Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 12.


__ADS_3

Para pelayan sudah menyajikan makan siang. Setelah semua makan tersaji dengan rapi diatas meja, pelayan pun pergi ke ruang tamu mempersilakan Wiliam, Valencia, Roy dan Greysia untuk makan siang.


Sesampainya di ruang makan Valencia, tidak melihat Leoni di ruang makan. Ia perpamitan kepada Wiliam, " Sayang...aku ke kamar mandi sebentar," bisiknya di telinga Wiliam.


Pria tua mengangguk, " Ya."


Namun, bukannya ke kamar mandi wanita itu diam-diam masuk ke kamar Leoni dia mendapati gadis itu sedang menangis.


"Kenapa kau terus saja menolak, Leoni?" tanya Valencia.


"Aku tidak bisa menikah dengan siapapun. Aku belum berpikiran untuk menikah," bentak Leoni.


"Jangan bersikap tolol Leoni." sahut Valencia.


Leoni tidak bisa menahan emosinya lagi, dia berdiri ke arah nakas hendak mengambil pistolnya namanya dia kalah cepat dengan pria itu. Entah dari mana pria itu datang karena posisi Leoni yang memunggungi Valencia. Dengan cepat Aditya menancapkan jarum suntik berisi obat bius dan serum pengendali ke punggung Leoni.


Leoni tidak sempat melawan pistol yang ia pegang perlahan jatuh dari tangannya. Valencia bergegas keluar dari kamar Leoni, dia mengawasi orang-orang agar tidak melihat perbuatannya. Aditya menggendong dan membaringkannya Leoni diatas ranjang. Pria itu tersenyum puas karena serum itu akan bekerja selama tiga puluh dua jam. Itu artinya serum itu akan bekerja sampai dua hari lagi kedepan.


♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Sementara Di mansion Black wolf. Pernikahan itu sudah sampai di telinga Amelia. Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu diam-diam menguping obrolan para pelayan di mansion itu hatinya menjadi gelisah. Dia mencari keberadaan Louis namun ia sama sekali tidak menemukan pria itu.


Gadis itu takut setelah Louis menikah nanti mafia itu akan mengusir dia dari mansion Balck Wolf. Dia tidak ingin hidup di tempat lamanya lagi. Dia tahu bagaimana tersiksanya menjadi wanita pekerja malam.


Amelia diam-diam masuk ke kamar besar dengan warna serba hitam itu. Dia membaringkan tubuhnya diatas ranjang empuk berukuran king size itu. Tidak lupa Amelia menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, gadis itu tidur meringkuk seperti orang ketakutan.


Amelia tidak rela kekasih tampannya ini akan dimiliki wanita lain. Dia tahu Louis pria yang kasar namun bagi Amelia tidak masalah menjadi simpanan Louis jauh lebih baik dari yang diharapkan. Di mansion ini ia diperlakukan bak seorang nyonya besar, semua kebutuhan dia dilayani oleh pelayan. Uang? Louis pria yang royal jika Amelia memberikan servis yang memuaskan dia membayarnya tidak tanggung-tanggung.


Hari sudah larut Louis dan Andre baru saja pulang dari markas. Mafia itu memasuki kamarnya ia menghela nafas saat mendapati Amelia sedang meringkuk di ranjangnya. Wanita itu ternyata tidak tidur dia mengamati Louis menjatuhkan pantatnya di sofa.


Amelia mendesah, karena Louis tidak menghampiri dirinya seperti biasanya. Wanita itu berpikir Louis akan meminta dia segera pergi dari mansion itu. Air matanya sudah memenuhi kolam matanya. Namun, tiba-tiba ada suara memanggil dirinya.


"Amelia...kemarilah bantu aku melepaskan mantel ini, jangan berpura-pura, aku tau kau tidak tidur." panggil Louis.


"Tentu...aku sudah pulang. Bantu aku melepaskan mantel dan sepatuku. Malam ini temani aku disini." ujar Louis. Ia merenggangkan tangannya di senderan sofa. Louis sangat lelah karena habis melakukan pekerjaan berat di markas sana.


Ya, sebelum pernikahannya besok Louis ingin menghabiskan malam ini bersama Amelia.


Amelia pun melepas mantel dan sepatu Louis dia menghirup aroma tubuh Louis. Aroma ini khas Louis tidak seperti malam-malam biasanya Louis pulang dengan aroma tubuh bercampur aroma wanita yang membuat dirinya cemburu.

__ADS_1


Selesai melepaskan mantel dan sepatu Louis. Amelia langsung duduk diatas pangkuan mafia itu, " Aku rindu tubuh ini. Sudah berapa hari kau tidak menyentuh aku." Amelia memajukan bibirnya, " Aku begitu cemas dan kwatir sempat berpikir apakah akan bertemu lagi denganmu sebelum pernikahan itu." Amelia tidak suka berkata seperti itu tapi dia ingin tahu seberapa penting dirinya bagi Louis.


Louis menggerutu, " Sudah berapa banyak yang kau ketahui tentang pernikahanku?" tanya Louis. Tangannya menarik tubuh Amelia ke dalam dadanya satu tangan lagi menahan tengkuk wanita itu. Louis langsung menempelkan bibirnya dibibir ranum wanita itu.


"Aku mengetahui dari tuan Andre. Aku juga mendengar anda sering membahas tentang pernikahan itu," Amelia menjalankan jarinya di dada Louis membentuk lingkaran abstrak.


Sebenarnya Amelia berbohong Andre tidak mengatakan itu ia mendengar dari gosip para pelayan di mansion itu. Louis mengabaikan ocehan Amelia. Mafia itu semakin memperdalam ciuman itu hingga menjadi ciuman panas. Amelia merasakan desakan Louis, tetapi Amelia belum tergoda kecuali kepuasan karena mengetahui pria itu sangat menginginkan dirinya. Amelia menjauhkan diri dari Louis menahan tangan di dada pria itu agar tidak dapat mencium bibirnya lagi, " Apakah kau masih menginginkanku?" tanya Amelia.


Louis mengusap kasar wajahnya, "Pertanyaan bodoh macam apa itu? Apakah kelihatan aku tidak menginginkanmu?" Louis menarik tubuh Amelia kembali ke dalam dadanya lagi.


"Ketika mendengar tentang pernikahan itu aku tidak yakin kau masih menginginkan aku," ucapnya lirih. Dia berpura-pura seakan ia terluka.


"Kau tidak perlu mencemaskannya," Louis memasang wajah marah. Pria itu membawa Amelia dan membaringkan wanita itu dengan kasar diatas ranjang.


"Tetap saja aku cemas. Aku takut kau mengusirku." Air mata Amelia jatuh membasahi pipinya dan benar saja mengundang simpati dari Louis.


"Kenapa aku harus melakukannya?" Tangan Louis menarik kasar pakaian yang dikenakan Amelia. Dia melemparkan sembarangan ke lantai.


Amelia ingin tertawa karena bahagia namun ia cepat sadar saat ini ia sedang bersandiwara bersedih, " Jadi aku tetap tinggal di sini sayang? Lalu bagaimana dengan istrimu, nanti? Dia pasti akan memiliki pendapat berbeda."

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi." sergah Louis.


"Kau tidak akan tau kecemburuan seorang wanita. Jika dia mengetahui kau lebih menyukaiku dia pasti akan mengusirku pergi dari sini, sayang." Amelia membalas ciuman Louis.


__ADS_2