Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 36.


__ADS_3

Drthhh...


Ponsel Louis bergetar, Pria itu mengerjap, ia menyibak selimutnya perlahan agar tidak membangunkan istrinya. Louis duduk di tepi ranjang bibirnya mengulas senyum saat matanya memandang pakaiannya dan Leoni berserakan di lantai.


Kemudian ia kembali fokus ke ponselnya tangannya mulai menggeser layar ponsel, ternyata pesan dari Andre.


"Kau ingin menghukum atau aku saja yang mewakili? Dia sudah di markas, jika kau ingin membunuh dia, kita harus berangkat sekarang. Sebelum mentari terbit," Louis membaca chat dari Andre.


"Baiklah..siapkan alat-alatku. Pagi ini aku belum memanggil malaikat pencabut nyawanya tetapi aku masih ingin bermain-main dengannya." balas Louis.


Beberapa hari lalu Louis tidak berada di mansion karena dia sibuk mencari pria itu. Louis mendengar sendiri dari Felix bahwa pria itu sering membantu ibu tiri Leoni, Vanessa untuk menyiksa Leoni waktu istrinya itu masih kecil. Pria itu juga pernah melukai Leoni waktu ia menolak lamaran dari Putra Felix, Rey.


"Maafkan aku, sayang. Dia harus segera dibereskan karena aku tidak ingin nyawa kamu dan anak kita terancam jika aku membiarkan dia hidup." gumam Louis.


Louis mengusap kasar wajahnya, ia memandangi istrinya yang tidurnya tengkurap dari mereka bertempur hingga pagi pukul setengah empat pagi Leoni masih di posisi yang sama.


"Dia berbeda dengan wanita-wanita yang ku kenal setelah bertempur wanita-wanita itu sangat bersemangat. Tetapi istriku berbeda selesai bertempur seluruh badannya remuk semua. Atau aku yang terlalu kasar?" ledek Louis.


Louis menyentuh pipi mulus Leoni dengan jemarinya lalu ia menutupi tubuh istrinya dengan selimut lagi. Mafia dingin itu sekarang lebih banyak tersenyum berbeda dengan Louis yang dulu jangankan senyum, jika ada yang mengajak bicara, Louis akan menjawab seperlunya jika tidak penting biasanya hanya menganggukan kepalanya atau berdehem. Usai puas memandangi wajah istrinya, dia beranjak dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi.


Tiga puluh menit berada di kamar mandi, Louis keluar dari kamar mandi ia berjalan menuju lemari pakaian. Louis mengambil pakaiannya sendiri karena tidak tega membangunkan istri kecilnya.


Usai mengenakan pakaian Louis melangkah keluar, ia berjalan ke ruang tamu, di koridor ia bertemu Megan dan Wilda yang duduk menunggu Leoni bangun.


Wilda bingung harus mengerjakan apa, karena semua pekerjaan sudah di tangani pelayan Louis. Louis yang melihat kedua orang Leoni yang sedang duduk di sofa, ia berjalan menghampiri mereka.


"Apakah kalian menunggu Istriku?" tanya Louis.


"Ya, tuan." sahut Megan. Sementara Wilda hanya diam dan menunduk.

__ADS_1


"Nanti pukul setengah tujuh baru kau masuk ke kamarku dan membangunkan dia. Sekarang biarkan istriku tidur sepuasnya jangan ada yang ganggu tidurnya," pesan Louis.


"Satu lagi jika dia mencariku katakan padanya, aku masih pergi sebentar ada urusan yang mengharuskan aku tangani sendiri." Usai mengatakan seperti itu Louis dan Andre berjalan menuju depan mansion. Keduanya masuk ke dalam mobil dan Andre mulai memacukan mobil menuju markas.


♥️♥️♥️


Waktu menunjukkan pukul setenga tujuh pagi waktu Spanyol. Wilda bergegas masuk ke kamar Leoni sesuai perintah Louis tadi pagi.


Wilda menghentikkan langkahnya ketika ia melihat majikannya masih meringkuk di bawah selimut.


"Non..."


"Nona..."


Leoni membuka mata dan mendapati dirinya berbaring tengkurap, mencengkram bantal, dan posisi yang tidak biasa ia lakukan. Lalu, semenit kemudian ia tersenyum malu saat mengingat kejadian kemarin malam bersama Louis, suaminya.


