
Louis mengernyit dia heran kenapa bisa ada Amelia di belakangnya?
Apakah Amelia diam-diam menunggu Louis? Wanita itu sudah hapal kebiasaan Louis. Mafia itu selalu ikut ibadah pagi di kapel jika ia tidak pergi.
Tapi, meskipun ia memiliki rumah ibadah dan mendapat siraman rohani setiap pagi, herannya Louis masih tetap hidup di dunia hitam, mengapa?
Memang, wanita itu berbicara tanpa benar-benar tahu tumbuhan apa yang di bawa Leoni dari mansionnya dan menatanya dengan rapi di halaman depan kapel.
Amelia ingin Louis percaya bahwa itu ada hubungannya dengan musim, dengan begitu Louis akan semakin mencintai dirinya, karena tidak melakukan hal aneh, seperti yang di lakukan Leoni.
Louis tersenyum, "Sepertinya selama aku pergi kau banyak berubah menjadi lebih baik, Amelia. Aku sangat senang melihat semua ini." aku Louis.
Amelia menunduk menyembunyikan kebingungannya.
"Apakah Leoni tidak di puji Louis juga, seperti yang dia lakukan padaku? Argh..apakah dia bersungguh-sungguh memuji diriku? Dan apakah pujian ini untuk diriku? Jika benar aku pikir ini bagus! Untuk menjebak Louis kembali ke pelukanku," batin Amelia.
"Hanya sedikit yang saya lakukan, tuanku." sahut Amelia manja.
"Kau terlalu rendah hati," sahut Louis. Amelia berdiri di sampingnya keduanya berjalan bersama menuju Andre. " Seandainya istriku memiliki ambisi seperti dirimu. Apa saja yang dia lakukan saat aku tidak ada?" Louis menatap wajah Amelia kagum.
__ADS_1
Andre yang jijik melihat tingkah Amelia dan respon baik Louis terhadap Amelia. Pria itu memilih pergi meninggalkan Louis dan Amelia di depan kapel itu.
"Lihat saja mafia gila itu dia berulah lagi. Giliran pergi jauh sebentar aja dari Loeni. Stres seperti orang setengah waras tapi begitu dia kembali ke mansion selalu tergoda dengan ular cobra itu," gerutu Andre. Pria tua itu berusaha menahan diri tidak menyampaikan kejadian ini pada Leoni.
Louis tidak menyangka wanita yang dulu suka di perlakukan seperti ratu itu bisa juga belajar menanam bunga dan merapikan mansion yang seharusnya dilakukan oleh pelayan. Louis sangat kagum menatap wajah Amelia.
"Dia banyak menghabiskan waktu di kebunnya. Leoni menanam banyak bunga dan berbagi macam buah serta ada beberapa sayuran organik, dengan di bantu oleh tukang kebun di dekat kolam renang," Amelia mengelak kali ini tidak dengan nada manja lagi.
"Ku rasa dia memang terlalu menyukai kebun." sahut Louis.
Matanya mencari dua ekor anjing kesayangan Leoni yang dibawa Leoni ikut bersamanya ke mansion Louis.
"Kemana kedua anjing Leoni?" tanya Louis heran.
"I...tu tuan mereka di kurung." Amelia terbata-bata. Dia menyesal karena lupa mengeluarakan anjing itu dari kandangnya. Wanita itu tidak suka dengan kedua anjing Leoni jadi setiap kali kedua anjing itu amsuk ke dalam kandang dia pasti mengunci mereka dari luar.
"Oh..tidak seperti biasanya." Louis menggelengkan kepalanya ia sedikit heran dengan Leoni.
"Aku akan meminta pelayan mengeluarkan mereka dari kandangnya,"sahut Amelia cepat. Dia tidak ingin terjebak dalam sandiwaranya sendiri.
__ADS_1
"Terima kasih. Kau terlalu baik."lagi laginia mendapatkan pujian dari Louis lagi.
Amelia yang merasa tersanjung dan hampir saja jatuh pingsan karena terkena dengan pujian Louis memberanikan dirinya mengajak Louis sarapan bersama.
"Tuan, akan lebih baik kita ke ruang makan membahas masalah ini sembari sarapan. Karena, aku yakin anda akan sangat menikmati makanan yang tersedia di mansion ini." Amelia mengambil keberanian sebelum Louis sadar akan sandiwara dirinya.
"Kokinya semakin pintar selama anda pergi itu berkat aku mencari cara masak yang sehat melalui halaman internet dan kami belajar bersama." kata Amelia. Keduanya jalan bersama menuju ruang makan. Louis mendengar setiap ucapan Amelia dengan baik karena keasyikan bicara mereka tidak sadar berpapasan dengan Wilda, pelayan Leoni.
Wilda tidak percaya dengan apa yang ia dengar Amelia dengan tidak tahu malunya mengakui semua yang dilakukan Leoni sebagai ide dan kerja kerasnya.
Wilda bergegas mencari Leoni yang sedang bermain dengan kedua anjingnya di sofa ruang tamu.
"Nona...dia melakukannya lagi." bisik Wilda di telinga Leoni. " Wanita ular itu menerima pujian atas semua kerja keras anda, Nona. Berani sekali dia, harusnya tuan Louis bertanya pada semua orang yang tinggal di mansion ini jika dia ingin tahu kebenarannya bukan mendengar dari wanita ular berbisa itu." gerutu Wilda.
Wilda tidak terima semua yang dilakukan Leoni seenaknya di akui Amelia. Dan lebih menyebalkan lagi Louis dengan mudahnya percaya dan memberi pujian pada Amelia.
Leoni yang tadinya ceria bermain bersama kedua anjingnya berubah jadi diam dan dingin. Tatapan Leoni kosong ke depan seperti orang banyak memikirkan banyak hal lalu setelah lima menit kemudian ia mengangkat kedua bahunya semabdi menatap Wilda.
"Tentu anda akan mengatakan yang sebenarnya, bukan, Nona?"desak Wilda.
__ADS_1