Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 10.


__ADS_3

Di markas white lion seorang pria berambut putih sedang duduk di kursi kebesarannya, jarinya mengapit cerutunya. Pria itu tampak angkuh dia sedang menunggu kedatangan seseorang.


Tok...tok...tok...


"Ya, masuk!" suruh Pria itu. Ya, dia bernam Felix, ayah dari Rey tepatnya ketua White lion.


Setelah mendapat jawaban dari Felix, anak buah itu membuka pintu lalu mempersilakan dua orang pria itu masuk, " Silakan, tuan." Seraya membungkukkan badannya.


Usai mempersilakan Louis dan Andre masuk, anak buah Felix pun kembali ke depan markas untuk berjaga-jaga lagi.


"Holla...tuan Louis, apakabar?" sapa Felix. Ia berdiri dari kursi menyambut hangat kedatangan Louis dan Andre. Pria tua itu melebarkan kedua tangannya.


Louis melebarkan tangannya juga menyambut pelukan hangat dari Felix," Baik. Tuan apakabar?" sapanya lagi.


"Aku baik," jawab Felix.


Kemudian keduanya melepas peluka. Felix beralih menatap Andre, "Tuan Andre?" Seraya memeluk Andre.


"Panggil saja Andre, tuan," sahut Andre merasa tidak enak. Karena, jika dinilai dari umur Felix lebih tua. Dan Felix adalah teman baik ayah dari Louis meskipun ayah Louis sudah meninggal kerjasama dan persahabatan Felix masih berlanjut ke anaknya yaitu Louis.


"Silakan duduk," suruh Felix.


"Terima kasih." jawab Lousi dan Andre. Keduanya pun duduk di sofa yang ada diruangan itu. Felix pun duduk di sofa bersama Louis dan Andre.


"Hmmm... Bagaimana tuan Louis? Aku tau kau tidak sembarang mengunjungiku jika tidak ada hal yang penting." Felix meraih alat pembuka tutup botol namun dengan cepat diambil alih oleh Andre, "Maaf tuan izinkan saya yang membukanya,"

__ADS_1


Felix pun memberikan alat pembuka botol kepada Andre," Terima kasih." ucapnya.


"Sama-sama, tuan." balas Andre.


Louis menyulutkan cerutunya, " Aku kesini karena aku butuh bantuan dari tuan. Aku yakin dengan bantuan tuan semua pasti berjalan lancar." jawab Louis seraya menarik cerutunya.


"Katakan, aku pasti membantu anda, tuan Louis." sahut Felix.


Louis tersenyum, dia merasa tidak enak karena sebelumnya Felix sudah menolak wanita itu bagaimana jika dia mengatakan nama gadis itu dan Felix pun tidak setuju? Lama terdiam, Ketiganya masih tenggelam bersama pikiran mereka masing-masing.


Louis menghela napas lalu membuang debu cerutu kedalam asbak yang tersedia diata meja.


"Tuan, aku tau anda mengenal baik dengan ketua The mafia, bukan?" tanya Louis.


"Ya." sahut Louis.


"Tentu. Dia sahabat lama saya sama seperti persahabatan aku dan ayahmu." Felix menarik cerutunya lagi lalu mengepulkan asap putih itu keluar dari hidungnya. " Karena persahabatan itu aku pernah menjodohkan putrinya dengan putraku namun aku melihat gadis itu sama sekali tidak cantik. Ayahnya juga mengasingkan dia, ya memang semua kekayaan Rayani jatuh ditangan gadis itu tapi menikahi gadis jelek untuk apa?" Felix menaikkan satu sudut bibirnya sembari menggelengkan kepalanya.


"Tapi aku mau menjadikan dia istriku," sela Louis.


Karena ucapan dari Louis, membuat Andre salah menuang wine ke atas meja bukan ke dalam cangkir.


"Maaf." ucap Andre cepat.


"Tidak masalah mungkin anda kaget dengan ucap tuan Louis begitu juga dengan aku," Felix tertawa renyah. Lalu, ia menatap Louis.

__ADS_1


"Tuan Louis anda tidak sedang bercanda 'kan? Jika anda memang serius ingin menikah aku bisa mencarikan wanita yang cantik untuk anda. Aku juga dengar anda memiliki banyak simpanan wanita, dan salah satunya Amelia. Dan asal anda tau wajahmu yang tampan ini membuat istriku selalu memujamu di depan aku. Lalu, mengapa kau memilih gadis jelek itu?" Felix menggeleng. Dia tidak percaya seorang Louis mau nikahi gadis jelek? Sementara Amelia gadis pekerja malam yang dengan suka rela tinggal bersam Louis tanpa ikatan pernikahan padahal banyak mafia yang tergila-gila pada Amelia dan berjanji akan menikahi dia jika Amelia berani meninggalkan Loius. Nyatanya Amelia tetap bertahan dimansion Louis.


"Hanya sedikit perkawinan yang dilakukan atas keinginan hati," sahut Louis. Suaranya pelan hampir saja tidak kedengaran


"Tapi aku tau kau pria bebas. Amelia itu sangat cantik banyak mafia yang menginginkan gadis itu. Ya...benar latar belakangnya memang buruk tapi whatever sebagai teman ranjang?" sela Felix.


Louis mengangkat bahunya, " Selalu ada wanita-wanita seperti Amelia."


Felix terdiam sesaat, dia sekarang paham tujuan Louis, " Baiklah jika kau menginginkan gadis itu aku akan membantumu. Tapi, kau tau gadis itu sangat hebat dan arogan bagaimana dia bisa menerima kau sebagai suaminya?" Felix benar Leoni tidak mengkin menerima Louis mengingat keduanya sering terlibat saling serang.


"Karena itu aku butuh bantuan dari tuan," mohon Louis.


"Dia memiliki tujuh markas di Spanyol dan dia juga memilik banyak kolega serta banyak anak buah. aku pikir tidak masalah berwajah jelek. Karena yang aku butuhkan bukan perasaan cinta tapi kedamaian." sambung Loius lagi.


"Baiklah. Malam ini aku akan kerahkan anak buahku untuk membantu kau. Dan aku tau siapa yang harus di manfaatkan disini untuk mendapatkan Leoni." Felix menggerakkan cangkirnya cairan berwarna merah itu bergerak di dalamcangkir itu, " Aku pastikan besok kau sudah menikahi gadis itu," janji Felix.


Louis tersenyum, dia mengeluarkan satu amplop berwarna coklat dari dalam mantelnya. Amplop itu berisi perjanjian Louis. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu meletakkan amplop diatas meja, " Tuan silakan tanda tangan jika besok saya menikahi gadis itu maka satu proyek properti yang sedang dikerjakan akan menjadi milik tuan." janji Louis.


"Wah...ternyata kau semakin hebat Louis. Ayahmu pasti sangat bangga melihat kau dari sana." Sebelum tanda tangan Felix membaca isi perjanjian itu lalu ia pun mulai menandatangani surat perjanjian yang dibuat Lousi itu. Usai tanda tangan Louis menyerahkan satu lembar untuk Felix dan satu lembar untuk dirinya.


"Terim kasih, tuan." ucap Louis.


"Sama-sama, tuan Louis." balas Felix.


♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2