
"Pergi selama tiga minggu saja aku tidak bisa," batin Louis. Mafia itu buru-buru berjalan keluar dari lift menuju mobil yang sudah menunggu ia di depan lobby. Ya Louis awalnya berencana ke Paris tiga minggu namun baru saja lima hari ia di Paris Louis merasa tidak tenang. Dia terus memikirkan Leoni bahkan kenangan dia awal jatuh cinta dengan Leoni kembali muncul di pikirannya hingga Mafia itu merasa kesal dengan dirinya, seperti saat ia tertarik kepada Leoni sehari setelah pernikahan mereka, waktu itu ia sama sekali tidak mengetahui rupa wanita itu tetap saja ada alasan untuk kepulangan yang lebih awal ini selain karena istrinya.
"Andre nanti setelah tiba di hotel berkemaslah karena kita harus kembali ke Spanyol sekarang," ucap Louis saat ia masuk ke mobil. Louis baru saja selesai tandatangan kontrak kerja dengan salah satu perusahaan perhiasan terbesar di Paris.
"Kenapa mendadak? Bukan, harusnya kita tiga minggu di Paris?" Andre merasa heran. Louis bukan orang yang berubah-ubah dengan janji namun akhir-akhir ini Andre melihat Louis sering merubah jadwal mereka sesuka hatinya itu setelah Louis menikahi Leoni.
"Mengapa kau banyak protes? Pekerjaan di sini sudah selesai lalu ngapain kita berlama-lama di sini?" Louis memainkan ponselnya bibirnya tersenyum ketika wallpaper pembuka ponselnya foto Leoni.
"Ya. Semua jadwal kau rubah sendiri." sindir Andre.
Setelah perdebatan kecil akhirnya mobil pun tiba di hotel tempat mereka tinggal Louis segara keluar dari mobil begitupun Andre. Keduanya masuk ke lift menuju kamar mereka nginap.
Louis bergegas menyimpan barang bawaannya ke dalam koper. Setelah semua selesai tidak ada yang tertinggal Louis membawa kopernya keluar di depan kamar sudah ada Andre yang menunggu dengan memasang wajah cemberut.
"Di lantai satu ada restoran sebaiknya kita makan siang dulu," ucap Andre. Keduanya masuk ke dalam lift menuju lantai satu. Ya itu pemikiran Andre karena awal masuk lift Andre menekan tombol satu namun dengan cepat Louis menekan lobby.
"Kita makan siangnya di Spanyol aja," sahut Louis mengabaikan wajah cemberut Andre.
"Terserah kau saja. Lagian percuma aku protes nggak akan kau dengar. Sepertinya sia-sia usiaku lebih tua dari kau tetap saja kau bosnya," sindir Andre lagi.
"Aku merindukan makanan Spanyol," sela Louis menatap Andre seraya memasang wajah jenakanya.
"Ya." sahut Andre malas.
__ADS_1
Keduanya berjalan keluar dari lift menuju lobby. Di depan lobby ada mobil utusan dari kolega Louis sudah menunggu bersiap mengantar mereka ke bandara.
💜💜💜
Leoni sedang sibuk memasak di dapur, wanita itu merasa bosan jadi dua hari terakhir ini dia mengajarkan beberapa menu baru kepada koki di mansion Louis.
"Wow...aromanya sangat menggugah selera makan," Amelia mengusap perutnya. Wanita dua puluh dua tahun itu berjalan masuk ke ruang makan.
"Aku coba masak menu dari mansionku semoga cocok dengan lidah orang-orang yang tinggal di mansion ini,"ledek Leoni.
"Tentu. Dari tampilannya saja sangat enak," Amelia berdiri di belakang Leoni yang sibuk mengeluarkan masakan dari microwave.
"Kita akan menikmati bersama para pelayan dan semua yang bekerja disini," Leoni meletakkan masakan seafood itu di atas meja makan. Amelia menarik kursi kemudian duduk sembari menunggu Leoni.
"Okey." Amelia tersenyum hangat.
