
Leoni menunduk untuk melepas sandalnya. Lalu tahu bahwa ia tidak bisa menanggalkan pakaian tipisnya, tidak dengan Louis berdiri di sana sambil mengawasi, Leoni melipat tangan dan berdiri diam ia menundukan kepala karena merasa malu dengan keadaan dirinya saat ini, wanita itu mengalihkan pandangannya dari tatapan Louis.
Louis dengan lembut melepaskan pita yang menempel di rambut Leoni lalu ia meraih kepang rambut Leoni dan menggeraikannya. Membiarkan rambut pirang keemasan itu tergerai hingga ke pinggang ramping Leoni. Louis sangat senang melihat Leoni menggerai rambutnya. Dengan cepat Louis melepaskan pakaian tipis Leoni dan melemparkannya ke samping. Sebelum Leoni sempat memprotes, Louis menangkup wajah Leoni dengan tangannya yang besar lalu memaksa Leoni mendongak.
"Leoni aku belum meminta maaf atas kejadian di mansion Red Tiger. Aku melakukannaya sekarang, maafkan aku atas sikap kekanak-kanakku terkadang aku tidak bisa mengontrol diri jika itu mengenai dirimu. Jika kau ingin tahu perasaanku yang sesungguhnya, sungguh aku benar-benar takut kehilanganmu. Jangan marah lagi padaku soal itu," sorot mata Louis menatap dalam bola mata abu-abu milik Leoni.
Leoni begitu terkejut wanita itu tidak bisa berkata-kata. Karena awalnya ia pikir Louis akan meminta maaf atas kesalahannya yang lain namun ia justru meminta maaf atas kejadian di mansion red Tiger. Leoni hendak berbicara tetapi Louis tidak menginginkan jawaban, ia ingin amarah Leoni reda, dan ia sangat ingin Leoni menginginkan dirinya.
Louis menunduk dan menci"""um Leoni, dengan lembut pada awalnya, lalu ketika Leoni mulai meresponnya, Louis semakin bergair""""ah ia semakin memperdalam ciu""mannya. Akhirnya Leoni meng"""erang. Sadar bahwa istrinya sudah menginginkan dirinya Louis menggendong istrinya ke tengah-tengah ranjang dan membaringkan Leoni dengan lembut mafia itu pun berbaring di samping Leoni, mendekap Leoni erat-erat. Leoni melupakan semua hal lain dan luluh dalam pelukan Louis, ia tersenyum dan kali ini Louis melihat senyum termanis yang terukir di bibir cantik istrinya, Rona bahagia terpancar nyata di wajah Leoni, ia bahagia dalam cinta suaminya. Louis mengecup kening Leoni berkali-kali mengisi jemari kurus itu dengan jemarinya. Louis merasakan waktu pun ikut berhenti mendukung apa yang mereka lakukan di malam sepi ini.
💜💜💜
Bulan mengintip dari balik awan yang bergerak begitu cepat, sementara angin meniup tembok menandakan musim dingin akan berakhir berganti musim panas. Suara keributan anak buah menajga mansion terdengar hingga di telinga Louis.
__ADS_1
Louis sudah bangun sejak tadi pria itu tidak bisa tidur dengan nyenyak. Louis mondar mandir di depan perapian lampu tidur yang menyala di meja memantulkan bayangannya ke dinding kamar. Louis melihat ke arah jam yang menempel di dinding kamar ia menghela napas masih ada tiga jam sebelum fajar, saat ia harus memutuskan...
"Suamiku..." Leoni yang sejak tadi mengamati kegelisahan suaminya akhirnya memberanikan diri untuk bersuara. Ia tahu suaminya sedang dalam kesulitan tapi dia tidak tahu kesulitan seperti apa yang di alami Louis.
Mendengar suara istrinya Louis berbalik menghadap ke arah ranjang. Leoni tidak menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Louis melihat Leoni meringkuk menyamping menghadap ke arahnya, tatapan Leoni menatap Louis penuh cemas Louis bisa melihat itu dari sorot mata abu-abu itu.
"Aku tidak bermaksud mengganggumu, Leoni. Tidurlah lagi kau masih kelelahan." Louis menatap dalam istrinya dia tau dia membangunkan Leoni karena bunyi langkah kakinya yang sedari tadi ia mondar mandir di kamar.
"Banyak yang harus ku pikirkan," lanjut Louis lagi. Ia berjalan ke arah ranjang mendudukkan pantatnya di tepi ranjang., pria itu menghela napas berat Leoni bisa merasakan kecemasan Louis saat itu.
Leoni masih berbaring menarik selimut menutupi tubuhnya matanya menuntun sang suami untuk berbagi dengannya. Louis mengerti dengan tatapan Leoni ia mende""sah lelah. "Tidak ada hubungannya denganmu." Louis mengusap lembut rambut Leoni lalu ia menunduk mendaratkan satu kecupan lembut di kening Leoni, sudut bibirnya tertati mengukir senyum manis untuk sang istri. Louis mencoba meyakinkan Leoni namun Louis lupa bahwa Leoni adalah mafia yang di perhitungkan di daratan Eropa.
Leoni mengangkat matanya menatap Louis, "Mungkin kau bisa menceritakan apa yang menggangumu, suamiku. Rasanya tidak akan terlalu mengerikan." Leoni masih belum menyerah .esmiou. sudah berkali-kali Louis meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja.
__ADS_1
Tatapan Louis terpaku pada Leoni dan menggeleng tidak sabar, "Kau mengira ada solusi mudah untuk segala hal?" batin Louis.
"Suamiku..."lirih Leoni.
"Ya ada apa?" sahutan yang di rasakan Leoni penuh kecemasan.
Leoni terlihat begitu kecewa ketika jawaban Louis seperti keberatan untuk berbagi. Karena yang ia lihat di mansion Paman Roy selalu berbagi apapun dengan bibi Gresya kecuali bertarung melawan musuh. Maknya Leoni berpikir Louis lun harus berbagi cerita dengan dia, istrinya.
"Tidak ada yang tidak bisa diceritakan seorang pria kepada istrinya, kecuali pria itu tidak percaya___"
Lousi mengerjap. Dia tidak ingin bertengkar dengan Leoni lagi.
"Baiklah." Louis cepat-cepat menjawab. Ia menyela ucapan Leoni sebelum wanita itu meneruskan perkataan yang horor di telinganya.
__ADS_1