"Non..."


"Kau kenapa masuk kamarku? Apakah kau sudah lupa pesan suamiku kemarin malam," tanya Leoni seraya menerima piyamanya.


Leoni merasa tidak enak karena pelayannya mendapati dirinya yang tidak seperti biasanya. Dia merasa malu karena dulu di mansion red Tiger ia selalu mengatakan tidak akan mencintai Louis dan sekarang ia melanggar janjinya itu. Dan lebih memalukan lagi orang yang selalu mendengar sumpah Leoni itu yang menyaksikan sendiri.


Dia tau Wilda tidak mungkin akan menertawakan dia namun dia tetap merasa malu.


"Saya di perintahkan tuan untuk membangunkan Nona pukul setengah tujuh pagi. Karena biasanya di mansion ini setiap pukul tujuh pagi biasanya selalu ada ibadah pagi di kapel yang di bangun di mansion ini," sahut Wilda tidak ingin di marahin Leoni.


"Oh...Lalu kemana suamiku?" tanya Leoni.


"Dia pergi sebentar." sahut Wilda. Pelayannya itu masih berdiri di samping ranjang.

__ADS_1


Leoni menghela napas, ia lebih suka berbaring di sini dan menikmati kenangan itu, atau melihat suaminya waktu ia membuka mata bukan melihat Wilda. Leoni mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, ia sama sekali tidak menemukan suaminya. Berarti benar yang di katakan Wilda, Suaminya sudah pergi.


"Apakah aku tidur terlalu lama?" tanya Leoni.


"Tidak. Tapi jika Nona mengikuti aturan di sini Nona sudah terlambat bangunnya. Karena tadi pagi saya melihat tuan turun ke bawah dia sudah rapi dan sangat tampan. Suami, Nona mungkin bangun masih sangat pagi dan Nona tidak menyadari itu." ucap Wilda panjang lebar.


Wilda benar,Louis bangun selalu pagi tidak pernah bangun lewat dari pukul pukul empat pagi. Louis, Pria yang selalu menjaga kebugaran tubuhnya. Biasanya sebelum ia menikahi Leoni. Louis bangun dan berlari pagi di sekitar mansion barulah dia memulai dengan kegiatan dia.


Leoni tersenyum, "Jika sekarang aku berbagi kamar dengannya itu artinya aku harus merubah pola tidurku?"


"Benar, Nona." Wilda mengangguk kepala tanda ia setuju dengan pernyataan Leoni.


"Non...aku akan siapkan air untuk anda mandi lalu kita harus segera ke kapel karena sebentar lagi akan ada ibadah pagi." Wilda melangkah ke kamar mandi dia membawa aromaterapi yang dibuat Leoni sendiri waktu di mansion red Tiger ke kamar mandi Leoni dan Louis.


Pelayan itu menyiapkan air hangat dan menuangkan aromaterapi itu ke dalam bathtub. Usai menyiapkan air mandi Leoni, Wilda kelua dari kamar mandi.


Leoni juga sudah selesai mengenakan pakaiannya, " Sudah?" tanya Leoni.


"Sudah. Saya akan menyiapkan pakaian anda, Nona." ujar Wilda.


"Tentu. Hari ini aku ingin mengenakan dress yang aku pesan khusus dari Inggris. Dan jangan lupa aku ingin hiasan rambut yang terbuat dari emas itu." pesan Leoni.


"Baik non."


Leoni segera masuk ke kamar mandi baru saja kakinya menginajk ubin pertama wangi, aromaterapi menguar masuk ke hidung Leoni. Wanita tidak sabaran lagi ingin merendamkan tubuhnya di air hangat agar bagian inti ya yang sakit bisa lebih enakan.


Karena waktu yang singkat Leoni hanya berendam lima belas menit saja untuk merenggangkan otot intinya. Lalu, Leoni membilas dirinya dengan air bersih dibawah shower, usai mandi Leoni keluar dari kamar mandi ia hanya mengenakan handuk kimono.


"Non,silakan duduk biar saya mengeringkan rambut anda." ujar Wilda seraya menarik kursi meja rias lalu ia meminta Leoni duduk.

__ADS_1


"Terima kasih, "


"Sama-sama, Non."


__ADS_2