat subuh sambil mengucap syukur dalam hati.


Avi masih mengucap syukur sambil menangis bahagia setelah shalat saat Ical datang.


"Sayang, kenapa kamu nangis ?" tanya Ical yang bergegas menghampiri Avi.


"Mas.. Alhamdulilah.. Aku hamil." kata Avi.


"Alhamdulilah. Kamu serius sayang ?" Ical menatap sang istri dengan penuh cinta.


"Iya Mas. Ini." Avi memberikan 2 tespek yang sudah dipakainya.


"Alhamdulilah. Kita akan jadi orangtua." Ical memeluk Avi.


"Pantesan kemarin aku makannya banyak banget ya Mas." kata Avi masih dalam pelukan Ical.


"Itu kan makan buat berdua. Tapi aku udah mengira sih kalo kamu hamil." kata Ical.


"Kok bisa ?" Avi melepas pelukannya dna menatap sang suami.


"Badan kamu berubah. Jadi lebih seksi." biskk Ical.


"Iih.. gombal kamu Mas." Avi memukul lengan Ical pelan.


"Hari ini kamu ijin ke kantor ya. Kita periksa ke dokter." kata Ical.


"Iya." jawab Avi.


Mereka pun kembali berpelukan untuk meluapkan kebahagiaan.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2