Leoni berjalan menuju kamar ia menarik gagang pintu lalu masuk ke kamar menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebentar karena terkena keringat. Pelayan menyajikan makanan di atas meja makan sesuai saran Leoni.
Setelah beberapa menit, Leoni kembali ke meja makan wanita itu sangat cantik karena sudah merias diri sebentar. Wilda sedikit heran tiga hari lalu Leoni kembali dari mansion Red Tiger wanita itu sangat berbeda dia lebih memperhatikan penampilannya dan merias diri. Dan anehnya dia tetap bersikap baik kepada Amelia.
"Maaf menunggu lama," ucap Leoni seraya menarik kursi untuk dirinya duduk.
"Nggak apa-apa. Tapi, malam ini kau sangat cantik," puji Amelia. Kemudian keduanya tertawa bersama.
__ADS_1
Leoni tersenyum sinis ia mengabaikan pujiaan Amelia, wanita itu memilih mengambil satu ekor lobster dan beberapa kerang kemudian ia letakkan diatas piringnya begitupun dengan Amelia.
"Ayo di coba. Dan jangan lupa kasih nilainya." ujar Leoni seraya menyuapkan lobster ke mulutnya. Lobster dan kerang itu di panggang dengan keju mozzarella di hidangan dengan saos dan mayonaise.
Amelia dengan tidak tahu malunya sangat menikmati masakan Leoni. "Hmm..ini sangat enak. Sungguh aku tidak berbohong. Kejunya meleleh saat lobsternya digigit," Amelia memejamkan matanya menunjukkan ekspresinya kalau masakan Leoni benar-benar enak.
"Sungguh?" Leoni bersemangat. Dia memperhatikan ekspresi Amelia.
"Sungguh. Boleh nggak aku kasih bintang seratus," Amelia menj""ilat jarinya karena ada keju yang menempel dikuku lentiknya itu.
"Aaa...aku pikir aku yang menggantikan posisi koki di sini," canda Leonni.
Bukan hanya Amelia yang memuji masakan Leoni tetapi para pelayan, koki dan semua yang bekerja di mansion Louis semua memuji masakan Leoni. Selama kepergian Lousi ke Paris Leoni sengaja membeli banyak bahan makanan lalu ia memasak untuk semua yang tinggal di mansion tanpa ia melihat dari status sosial mereka untuk menikmati bersama.
Sementara kedua wanita sedang menikmati makan malam bersama di meja makan. Ada seorang pria yang berlari memasuki Mansion, pria itu tidak sabar ingin bertemu dengan seseorang yang hampir saja membuat dia gila di Paris.
Baru saja ia menginjak kaki di depan pintu ruang makan, Louis dan Andre di sambut dengan aroma masakan yang sangat lezat. Padahal tadi dalam perjalanan menuju Spanyol Louis berencana akan membawa koki dari Paris ke mansionnya karena masakan koki itu sangat enak. Namun, sepertinya Louis harus membatalkan niatnya karena aroma masakan ini jauh lebih enak dari koki di Paris itu.
Louis yang belum makan dari Paris tiba-tiba merasa sangat lapar namun itu hanya terjadi sebentar sebelum matanya terpaku pada Leoni dan indra penciuman Louis menyerah pada indra lain. Istrinya itu duduk di meja makan bersama Amelia sembari menikmati lobster dan kerang. Seperti bayangan tidak nyata dalam gaun biru pucat, rambutnya yang pirang keperakan dikepang dua dan tergerai di dada. Amelia belum menyadari kehadiran Louis wanita itu sangat menikmati masakan Leoni seperti orang setahun tidak makan.
Di ruang makan yang bersambung langsung dengan dapur itu sangat ramai dan berisik. Pemandangan yang aneh karena tidak biasanya semua bisa makan bersama seperti itu. Namun, bagi Louis hanya ada Leoni dan dirinya. Ia menatap Leoni penuh damba dalam hatinya ia memaksa Leoni memandang dirinya.
Leoni merasa ada yang berbeda karena suasana yang tadi penuh canda tawa berubah jadi hening.
__ADS_1