Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 56.


__ADS_3

"Suamiku, kau benaran akan menyerang, White Lion?" Leoni tersenyum sinis. Wanita itu tidak yakin dengan rencana Louis.


"Ya. Lalu apalagi yang harus aku lakukan? Diam? Membiarkan dia menghina isteriku seenaknya?" Louis mengepal.


Leoni terperanjat, "Lalu Apakah kau sendiri juga akan ikut menyerang melawan Rey, White lion? Berapa banyak anak buah yang kau miliki? Membalas perbuatan jahat seseorang tidak harus mengunakan senjata." Leoni berdiri dari tepi ranjang lalu ia berjalan ke arah meja rias. Wanita itu duduk di kursi menghadap ke arah kaca meja rias untuk merapikan rambutnya. Dia mengangkat rambutnya ke atas lalu mengikatnya asal, Cepol. memamerkan leher jenjangnya.


Louis membelalak, " Aku tidak mengutus anak buahku sendiri melawan musuh. Aku yang memimpin semua gerakan seperti yang selalu ku lakukan. Emang kenapa kalau melawan White lion? Karena, dia memiliki banyak anak buah atau karena Felix dan Rey? Kau terlalu menyepelekan kekuatan suamimu ini Leoni." Mafia itu tidak terima di anggap remeh Leoni.


Louis juga beranjak dari tepi ranjang lalu berjalan menuju meja rias. Pria itu melingkarkan tangannya di leher Leoni. Ia menunduk lalu mengecup leher putih mulus milik istrinya, tidak hanya mengecup pria itu pun menempelkan bibirnya di leher jenjang Leoni, " Baru saja bangun kau mulai menggoda lagi,hmm?"Louis berbisik di telinga Leoni.


Leoni menggigit bibir bawahnya, "Aku tidak meremehkan dirimu tapi aku hanya mengingatkan dirimu saja. Hati-hati karena mereka salah satu kelompok yang cukup kuat di daratan Eropa ini. Aku sering mengalami kesulitan melawan mereka." Leoni mengusap punggung tangan Louis. Sengaja menahan pria itu tidak menggoda dia lebih.


Ekspresi Louis merenung, " Aku sudah sering melawan kelompok-kelompok terkuat di Eropa, termasuk ayahmu. Aku bisa menyerang kelompok manapun jika aku merasa terganggu, dengan cara apapun akan aku lakukan. Aku akan melindungi apa yang menjadi milikku. Dan aku akan merebut apa yang menjadi hakku, Aku harap kau mengerti maksudku," sahut Louis ia menempelkan dagunya di bahu Leoni. Menatap wajah istrinya lewat pantulan cermin di meja rias. Matanya sama sekali tidak berkedip menikmati keindahan yang ada di pantulan cermin itu.


"Tapi aku tetap mengkwatirkan dirimu. Jika kau mengizinkan, aku bisa membantu dirimu." tawar Leoni.

__ADS_1


"Aku harus mengambil resiko dan mungkin akan kehilangan anak buahku. Tetapi, aku tidak membuang waktu dan membiarkan Rey bebas dengan aman di luar sana. Dia akan tahu siapa Louis jika dia sudah berani menyentuh istriku. Untuk saat ini percaya saja dengan suamimu ini." Louis tersenyum dia melepaskan ikat rambut Leoni sengaja membiarkan rambut itu tergerai lagi.


"Kalau begitu lupakan menyerang Rey."Saran Leoni serius.


"Fokus dengan masalah Aditya."lanjut Leoni lagi.


"Dan aku membiarkan harga diriku di injak? Andre pun pasti akan marah mendengar Nyonya Mansion Black Wolf di serang Rey." Louis melepaskan tangannya dari leher Leoni. Ia berjalan ke arah kursi dekat perapian lalu mendudukkan pantatnya di kursi itu, dia pun memunggungi Leoni.


Louis menengadah, "Argh...mengapa aku harus berbicara denganmu?" Louis memijit keningnya karena menurut dia sama saja menceritakan masalahnya dengan Leoni. Wanita itu justru menyarankan untuk berhenti menyerang lawan. Louis bukan pria yang mudah menyerah begitu saja.


"Apakah kau tidak ingin menjawab ku, Suamiku?"


"Oh..." dengus Leoni.


"Aku ragu tentang itu. Kau tahu resikonya tapi kau..."

__ADS_1


"Sayangku... sebaiknya kembalilah ke ranjang dan tidur lagi. Kau sama saja tidak membantu aku." Ia menyela ucapan Leoni.


Louis sangat kesal. Karena Leoni bukan mendukung dirinya tetapi ia malah meminta Louis menghentikan rencana menyerang white lion.


Leoni membiarkan Louis merajuk sebentar, lalu melanjutkan. " Apakah kau tahu resikonya kehilangan banyak anak buah. Kau harus membiayai hidup keluarganya hingga anak-anaknya menjadi orang sukses." tanya Leoni.


Leoni mengira Louis tidak bersedia menjawab, karena pria itu memunggunginya.


"Pria keras kepala," batin Leoni.


"Pertanyaan bodoh macam ini?" sahut Louis ketus.


"Aku tidak akan miskin membiayai hidup keluarga mereka." lanjut Louis lagi.


"Aku tahu kau kaya raya. Tapi maksudku..."

__ADS_1


Louis berputar, wajahnya berkerut, "Jika tidak menyerang mereka apa kau akan melakukan dengan meracuni mereka? Si""al, aku lupa kau mafia berdarah dingin. Kau selalu menggunakan racun untuk menyerang musuhmu." Louis menaikkan sudut bibirnya.


Memang benar yang dikatakan Louis. Meskipun Leoni wanita dia sangat licik. Mafia cantik itu sering menggunakan cairan untuk menghabiskan musuhnya.


__ADS_2