Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 13.


__ADS_3

Louis menarik tubuh Amelia, meminta gadis itu bangun dan duduk diatas ranjang begitu pun dengan Louis. Pria itu duduk bersilah menghadap Amelia, tangannya menggenggam kedua tangan Amelia.


"Dengarin aku baik-baik dia tidak akan menuntut apapun disini," ucap Louis datar, "Keinginanku akan menjadi keinginannya juga." Tangan Louis merapikan anak rambut Amelia yang menutupi wajah cantik itu lalu menyelipkan di belakang telinga Amelia.


Amelia tersenyum bahagia, " Tapi kau tidak selalu ada di sini, sayang." Amelia mencebik lalu menempelkan kepalanya di dada Louis, " Bagaimana jika dia kejam? Dia memukulku?" Amelia menarik lembut bulu-bulu dada Louis.


Louis menarik pinggang Amelia lalu menuntun gadis itu duduk diatas pahanya, " Berarti dia akan dipukul. Aku tidak akan membiarkan orang-orangku hidup dalam ketakutan karena aku memiliki simpanan," janji Louis. Membuat Amelia diatas angin.


Wanita itu menelengkan kepalanya dia mendekatkan bibirnya dengan bibir Louis matanya perlahan tertutup. Entah bagaimana kedua bibir itu sudah saling beradu hingga tercipta bunyi yang menggangu nurani. Puas saling bertukar saliva, Amelia mendengak menatap manja Louis, "Tapi bagaimana aku bisa melindungi diri sendiri jika kau tidak ada di mansion?" Amelia menuntun Louis seraya tangannya tidak bisa diam disetiap inci tubuh Louis.


"Kau cemas terlalu berlebihan dia tidak akan tinggal disini. Aku menikahi dia bukan untuk hidup bersama tapi karena sebuah alasan." Louis meninggalkan jejak di leher Amelia. Pria itu memang sengaja melakukan itu, membiarkan leher Amelia penuh tanda kepemilikanya. Karena, malam ini mafia itu benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama Amelia.


Mendengar ucapan Louis, Amelia semakin besar kepala, " Benarkah sayang?" Karena bahagia tanpa sengaja Amelia menarik milik Louis hingga pria itu merintih kesakitan. Namun, bukannya marah Louis malah tertawa, "Sayangku jika aku menginginkan wanita itu, Aku pasti tidak membutuhkanmu."


Amelia merasa lega akhirnya dia tidak perlu kwatir lagi karena posisi dia masih aman di mansion Black wolf. Amelia mulai menggesekkan kedua buah miliknya ke dada Louis.

__ADS_1


Louis yang menyadari Amelia sudah menginginkannya. Dia memulai permainan, karena pria itu tidak suka di dominasi. Di kamar serba hitam dan ditemani lampu remang-remang dua insan berbeda gender itu bertukar peluh bersama hingga pagi.


♥️♥️♥️♥️♥️


Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi Louis mengerjap. Ia menyibak selimut lalu matanya menatap wanita yang sedang pulas disampingnya.


Louis tersenyum, lalu bergegas turun dari ranjang mafia itu berjalan ke kamar mandi. Usai melakukan ritual pagi dan mandi, Louis keluar dari kamar mandi. Dia mengganti pakaiannya lalu melangkah keluar meninggalkan Amelia di kamarnya. Andre sudah menunggu dibawah, pria tua itu sesekali melirik jam karena pernikahan akan dimulai pukul tiga sore nanti.


Karena kesal menunggu Louis, begitu pria itu baru saja menginjak anak tangga terakhir, Andre langsung mencerca Louis dengan banyak pertanyaan, "Kenapa matamu menghitam? Apa kau tidak tau hari ini hari pernikahanmu?"


Setelah sabuk pengaman sudah terpasang dengan baik, Andre mulai melajukan mobil menuju hotel yang sudah dijanjikan.


"Sudah kau pastikan gadis itu benar sudah berada di hotel ?" tanya Louis.


"Ya. Dia bahkan menurut apa yang dikatakan Valencia," sahut Andre.

__ADS_1


"CK...serum itu benar-benar bermanfaat," Louis tersenyum semirik.


"Ya..untung saja dia tidak over dosis." Sindir Andre.


Louis mengabaikan sindiran Andre, bagi dia tidak penting over dosis atupun tidak asal gadis itu cukup mengikrar janji bersamanya, itu yang di harapkan Louis.


♥️♥️♥️♥️♥️


Sementara Leoni dan keluarganya sudah berada di hotel milik Louis. Gadis itu sedang di rias oleh Mua tepatnya orang kepercayaan Leoni sendiri, yang bernama Megan.


"Nona, apakah anda bahagia dengan pernikahan ini? " tanya Megan.


"Tentu." sahut Leoni.


Membuat Megan merasa aneh. Ya, karena kemarin Leoni masih menolak namun sejak semalam Leoni sadar gadis itu seperti di menurut saja seperti sapi dicucuk hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2